<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>::: Rafki Rasyid.com &#187; Psikologi</title>
	<atom:link href="http://rafkirasyid.com/tag/psikologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rafkirasyid.com</link>
	<description>Celoteh Ekonomi dan Manajemen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Jul 2010 14:32:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>5 Tip Jitu Agar Buah Hati Mahir Membaca</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/5-tip-jitu-agar-buah-hati-mahir-membaca/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/5-tip-jitu-agar-buah-hati-mahir-membaca/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 03:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafki Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Info]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafkirasyid.com/?p=15527</guid>
		<description><![CDATA[SETIAP orang tua tentu menginginkan buah hatinya mahir membaca. Latih kemampuan membaca si kecil sejak dini agar prestasinya semakin cemerlang di sekolah. Berikut ini adalah lima tip jitu mengajarkan anak membaca seperti dianjurkan National Center for Family Literacy dan para ahli: Interaktif Idealnya, Anda sudah mulai membacakan buku untuk anak sejak dia berada di dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SETIAP </strong>orang tua tentu menginginkan buah hatinya mahir membaca. Latih kemampuan membaca si kecil sejak dini agar prestasinya semakin cemerlang di sekolah.</p>
<p>Berikut ini adalah lima tip jitu mengajarkan anak membaca seperti dianjurkan National Center for Family Literacy dan para ahli:</p>
<p><strong>Interaktif</strong><br />
Idealnya, Anda sudah mulai membacakan buku untuk anak sejak dia berada di dalam kandungan. Ketika anak mencapai usia prasekolah, ajak dia menjadi rekan membaca Anda. Biarkan anak memilih buku yang ia mau, lalu bacakan buku itu untuknya dengan suara keras. Tanyakan mengapa anak memilih buku itu, dan apa yang diingatnya tentang kisah di dalam buku.</p>
<p>Ketika membaca, biarkan anak duduk di samping Anda sehingga ia bisa membalikkan halaman selagi Anda membaca untuknya. Jangan lupa untuk menunjuk dengan jari setiap patah kata yang Anda baca dari buku agar anak bisa mengikutinya. Jadikan aktivitas tersebut semakin interaktif dengan bertanya kepada anak bagaimana menurutnya kisah itu berjalan.</p>
<p><strong>Alfabet</strong><br />
Cari buku alfabet dengan subjek yang menarik minat anak. Misalnya buku tentang binatang, makanan, atau mesin. Selain itu, dorong anak untuk membuat sendiri buku alfabetnya menggunakan guntingan gambar dari majalah atau koran yang ditempelkan ke <em>scrapbook</em>. Setiap gambar mewakili sebuah huruf. Perkenalkan pula kepadanya bagaimana bunyi setiap huruf tersebut.</p>
<p><strong>Mengenali objek</strong><br />
Gunakan kartu indeks untuk melabeli berbagai benda di rumah, mulai dari pintu, tempat tidur, dinding, lampu, televisi, lemari dan lain sebagainya. Dengan demikian, rumah Anda akan menjadi buku bergambar raksasa yang menyenangkan baginya. Anak akan mempelajari berbagai kosakata baru dengan melihat dan membaca objek-objek tersebut.</p>
<p>Libatkan pula anak saat membuat label untuk ditempelkan ke berbagai objek.Setelah itu, tingkatkan kemampuan anak dengan memintanya membaca nama-nama jalan, gedung, papan reklame atau apa pun yang Anda temukan saat berjalan-jalan keluar rumah.</p>
<p><strong>Role model</strong><br />
Berikan contoh yang baik kepada anak. Biarkan dia melihat Anda membaca berbagai novel, majalah, surat kabar, atau resep masakan. Selagi membaca, biarkan anak bergelung di samping Anda sambil memegang buku bergambar miliknya sendiri. Melihat orang tuanya senang membaca, anak akan semakin terpacu mengasah kemampuannya bersama Anda.</p>
<blockquote><p><strong> </strong></p></blockquote>
<p><strong>Bahan bacaan</strong><br />
Ketika anak mulai belajar membaca atau sudah fasih membaca, biarkan dia memilih sendiri bahan bacaannya. Kotak sereal, katalog, atau selebaran bisa menjadi bahan bacaan yang baik untuk melatih kemampuannya selain buku atau majalah. Selain itu, ajak anak ke perpustakaan atau toko buku untuk menumbuhkan kecintaannya dalam membaca. [taz/voa-islam.com/mi]</p>
<p>Sumber: Voa-Islam. Com</p>
<div><strong>Share this post..</strong></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/5-tip-jitu-agar-buah-hati-mahir-membaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ucapan yang Sebaiknya Dihindari di Kantor</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/ucapan-yang-sebaiknya-dihindari-di-kantor/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/ucapan-yang-sebaiknya-dihindari-di-kantor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 07:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafki Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Info]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafkirasyid.com/?p=1349</guid>
		<description><![CDATA[Bila bekerja dari pukul 09.00-17.00 setiap harinya, bisa dibilang Anda menghabiskan waktu lebih banyak dengan rekan sekantor ketimbang teman lainnya. Sehingga terkadang sulit membedakan garis batas antara bisnis dan persahabatan, ujar Susan Solovic, pengarang Reinvent Your Career: Attain the Success You Desire and Deserve. Di masa sekarang ini, ketika perputaran pegawai terjadi begitu cepat, kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila bekerja dari pukul 09.00-17.00 setiap harinya, bisa dibilang Anda menghabiskan waktu lebih banyak dengan rekan sekantor ketimbang teman lainnya. Sehingga terkadang sulit membedakan garis batas antara bisnis dan persahabatan, ujar Susan Solovic, pengarang  Reinvent Your Career: Attain the Success You Desire and Deserve.</p>
<p>Di masa sekarang ini, ketika perputaran pegawai terjadi begitu cepat, kita harus menjaga diri agar posisi kita tidak tergeser karena sikap dan tindakan kita. Untuk menjaga karier Anda berada dalam jalur yang tepat, berikut adalah perkataan yang sebaiknya tak terlontar dari mulut Anda saat berada di kantor:</p>
<p><strong>1. “Itu bukan pekerjaan saya.”</strong><br />
Ketika seseorang meminta bantuan pada Anda, anggaplah hal tersebut sebagai pujian. Orang yang meminta bantuan tersebut pastinya menghargai pendapat ataupun kemampuan Anda untuk mengerjakan tugas tadi. Namun sebaiknya Anda tidak mengerjakannya setengah-setengah. Percayalah, tak ada atasan yang mau mendengar kalimat seperti, ”Itu bukan pekerjaan saya.”</p>
<p><strong>2. Dengan muka palsu berkata, “Saya akan bantu Anda dengan tugas itu.”</strong><br />
Rasanya amat menyebalkan ketika seseorang menawarkan bantuan, namun mengeluh soal pekerjaan tersebut di belakang. Jika Anda bersedia mengerjakan suatu tugas tetapi tidak sungguh-sungguh, bantuan Anda sama sekali tak berguna. Ketika seseorang bekerja tanpa antusias, ia tak akan memberikan totalitas. Plus, jangan katakan Anda akan mengerjakan suatu tugas jika Anda tak sungguh-sungguh dalam menyelesaikannya. Anda hanya akan dianggap sebagai orang yang tak dapat diandalkan.</p>
<p><strong>3. “Jangan bilang siapa-siapa.…”</strong><br />
Tiap kali Anda memulai percakapan dengan frase tersebut, Anda berarti meminta satu hal, yakni si pendengar untuk menyebarkan gosip itu ke orang lain. Jika Anda memang memegang suatu rahasia, simpanlah untuk Anda sendiri. Apapun isi beritanya, ketika Anda memutuskan menyampaikannya kepada orang lain, Anda lah yang akan menjadi penyebar beritanya. Plus, jika ada rekan kerja yang bergosip dengan Anda, kemungkinan terbesar dia pun akan bergosip tentang Anda.</p>
<p><strong>4. “Gaji saya enggak pernah naik!”</strong><br />
Kebanyakan perusahaan menaikkan gaji karyawannya berdasarkan produktivitas mereka, bukan berdasarkan lamanya waktu kerja. Meminta kenaikan gaji pada atasan berdasarkan lamanya Anda bergabung dengan perusahaan tanpa menilai produktivitas kerja Anda hanya akan membunyikan alarm si atasan bahwa Anda hanya mengejar uang, bukan karena Anda memang patut mendapatkan kenaikan tersebut. Anda harus benar-benar membuktikan kepada perusahaan bahwa Anda memang patut mendapatkan kenaikan gaji.</p>
<p><strong>5. “Saya benar-benar stres dan muak bekerja di sini.”</strong><br />
Keluhan yang terus-menerus tentang padatnya pekerjaan Anda, atau betapa memuakkannya suasana di kantor, secara perlahan tapi pasti akan membuat Anda dijauhi teman-teman kantor. Jika Anda tak setuju dengan kebijaksanaan atau aturan kantor, laporkan lewat saluran yang tepat, misalnya lewat HRD atau sekalian berhenti bekerja di sana, cari tempat baru. Siapa yang senang mendengarkan orang mengeluh terus-menerus?</p>
<p><strong>6. “Ada yang aneh pada tubuh saya, ada jamur di … saya.”</strong><br />
Jika Anda bukan termasuk orang yang populer, tak akan ada yang mau mendengarkan keluhan penyakit Anda. Entah itu masalah sakit kram saat menstruasi, atau banyaknya gas di dalam perut Anda. Atasan Anda akan menilai Anda sebagai pegawai yang memiliki masalah kesehatan konstan, yang artinya biaya tambahan tiap bulan, dan merupakan pegawai yang risikonya tinggi. Bagi rekan kerja, Anda akan terlihat seperti orang yang sedang mencari perhatian, semacam hypochondriac, orang yang terlalu banyak khawatir akan kondisi kesehatan.</p>
<p><strong>7. “Di pemilu nanti, kamu pilih siapa?” atau “Agamamu apa?”</strong><br />
Pemilu yang berasaskan luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, dan jujur, adil) masih dianggap berlaku. Jadi, masyarakat memiliki nilai-nilai dan kepercayaan mereka masing-masing yang bebas dan rahasia. Tak perlu mengucilkan rekan kerja karena perbedaan cara pandang. Presiden Amerika Serikat saja mengimbau masyarakatnya untuk bisa mencontoh kedamaian di antara perbedaan yang ada di Indonesia, mengapa kita harus mengkotak-kotakkan orang berdasarkan pilihan politik atau agamanya?</p>
<p><strong>8. “Tadi malam saya pulang mabuk.”</strong><br />
Ujar-ujar work hard play hard memang banyak diterapkan masyarakat urban jaman sekarang. Tetapi, perlu diingat, jangan mengungkit-ungkit kegiatan semalam kepada bos Anda. Membicarakan hal tersebut akan membuat Anda terlihat menghitung jam untuk segera pergi dari kantor. Belum lagi Anda akan terlihat tidak profesional dan tak dapat dipercaya.</p>
<p><strong>9. “Saya tak punya waktu untuk itu.”</strong><br />
Cobalah untuk membuka mata. Semua orang pun sibuk, bukan Anda saja. Jika Anda memprioritaskan untuk menyelesaikan tugas tepat waktu, jujurlah dan katakan pada atasan Anda perkiraan waktu selesainya. Katakan pada bos apa saja yang belum dan sudah Anda kerjakan, termasuk sisa pekerjaan yang harus diselesaikan. Tanyakan, yang mana sebaiknya yang diprioritaskan. Hal ini akan menunjukkan Anda mengerjakan setiap tugas dengan serius dan hanya ingin menyelesaikan tugas sebaik mungkin.</p>
<p><strong>10. “Saya baru membelikan bos jam tangan Guess yang harganya XX juta rupiah.”</strong><br />
Segala yang berkaitan dengan uang itu sensitif. Jika Anda menyebutkan angka yang besar, dan memberikan ukuran bahwa suatu angka rupiah adalah mahal atau murah, Anda akan dicap orang kaya yang pelit, atau orang yang selalu mengeluh soal uang. Hal itu tak hanya membuat Anda terlihat sedang menyombongkan diri, tetapi juga  membuat orang berspekulasi tentang gaya hidup Anda.</p>
<p>Sumber: Kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/ucapan-yang-sebaiknya-dihindari-di-kantor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Para Tokoh Jenius</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/para-tokoh-jenius/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/para-tokoh-jenius/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 15:42:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafki Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Info]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafkirasyid.com/?p=1311</guid>
		<description><![CDATA[Dunia terus menciptakan jenius-jenius yang berperan besar dalam kehidupan manusia. Creators Synectics mengeluarkan daftar 100 jenius yang dipilih oleh dewan beranggotakan enam orang pakar. Sayangnya tak ada orang Indonesia dalam daftar itu. Top 100 jenius yang masih hidup, dikeluarkan firma konsultan global Creators Synectics berdasarkan beberapa kriteria penilaian. Peralihan paradigma, popularitas, kekuatan intelektual, pencapaian dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia terus menciptakan<a href="http://rafkirasyid.com/apakah-anda-orang-yang-jenius/" target="_blank"> jenius-jenius</a> yang berperan besar dalam kehidupan manusia. Creators Synectics mengeluarkan daftar 100 jenius yang dipilih oleh dewan beranggotakan enam orang pakar. Sayangnya tak ada orang Indonesia dalam daftar itu.</p>
<p>Top 100 jenius yang masih hidup, dikeluarkan firma konsultan global Creators Synectics berdasarkan beberapa kriteria penilaian. Peralihan paradigma, popularitas, kekuatan intelektual, pencapaian dan keutamaan kultur menjadi pertimbangan.</p>
<p>Dalam daftar itu terdapat nama-nama popular semacam sutradara Steven Spielberg, raja koran Rupert Murdoch, penyanyi Prince, Stevie Wonder dan Dolly Parton, serta petinju Mohammed Ali dan pemilik Microsoft Bill Gates.</p>
<p>Dari Asia terdapat nama-nama pakar teknik Ali Javan dari Iran, pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama, ahli robot Jepang Hiroshi Ishiguro, Enrique Ostrea yang merupakan ahli Pediatrik dan neonatologi.</p>
<p>Nama Osama Bin Laden juga masuk dalam daftar jenius itu. Selain itu masih ada ahli pengobatan biologi Tuan Vo-Dinh dari Vietnam, Pardis Sabeti ahli biologi anthropologi Iran dan ilmuwan komputer Jepang Shunpei Yamazaki.</p>
<p>Philip Glass yang masuk dalam urutan sepuluh merupakan salah satu komposer yang paling berpengaruh di abad 20. Dia merupakan pendahulu musik minimalis, dan lebih suka menyebut hasil karyanya sebagai “musik dengan struktur yang diulang-ulang”.</p>
<p>Di atasnya adalah Oscar Niemeyer. Warga negara Brazil ini merupakan guru di bidang arsitektur di abad 20 dan pioner modernisme. Dia yang mengembangkan ide penggunaan beton untuk karya seni.</p>
<p>Jenius urutan selanjutnya adalah Stephen Hawking. Ilmuwan Inggris yang memiliki cacat tubuh ini, merupakan penulis mengenai pembuktian teori relatifitas Einstein. Menurutnya ruang dan waktu dimulai dengan &#8220;Big Bang.&#8221; Dia juga terkenal dengan teorinya mengenai Lubang Hitam, misteri pusaran yang terbentuk akibat ledakan bintang.</p>
<p>Seniman Italia Dario Fo terkenal dengan karya dramanya pada 1970 “Accidental Death of an Anarchist.” Dia juga peraih penghargaan Nobel di bidang sastra pada 1997.</p>
<p>Pejuang anti-apartheid Nelson Mandela pernah menjalani 27 tahun di penjara sebelum akhirnya mengantarnya sebagai presiden Afrika Selatan berkulit hitam pertama. Dia juga peraih penghargaan Nobel pada 1993.</p>
<p>Frederick Sanger merupakan pakar biokimia Inggris peraih nobel dua kali. Dia memenangkan Nobel pada 1958 di bidang kimia dalam usahanya mengembangkan metode untuk mempelajari struktur protein. Karyanya mengantar meraih Nobel kedua pada 1980, dalam pengembangan metode untuk mengetahui struktur kimia dari DNA berukuran besar.</p>
<p>Jenius lainnya Matt Groening kartunis asal Amerika ini dikenal dengan kritik politik dan sosialnya lewat film komedia situasi animasi The Simpsons. Acara televisi di Fox ini menembus 20 musim.</p>
<p>Nama lain, spekulan Amerika kelahiran Hungaria George Soros dianggap sebagai investror paling sukses di dunia. Dia diperkirakan mengumpulkan pundi-pundi hingga US$ 9 miliar. Jenius dalam daftar teratas adalah Tim Berners-Lee. Ahli fisika Inggris yang beralih menjadi programmer ini adalah penemu World Wide Web.</p>
<p>Sumber: inilah.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/para-tokoh-jenius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
