Sebuah Blog Untuk Berbagi
21 Jun
Setelah sebelumnya google membuat Google Translate, kali ini Google kembali mengeluarkan “tool” baru, yaitu Google Translator Toolkit. Dengan Google Translator toolkit ini, maka proses kita menterjemahkan kalimat atau dokumen akan semakin mudah.
Jika menggunakan Google translate kita harus copy paste kalimat agar bisa diterjemahkan, dengan tool ini kita bisa langsung upload dokumen, termasuk mengedit hasilnya.
Ketika kita mengupload dokumen dengan Google Translator toolkit, maka tool ini akan menterjemahkan setiap kalimat di dokumen kita menggunakan kombinasi terjemahan manusia sebelumnya yang mungkin sudah ada atau dengan menggunakan terjemahan mesin
Secara default (bawaan), Google Translator Toolkit akan menterjemahkan kalimat/dokumen dengan urutan seperti berikut :
Kita bisa mengatur urutan terjemahan diatas melalui menu Setting, tetapi di rekomendasikan dengan setting bawaan tersebut.
Untuk memulai menterjemahkan dokumen, dari halaman utama, klik tombol Upload. Tipe file yang dapat kita upload adalah dokumen berikut (ukuran maksimal 1 MB) :
Selain itu kita juga bisa menterjemahkan dari halaman web, Artikel dari Wikipedia dan juga knol. Satu hal yang perlu dicatat adalah sumber file atau dokumen yang diterjemahkan [untuk saat ini] masih dalam bahasa Inggris, tetapi hasilnya bisa dipilih dari puluhan bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.
Setelah kita mengupload dokumen, maka Google Translator Toolkit akan memproses per kalimat, dan setelah selesai hasilnya akan ditampilkan dalam dua kolom. Kolom kiri dokumen asli dan kolom kanan hasil terjemahannya ( bisa diatur juga dengan susunan kolom atas dan bawah, melalui menu View).
Hasilnya tidak hanya bisa dibaca saja, tetapi ketika kita juga bisa langsung mengedit/memperbaiki hasil terjemahan. Ketika kita memilih kalimat baik dokumen asli atau terjemahan, maka satu kalimat akan tampil dengan background kuning (terseleksi) secara otomatis. Dengan cara seperti ini, akan lebih mudah untuk memperbaiki terjemahan yang kurang pas.
Hasil terjemahan selanjutnya akan tersimpan dalam account Google, yang bisa kita edit kemudian atau langsung kita download. Setelah selesai di terjemahkan atau di edit, pilih menu Edit > Translation complete. Selanjutnya untuk menutup pilih Save & Close.
Selain fitur diatas, disertakan juga menu Translation Search Result, Computer Translation, Glossary dan Dictionary (Kamus) yang bisa kita gunakan untuk mencari terjemahan kata. Untuk memunculkan menu ini klik saja menu Show Toolkit.
Untuk memanfaatkan/menggunakan Google Translator Toolkit, maka kita harus mempunyai account di google. Jika kita sudah mempunyai email di google (Gmail), maka kita bisa login menggunakan username dan password email tersebut. Untuk mencoba silahkan membuka Google Translator Toolkit
Informasi Penting
Ketika saya menggunakan Avira Personal Edition, maka ketika proses menterjemahkan dengan tool ini, Avira akan memunculkan pesan bahwa ada program atau script yang dianggap virus HTML/Crypted.Gen ( HTML script virus). Hal ini diabaikan saja (klik ignore). Karena jika tidak, proses terjemahan tidak akan ditampilkan. Menurut saya itu hanya kesalahan deteksi saja (ebsoft).
9 Jun
Bila bekerja dari pukul 09.00-17.00 setiap harinya, bisa dibilang Anda menghabiskan waktu lebih banyak dengan rekan sekantor ketimbang teman lainnya. Sehingga terkadang sulit membedakan garis batas antara bisnis dan persahabatan, ujar Susan Solovic, pengarang Reinvent Your Career: Attain the Success You Desire and Deserve.
Di masa sekarang ini, ketika perputaran pegawai terjadi begitu cepat, kita harus menjaga diri agar posisi kita tidak tergeser karena sikap dan tindakan kita. Untuk menjaga karier Anda berada dalam jalur yang tepat, berikut adalah perkataan yang sebaiknya tak terlontar dari mulut Anda saat berada di kantor:
1. “Itu bukan pekerjaan saya.”
Ketika seseorang meminta bantuan pada Anda, anggaplah hal tersebut sebagai pujian. Orang yang meminta bantuan tersebut pastinya menghargai pendapat ataupun kemampuan Anda untuk mengerjakan tugas tadi. Namun sebaiknya Anda tidak mengerjakannya setengah-setengah. Percayalah, tak ada atasan yang mau mendengar kalimat seperti, ”Itu bukan pekerjaan saya.”
2. Dengan muka palsu berkata, “Saya akan bantu Anda dengan tugas itu.”
Rasanya amat menyebalkan ketika seseorang menawarkan bantuan, namun mengeluh soal pekerjaan tersebut di belakang. Jika Anda bersedia mengerjakan suatu tugas tetapi tidak sungguh-sungguh, bantuan Anda sama sekali tak berguna. Ketika seseorang bekerja tanpa antusias, ia tak akan memberikan totalitas. Plus, jangan katakan Anda akan mengerjakan suatu tugas jika Anda tak sungguh-sungguh dalam menyelesaikannya. Anda hanya akan dianggap sebagai orang yang tak dapat diandalkan.
3. “Jangan bilang siapa-siapa.…”
Tiap kali Anda memulai percakapan dengan frase tersebut, Anda berarti meminta satu hal, yakni si pendengar untuk menyebarkan gosip itu ke orang lain. Jika Anda memang memegang suatu rahasia, simpanlah untuk Anda sendiri. Apapun isi beritanya, ketika Anda memutuskan menyampaikannya kepada orang lain, Anda lah yang akan menjadi penyebar beritanya. Plus, jika ada rekan kerja yang bergosip dengan Anda, kemungkinan terbesar dia pun akan bergosip tentang Anda.
4. “Gaji saya enggak pernah naik!”
Kebanyakan perusahaan menaikkan gaji karyawannya berdasarkan produktivitas mereka, bukan berdasarkan lamanya waktu kerja. Meminta kenaikan gaji pada atasan berdasarkan lamanya Anda bergabung dengan perusahaan tanpa menilai produktivitas kerja Anda hanya akan membunyikan alarm si atasan bahwa Anda hanya mengejar uang, bukan karena Anda memang patut mendapatkan kenaikan tersebut. Anda harus benar-benar membuktikan kepada perusahaan bahwa Anda memang patut mendapatkan kenaikan gaji.
5. “Saya benar-benar stres dan muak bekerja di sini.”
Keluhan yang terus-menerus tentang padatnya pekerjaan Anda, atau betapa memuakkannya suasana di kantor, secara perlahan tapi pasti akan membuat Anda dijauhi teman-teman kantor. Jika Anda tak setuju dengan kebijaksanaan atau aturan kantor, laporkan lewat saluran yang tepat, misalnya lewat HRD atau sekalian berhenti bekerja di sana, cari tempat baru. Siapa yang senang mendengarkan orang mengeluh terus-menerus?
6. “Ada yang aneh pada tubuh saya, ada jamur di … saya.”
Jika Anda bukan termasuk orang yang populer, tak akan ada yang mau mendengarkan keluhan penyakit Anda. Entah itu masalah sakit kram saat menstruasi, atau banyaknya gas di dalam perut Anda. Atasan Anda akan menilai Anda sebagai pegawai yang memiliki masalah kesehatan konstan, yang artinya biaya tambahan tiap bulan, dan merupakan pegawai yang risikonya tinggi. Bagi rekan kerja, Anda akan terlihat seperti orang yang sedang mencari perhatian, semacam hypochondriac, orang yang terlalu banyak khawatir akan kondisi kesehatan.
7. “Di pemilu nanti, kamu pilih siapa?” atau “Agamamu apa?”
Pemilu yang berasaskan luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, dan jujur, adil) masih dianggap berlaku. Jadi, masyarakat memiliki nilai-nilai dan kepercayaan mereka masing-masing yang bebas dan rahasia. Tak perlu mengucilkan rekan kerja karena perbedaan cara pandang. Presiden Amerika Serikat saja mengimbau masyarakatnya untuk bisa mencontoh kedamaian di antara perbedaan yang ada di Indonesia, mengapa kita harus mengkotak-kotakkan orang berdasarkan pilihan politik atau agamanya?
8. “Tadi malam saya pulang mabuk.”
Ujar-ujar work hard play hard memang banyak diterapkan masyarakat urban jaman sekarang. Tetapi, perlu diingat, jangan mengungkit-ungkit kegiatan semalam kepada bos Anda. Membicarakan hal tersebut akan membuat Anda terlihat menghitung jam untuk segera pergi dari kantor. Belum lagi Anda akan terlihat tidak profesional dan tak dapat dipercaya.
9. “Saya tak punya waktu untuk itu.”
Cobalah untuk membuka mata. Semua orang pun sibuk, bukan Anda saja. Jika Anda memprioritaskan untuk menyelesaikan tugas tepat waktu, jujurlah dan katakan pada atasan Anda perkiraan waktu selesainya. Katakan pada bos apa saja yang belum dan sudah Anda kerjakan, termasuk sisa pekerjaan yang harus diselesaikan. Tanyakan, yang mana sebaiknya yang diprioritaskan. Hal ini akan menunjukkan Anda mengerjakan setiap tugas dengan serius dan hanya ingin menyelesaikan tugas sebaik mungkin.
10. “Saya baru membelikan bos jam tangan Guess yang harganya XX juta rupiah.”
Segala yang berkaitan dengan uang itu sensitif. Jika Anda menyebutkan angka yang besar, dan memberikan ukuran bahwa suatu angka rupiah adalah mahal atau murah, Anda akan dicap orang kaya yang pelit, atau orang yang selalu mengeluh soal uang. Hal itu tak hanya membuat Anda terlihat sedang menyombongkan diri, tetapi juga membuat orang berspekulasi tentang gaya hidup Anda.
Sumber: Kompas.com
31 May
Bagaimana seseorang mengarungi hidup jika tanpa iman? Kesibukan, bagi orang
yang tak memiliki iman, adalah menapaki keinginan yang tak pernah selesai.
Menjalani waktu, sejak pagi, siang, petang, malam hingga bertemu pagi
kembali, bagi orang yang tak memiliki iman, adalah ibarat mengarungi
belantara hutan yang tak pernah ada ujungnya, atau menyeberangi lautan luas
yang tak pernah bertepi. Mereka terus bergelut dengan ambisi, memenuhi
keinginan nafsu, sementara itu semua tidak pernah membuat lapar dan
dahaganya berkurang.
Wajar, jika tak sedikit orang yang merasa lelah menjalani hidup. Ya, mereka
lelah karena ternyata seluruh keringat, pikiran dan usahanya tak pernah
membuatnya merasa cukup. Semakin banyak usaha yang diperoleh, semakin tinggi
tuntutan untuk memperoleh yang lebih banyak. Peluh yang menetes temyata
hanya memberi kepuasan yang makin membakar nafsu untuk mendapatkan yang
lebih besar. Lalu setelah itu, jatuh bangun lagi, bertarung demi ambisi
lagi, mengejar dan memenuhi nafsu lagi, untuk keinginan yang tak ada
habisnya.
Saudaraku, Semoga kita semakin memahami, bahwa ada banyak keinginan yang
ternyata tidak baik untuk kita sendiri. Perhatikanlah bagaimana ungkapan
seorang sahabat mulia, Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu, “*Sesungguhnya ada
seorang hamba yang sangat terobsesi mencapai sesuatu, baik masalah bisnis
maupun kekuasaan. Dan sebenarnya ia dimudahkan untuk mencapai keinginannya
itu. Tapi Allah melihatnya, lalu berkata pada para Malaikat-Nya, ‘Hindari
dia dari apa yang diinginkannya itu. Karena sesungguhnya jika Aku mudahkan
dia memperoleh keinginannya, maka ia akan masuk neraka.’ Maka orang itu pun
dihindari oleh Allah dari apa yang diinginkannya. Selanjutnya, orang
tersebut menduga-duga dengan mengatakan, ‘Kenapa fulan lebih berhasil
dariku, kenapa fulan lebih unggul dariku. Padahal apa yang terjadi itu tidak
lain hanya karunia Allah swt belaka.” *(Nurul Iqtibas, 49)
Imanlah yang menyelamatkan kita dari dinamika hidup yang melelahkan itu.
Imanlah yang selalu memberikan kesegaran baru. Iman yang memberi pencerahan
batin yang membuat kita selalu prima menghadapi badai apapun dalam hidup.
Andai seorang hamba selalu mengembalikan segala masalah pada hakikat
keimanan, niscaya ia yakin bahwa Allah tidak pernah menetapkan sesuatu
kecuali kebaikan. Meskipun kebaikan itu tidak ia sadari.
Saudaraku, Pikiran kita seringkali tak mampu membaca langsung
kebaikan-kebaikan Allah. Mungkin karena hati kita yang kerap tidak bersinar.
Pergulatan hidup, sentuhan urusan dunia menyebabkan hati seseorang
terselubung oleh suasana pekat. Itulah yang pernah digambarkan oleh
Rasulullah saw pada kita, *”Tidaklah hati seseorang itu kecuali ia
mengalarni kondisi seperti awan dan bulan. Jika hati terdominasi oleh awan,
maka hati akan menjadi gelap. Tapi bila awan itu menyingkir maka hati akan
menjadi terang.” *(HR. Thabrani dalam hadits shahih).
Begitulah, hati yang terkadang tertutup oleh awan, akan terhijab cahayanya
lalu menjadi temaram. Jika kita berupaya menambah keimanan dalam hati dengan
memperbanyak amal shalih dan meminta pertolongan Allah untuk menyingkapkan
awan itu, maka hati kita akan bercahaya lagi.
Karenanya saudaraku, Sadarilah kapan saat-saat awan kelabu itu mulai
menyelimuti hati. Waspadailah ketika hati mulai terasa redup dan tak
tersinari oleh cahaya. Seperti yang disebutkan dalam perkataan salafushalih,
*”Termasuk kecerdasan seorang hamba adalah, jika ia menyadari kondisi
imannya dan apa-apa yang kurang darinya.”*
Ada pula para salafushalih yang mengatakan bahwa termasuk kecerdasan
seorang hamba adalah, *”Jika ia mengetahui dari mana datangnya
bisikan-bisikan syaitan pada hatinya.” *
Kembalilah pada iman, maka semua keinginan kita akan terwujud. Keinginan
yang tidak dibatasi oleh target, angka atau hasil yang bisa diraba. Karena
keinginan tak pemah selesai oleh target, angka dan hasil-hasil itu. Tapi
keimanan akan memberi semua harapan, melalui ketenangan, ketentraman hati
dan kepuasan. ltulah yang kita cari.
Imam Ibnul Jauzi mengatakan, *”Wahai orang yang ditolak dari pintu. Wahai
orang yang terhalangi menemui kekasihnya. Jika engkau ingin mengetahui
kedudukanmu di sisi raja. Lihatlah sarana apa yang bisa membantumu untuk
mengetahui posisimu di sisi sang raja. Lihatlah pekerjaan apa yang
menyibukkanmu. Betapa banyak orang yang berdiri di depan pintu istana raja.
Tapi tak satupun yang dapat masuk dan berhadapan dengan raja kecuali
orang-orang yang memang telah dipilih oleh sang raja. Tak seluruh hati bisa
mendekat. Tak semua jiwa menyimpan rasa cinta.” *
Seorang ulama menjelaskan makna perkataan Ibnul Jauzi ini. Ia mengatakan
bahwa jika seseorang ingin tahu di mana posisinya di hadapan Allah,
bercerminlah pada amal-amal yang menyibukkannya. “Jika ia sibuk dengan
dakwah dan berbagai masalahnya, jika ia sibuk menyelamatkan umat manusia
dari neraka, jika ia sibuk melakukan pekerjaan untuk memperoleh kemenangan
di surga, menolong yang lemah dan orang yang membutuhkan, maka bergembiralah
karena semoga ia mempunyai kedudukan yang dekat dengan Allah. Beritakanlah
kabar gembira bahwa Allah tidak akan memberikan kebaikan kecuali pada orang
yang Ia cintai. Tapi jika ia dia berpaling dari dakwah, berpaling dari para
juru dakwah, berpaling dari melakukan kebaikan, sibuk dengan dunia dan
mengumpulkan harta benda, sibuk dengan banyak bertanya tapi sedikit beramal,
sibuk dengan mengikuti hawa dan nafsu, ketahuilah bahwa ia jauh dari Allah.”
Saudaraku, Lihatlah apa sarana yang bisa mendekatkan kita pada Allah? Dan
apa pekerjaan yang menyibukkan kita? Allah akan memilih orang-orang yang
bisa menempuh sarana yang mendekatkan diri kita pada-Nya dan menyibukkan
diri untuk menjalani perintah-Nya. Mari mengukur segala keadaan dengan iman.
Mari kembalikan semua keinginan pada keimanan. Mari melihat peristiwa hidup
apa saja dengan kaca mata iman, Ibnu Taimiyah mengatakan, “Apa yang
dilakukan musuh-musuhku terhadapku? Surgaku ada dalam jiwaku, Jika mereka
memenjarakanku maka itu adalah masa penyepianku dengan Tuhanku. Jika mereka
mengasingkanku ke suatu tempat yang jauh maka itu adalah masa pengembaraan
bagiku. Jika mereka membunuhku, itu adalah kematian yang semoga menjadikanku
sebagai syahid.” ___(Rofiqul Ghodiy*)
Kiriman dari: Nawawi Muhammad
Recent Comments