<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>::: Rafki Rasyid.com &#187; Psikologi</title>
	<atom:link href="http://rafkirasyid.com/tag/psikologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rafkirasyid.com</link>
	<description>Celoteh Ekonomi, Manajemen, Dan Teknologi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jul 2011 11:45:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Update Status Di Facebook dan Twitter Bisa Bikin Sakit Jiwa</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/update-status-di-facebook-dan-twitter-bisa-bikin-sakit-jiwa/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/update-status-di-facebook-dan-twitter-bisa-bikin-sakit-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 11:45:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafki Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Info]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafkirasyid.com/update-status-di-facebook-dan-twitter-bisa-bikin-sakit-jiwa/</guid>
		<description><![CDATA[Lintas-Kabar.com &#8211; Jejaring sosial paling laris Facebook dan Twitter bisa mengakibatkan kelainan jiwa? Apa itu? The Sun dalam sebuah artikelnya menulis baik Fecebook atau Twitter dan situs jejaring sosial sejenis dapat memicu Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Obsessive Compulsive Disorder (OCD)? Penyakit apapula itu? OCD merupakan penyakit yang menyerang mental yang ditandai dengan ciri-ciri sering memikirkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lintas-Kabar.com &#8211; Jejaring sosial paling laris Facebook dan Twitter bisa mengakibatkan kelainan jiwa? Apa itu? The Sun dalam sebuah artikelnya menulis baik Fecebook atau Twitter dan situs jejaring sosial sejenis dapat memicu Obsessive Compulsive Disorder (OCD).</p>
<p>Obsessive Compulsive Disorder (OCD)? Penyakit apapula itu? OCD merupakan penyakit yang menyerang mental yang ditandai dengan ciri-ciri sering memikirkan sesuatu hal berulang-ulang dan melakukan perbuatan secara berulang-ulang.</p>
<p>Contohnya adalah seseorang yang kerap berpikir untuk mematikan kompor gas di rumah, padahal sebenarnya dia sudah mematikannya. Bisa juga pada kebiasaan seseorang yang selalu mencuci tangannya berkali-kali dan tetap merasa kotor.</p>
<p>Kondisi OCD juga dialami oleh orang-orang terkenal seperti Wayne Rooney, Katy Perry, Megan Fox, Justin Timberlake, Jessica Alba, Paul Gascoigne, dan Charlize Theron.</p>
<p>Katy Perry mengaku perilaku OCD-nya sering timbul ketika ia sedang melakukan tur konser.</p>
<p>“Saya akan panik saat melihat ada alat make up yang rusak di tas kosmetik. Tapi paling menakutkan bagi saya jika ada kacamata dengan noda bekas jari di kacanya,” katanya.</p>
<p>Sementara itu Megan Fox mengatakan ia tidak bisa makan di restoran menggunakan sendok garpu perak.</p>
<p>“Saya langsung merasa jijik karena mengetahui ada ratusan orang yang mungkin sudah memakai sendok itu. Bayangkan ada berapa bakteri di sendok itu,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Dr. Pam Spurr, pakar perilaku, situs jejaring sosial seperti misalnya Facebook dan Twitter ternyata bisa membuat seseorang terkena penyakit yang tergolong gangguan kejiwaan ini. Kebiasaan atau rutinitas yang sering bermain Facebook walaupun hanya sekedar melihat, mengecek, atau memperbaharui status bisa membuat perasaan Anda cemas dan ingin terus melakukannya.</p>
<p>Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, maka otak Anda akan merasa selalu terdorong untuk melakukan hal tersebut, yang pada akhirnya akan mempengaruhi mental dan kebiasaan hidup Anda sehari-hari.</p>
<p>Pam Spurr mengungkapkan, cara untuk mencegah OCD adalah dengan menenangkan pikiran, mengubah pola pikir dan gaya hidupnya.</p>
<p>Tapi sayangnya, situs jaringan sosial termasuk Facebook dan Twitter justru berdampak sebaliknya bagi pikiran manusia, bahkan bisa menciptakan kecemasan lebih besar.</p>
<p>Pam menambahkan, seseorang yang cara berpikirnya lebih tenang umumnya bisa mengatasi persoalan ini. Untuk melindungi diri dari kemungkinan terserang penyakit ini, Pam menyarankan hendaknya setiap orang membatasi jumlah waktu mereka untuk bermain facebook dan twitter.</p>
<p>Sumber: lintas-warta.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/update-status-di-facebook-dan-twitter-bisa-bikin-sakit-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Tip Jitu Agar Buah Hati Mahir Membaca</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/5-tip-jitu-agar-buah-hati-mahir-membaca/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/5-tip-jitu-agar-buah-hati-mahir-membaca/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 03:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafki Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Info]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafkirasyid.com/?p=15527</guid>
		<description><![CDATA[SETIAP orang tua tentu menginginkan buah hatinya mahir membaca. Latih kemampuan membaca si kecil sejak dini agar prestasinya semakin cemerlang di sekolah. Berikut ini adalah lima tip jitu mengajarkan anak membaca seperti dianjurkan National Center for Family Literacy dan para ahli: Interaktif Idealnya, Anda sudah mulai membacakan buku untuk anak sejak dia berada di dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SETIAP </strong>orang tua tentu menginginkan buah hatinya mahir membaca. Latih kemampuan membaca si kecil sejak dini agar prestasinya semakin cemerlang di sekolah.</p>
<p>Berikut ini adalah lima tip jitu mengajarkan anak membaca seperti dianjurkan National Center for Family Literacy dan para ahli:</p>
<p><strong>Interaktif</strong><br />
Idealnya, Anda sudah mulai membacakan buku untuk anak sejak dia berada di dalam kandungan. Ketika anak mencapai usia prasekolah, ajak dia menjadi rekan membaca Anda. Biarkan anak memilih buku yang ia mau, lalu bacakan buku itu untuknya dengan suara keras. Tanyakan mengapa anak memilih buku itu, dan apa yang diingatnya tentang kisah di dalam buku.</p>
<p>Ketika membaca, biarkan anak duduk di samping Anda sehingga ia bisa membalikkan halaman selagi Anda membaca untuknya. Jangan lupa untuk menunjuk dengan jari setiap patah kata yang Anda baca dari buku agar anak bisa mengikutinya. Jadikan aktivitas tersebut semakin interaktif dengan bertanya kepada anak bagaimana menurutnya kisah itu berjalan.</p>
<p><strong>Alfabet</strong><br />
Cari buku alfabet dengan subjek yang menarik minat anak. Misalnya buku tentang binatang, makanan, atau mesin. Selain itu, dorong anak untuk membuat sendiri buku alfabetnya menggunakan guntingan gambar dari majalah atau koran yang ditempelkan ke <em>scrapbook</em>. Setiap gambar mewakili sebuah huruf. Perkenalkan pula kepadanya bagaimana bunyi setiap huruf tersebut.</p>
<p><strong>Mengenali objek</strong><br />
Gunakan kartu indeks untuk melabeli berbagai benda di rumah, mulai dari pintu, tempat tidur, dinding, lampu, televisi, lemari dan lain sebagainya. Dengan demikian, rumah Anda akan menjadi buku bergambar raksasa yang menyenangkan baginya. Anak akan mempelajari berbagai kosakata baru dengan melihat dan membaca objek-objek tersebut.</p>
<p>Libatkan pula anak saat membuat label untuk ditempelkan ke berbagai objek.Setelah itu, tingkatkan kemampuan anak dengan memintanya membaca nama-nama jalan, gedung, papan reklame atau apa pun yang Anda temukan saat berjalan-jalan keluar rumah.</p>
<p><strong>Role model</strong><br />
Berikan contoh yang baik kepada anak. Biarkan dia melihat Anda membaca berbagai novel, majalah, surat kabar, atau resep masakan. Selagi membaca, biarkan anak bergelung di samping Anda sambil memegang buku bergambar miliknya sendiri. Melihat orang tuanya senang membaca, anak akan semakin terpacu mengasah kemampuannya bersama Anda.</p>
<blockquote><p><strong> </strong></p></blockquote>
<p><strong>Bahan bacaan</strong><br />
Ketika anak mulai belajar membaca atau sudah fasih membaca, biarkan dia memilih sendiri bahan bacaannya. Kotak sereal, katalog, atau selebaran bisa menjadi bahan bacaan yang baik untuk melatih kemampuannya selain buku atau majalah. Selain itu, ajak anak ke perpustakaan atau toko buku untuk menumbuhkan kecintaannya dalam membaca. [taz/voa-islam.com/mi]</p>
<p>Sumber: Voa-Islam. Com</p>
<div><strong>Share this post..</strong></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/5-tip-jitu-agar-buah-hati-mahir-membaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ucapan yang Sebaiknya Dihindari di Kantor</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/ucapan-yang-sebaiknya-dihindari-di-kantor/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/ucapan-yang-sebaiknya-dihindari-di-kantor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 07:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafki Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Info]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafkirasyid.com/?p=1349</guid>
		<description><![CDATA[Bila bekerja dari pukul 09.00-17.00 setiap harinya, bisa dibilang Anda menghabiskan waktu lebih banyak dengan rekan sekantor ketimbang teman lainnya. Sehingga terkadang sulit membedakan garis batas antara bisnis dan persahabatan, ujar Susan Solovic, pengarang Reinvent Your Career: Attain the Success You Desire and Deserve. Di masa sekarang ini, ketika perputaran pegawai terjadi begitu cepat, kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila bekerja dari pukul 09.00-17.00 setiap harinya, bisa dibilang Anda menghabiskan waktu lebih banyak dengan rekan sekantor ketimbang teman lainnya. Sehingga terkadang sulit membedakan garis batas antara bisnis dan persahabatan, ujar Susan Solovic, pengarang  Reinvent Your Career: Attain the Success You Desire and Deserve.</p>
<p>Di masa sekarang ini, ketika perputaran pegawai terjadi begitu cepat, kita harus menjaga diri agar posisi kita tidak tergeser karena sikap dan tindakan kita. Untuk menjaga karier Anda berada dalam jalur yang tepat, berikut adalah perkataan yang sebaiknya tak terlontar dari mulut Anda saat berada di kantor:</p>
<p><strong>1. “Itu bukan pekerjaan saya.”</strong><br />
Ketika seseorang meminta bantuan pada Anda, anggaplah hal tersebut sebagai pujian. Orang yang meminta bantuan tersebut pastinya menghargai pendapat ataupun kemampuan Anda untuk mengerjakan tugas tadi. Namun sebaiknya Anda tidak mengerjakannya setengah-setengah. Percayalah, tak ada atasan yang mau mendengar kalimat seperti, ”Itu bukan pekerjaan saya.”</p>
<p><strong>2. Dengan muka palsu berkata, “Saya akan bantu Anda dengan tugas itu.”</strong><br />
Rasanya amat menyebalkan ketika seseorang menawarkan bantuan, namun mengeluh soal pekerjaan tersebut di belakang. Jika Anda bersedia mengerjakan suatu tugas tetapi tidak sungguh-sungguh, bantuan Anda sama sekali tak berguna. Ketika seseorang bekerja tanpa antusias, ia tak akan memberikan totalitas. Plus, jangan katakan Anda akan mengerjakan suatu tugas jika Anda tak sungguh-sungguh dalam menyelesaikannya. Anda hanya akan dianggap sebagai orang yang tak dapat diandalkan.</p>
<p><strong>3. “Jangan bilang siapa-siapa.…”</strong><br />
Tiap kali Anda memulai percakapan dengan frase tersebut, Anda berarti meminta satu hal, yakni si pendengar untuk menyebarkan gosip itu ke orang lain. Jika Anda memang memegang suatu rahasia, simpanlah untuk Anda sendiri. Apapun isi beritanya, ketika Anda memutuskan menyampaikannya kepada orang lain, Anda lah yang akan menjadi penyebar beritanya. Plus, jika ada rekan kerja yang bergosip dengan Anda, kemungkinan terbesar dia pun akan bergosip tentang Anda.</p>
<p><strong>4. “Gaji saya enggak pernah naik!”</strong><br />
Kebanyakan perusahaan menaikkan gaji karyawannya berdasarkan produktivitas mereka, bukan berdasarkan lamanya waktu kerja. Meminta kenaikan gaji pada atasan berdasarkan lamanya Anda bergabung dengan perusahaan tanpa menilai produktivitas kerja Anda hanya akan membunyikan alarm si atasan bahwa Anda hanya mengejar uang, bukan karena Anda memang patut mendapatkan kenaikan tersebut. Anda harus benar-benar membuktikan kepada perusahaan bahwa Anda memang patut mendapatkan kenaikan gaji.</p>
<p><strong>5. “Saya benar-benar stres dan muak bekerja di sini.”</strong><br />
Keluhan yang terus-menerus tentang padatnya pekerjaan Anda, atau betapa memuakkannya suasana di kantor, secara perlahan tapi pasti akan membuat Anda dijauhi teman-teman kantor. Jika Anda tak setuju dengan kebijaksanaan atau aturan kantor, laporkan lewat saluran yang tepat, misalnya lewat HRD atau sekalian berhenti bekerja di sana, cari tempat baru. Siapa yang senang mendengarkan orang mengeluh terus-menerus?</p>
<p><strong>6. “Ada yang aneh pada tubuh saya, ada jamur di … saya.”</strong><br />
Jika Anda bukan termasuk orang yang populer, tak akan ada yang mau mendengarkan keluhan penyakit Anda. Entah itu masalah sakit kram saat menstruasi, atau banyaknya gas di dalam perut Anda. Atasan Anda akan menilai Anda sebagai pegawai yang memiliki masalah kesehatan konstan, yang artinya biaya tambahan tiap bulan, dan merupakan pegawai yang risikonya tinggi. Bagi rekan kerja, Anda akan terlihat seperti orang yang sedang mencari perhatian, semacam hypochondriac, orang yang terlalu banyak khawatir akan kondisi kesehatan.</p>
<p><strong>7. “Di pemilu nanti, kamu pilih siapa?” atau “Agamamu apa?”</strong><br />
Pemilu yang berasaskan luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, dan jujur, adil) masih dianggap berlaku. Jadi, masyarakat memiliki nilai-nilai dan kepercayaan mereka masing-masing yang bebas dan rahasia. Tak perlu mengucilkan rekan kerja karena perbedaan cara pandang. Presiden Amerika Serikat saja mengimbau masyarakatnya untuk bisa mencontoh kedamaian di antara perbedaan yang ada di Indonesia, mengapa kita harus mengkotak-kotakkan orang berdasarkan pilihan politik atau agamanya?</p>
<p><strong>8. “Tadi malam saya pulang mabuk.”</strong><br />
Ujar-ujar work hard play hard memang banyak diterapkan masyarakat urban jaman sekarang. Tetapi, perlu diingat, jangan mengungkit-ungkit kegiatan semalam kepada bos Anda. Membicarakan hal tersebut akan membuat Anda terlihat menghitung jam untuk segera pergi dari kantor. Belum lagi Anda akan terlihat tidak profesional dan tak dapat dipercaya.</p>
<p><strong>9. “Saya tak punya waktu untuk itu.”</strong><br />
Cobalah untuk membuka mata. Semua orang pun sibuk, bukan Anda saja. Jika Anda memprioritaskan untuk menyelesaikan tugas tepat waktu, jujurlah dan katakan pada atasan Anda perkiraan waktu selesainya. Katakan pada bos apa saja yang belum dan sudah Anda kerjakan, termasuk sisa pekerjaan yang harus diselesaikan. Tanyakan, yang mana sebaiknya yang diprioritaskan. Hal ini akan menunjukkan Anda mengerjakan setiap tugas dengan serius dan hanya ingin menyelesaikan tugas sebaik mungkin.</p>
<p><strong>10. “Saya baru membelikan bos jam tangan Guess yang harganya XX juta rupiah.”</strong><br />
Segala yang berkaitan dengan uang itu sensitif. Jika Anda menyebutkan angka yang besar, dan memberikan ukuran bahwa suatu angka rupiah adalah mahal atau murah, Anda akan dicap orang kaya yang pelit, atau orang yang selalu mengeluh soal uang. Hal itu tak hanya membuat Anda terlihat sedang menyombongkan diri, tetapi juga  membuat orang berspekulasi tentang gaya hidup Anda.</p>
<p>Sumber: Kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/ucapan-yang-sebaiknya-dihindari-di-kantor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

