<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>::: Rafki Rasyid.com &#187; Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://rafkirasyid.com/tag/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rafkirasyid.com</link>
	<description>Celoteh Ekonomi dan Manajemen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Jul 2010 14:32:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Waktu Gosok Gigi Yang Tepat</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/waktu-gosok-gigi-yang-tepat/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/waktu-gosok-gigi-yang-tepat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 04:02:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafki Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafkirasyid.com/?p=7351</guid>
		<description><![CDATA[Ketika menjelaskan network diagram kepada mahasiswa, saya paling suka memberikan contoh dengan aktivitas kehidupan sehari-hari. Sebab contoh ini bisa langsung dibayangkan dan sederhana. Mulai dari mandi, sarapan pagi, gosok gigi, berpakaian, baca koran sambil ngopi, kemudian berangkat ke kampus/kantor. Namun, mahasiswa seringkali protes ketika aktivitas &#8220;gosok gigi&#8221; dilakukan setelah sarapan. Menurut mereka seharusnya gosok gigi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika menjelaskan <em>network diagram </em>kepada mahasiswa, saya paling suka memberikan contoh dengan aktivitas kehidupan sehari-hari. Sebab contoh ini bisa langsung dibayangkan dan sederhana. Mulai dari mandi, sarapan pagi, gosok gigi, berpakaian, baca koran sambil ngopi, kemudian berangkat ke kampus/kantor. Namun, mahasiswa seringkali protes ketika aktivitas &#8220;gosok gigi&#8221; dilakukan setelah sarapan. Menurut mereka seharusnya gosok gigi dilakukan sehabis / selagi mandi. Mungkin lagu anak-anak yang berjudul &#8220;Bangun Pagi&#8221; sangat berpengaruh dikalangan mahasiswa sekarang. <img src='http://rafkirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bilakah waktu yang tepag sebenarnya untuk gosok gigi itu jika dilihat dari sisi kesehatan? Ternyata jawabannya adalah sesudah sarapan dan sebelum tidur malam. Sikat gigi sesudah sarapan untuk membersihkan sisa makanan setelah makan. Sedangkan yang menjelang tidur untuk menghancurkan mikroorganisme di mulut, yang bertambah dua kali lipat saat malam hari.</p>
<p>Sayangnya, masyarakat banyak melakukan kesalahan, bahkan di negara maju seperti Eropa. Hal itu dijelaskan pihak Unilever dalam kampanye <em>Brush Day+ </em>dari <em>Unilever Oral Care </em>untuk wilayah Asia, di Singapura, beberapa waktu yang lalu. Menurut mereka berdasarkan penelitian Dinas Kesehatan, 91 persen masyarakat melakukan sikat gigi dua kali sehari, tapi hanya tujuh persen yang melakukannya dengan benar.</p>
<p>Jadi, sudahkah Anda menyikat gigi pada waktu yang tepat? Saatnya merubah lirik lagu &#8220;Bangun Pagi&#8221;. <img src='http://rafkirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/waktu-gosok-gigi-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susu Kuda Liar</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/susu-kuda-liar/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/susu-kuda-liar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 03:55:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafki Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafkirasyid.com/?p=1269</guid>
		<description><![CDATA[Pernah mencoba rasa susu kuda liar? Pasti Anda bakal mengernyitkan dahi sebelum mencicipinya. Sebab, bau susu kuda liar memang kurang enak Begitu juga rasanya yang asam dan kecut. Saya sudah lama mendengar tentang khasiat dari susu kuda liar ini namun tidak pernah mencicipinya. Susu kuda liar khabarnya berkhasiat untuk mengobati sekaligus mencegah beberapa penyakit, seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah mencoba rasa susu kuda liar? Pasti Anda bakal mengernyitkan dahi sebelum mencicipinya. Sebab, bau susu kuda liar memang kurang enak Begitu juga rasanya yang asam dan kecut.</p>
<p>Saya sudah lama mendengar tentang khasiat dari susu kuda liar ini namun tidak pernah mencicipinya. Susu kuda liar khabarnya berkhasiat untuk mengobati sekaligus mencegah beberapa penyakit, seperti sakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker payudara, kanker rahim, bahkan sampai permasalahan seksual, seperti lemah syahwat dan kurang subur.</p>
<p>Tak heran jika iklan-iklan susu kuda liar begitu gencar di radio atau di koran-koran. Rata-rata menawarkan testimoni masyarakat yang sembuh dari penyakit-penyakit tersebut setelah beberapa lama mengonsumsi susu kuda liar secara teratur.</p>
<p>Namun, sebagai yang terjadi untuk produk lainnya, konsumen produk susu kuda liar ini juga semakin cerdas dan kritis. Bagaimana mungkin kuda yang katanya adalah &#8220;kuda liar&#8221; susunya bisa diperah? Bagaimana cara menangkap kuda tersebut dan memerah susunya? Hal ini banyak ditanyakan konsumen susu kuda liar ini.</p>
<p>Menanggapi protes masyarakat tersebut, BPOM kemudian mengganti label susu kuda liar menjadi <strong>susu kuda sumbawa</strong>. Dengan begitu, orang tidak bertanya arti liar di sini karena pada dasarnya susu kuda tersebut merupakan susu kuda hasil ternakan. Mungkin istilah ini lebih tepat daripada menyamaratakan bahwa semua susu kuda yang dijual adalah susu kuda liar.</p>
<p>Namun, di Kabupaten Bima yang masih satu provinsi dengan Kabupaten Sumbawa, susu kuda yang diambil benar-benar berasal dari kuda liar lantaran kuda yang dimaksud tersebut bebas berkeliaran di lereng Gunung Suromandi, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Kuda tersebut sebenarnya milik masyarakat sekitar lereng Gunung Suromandi, tetapi dibiarkan berkeliaran mencari makan sendiri. Lereng Gunung Suromandi sendiri kaya akan rumput-rumputan sehingga kuda-kuda liar ini bebas mencari makanan.</p>
<p>Lantaran liar, sangat tidak mudah untuk mengambil susunya. Rata-rata satu kuda bisa diperah hanya sampai dua botol sehingga penjualan susu kuda liar di sini hanya dilakukan berdasarkan pesanan semata. Kalaupun pesanan banyak, tidak bisa dipaksakan. Paling banter dalam sebulan hanya terkumpul 20 botol susu. Harga satu botol susu kuda liar ukuran botol sirup hanya sebesar Rp 50.000. Jadi, dalam sebulan omzet masyarakat sekitar lereng Gunung Suromandi paling hanya sebesar Rp 1 juta. Hasil penjualan susu kuda liar di desa ini khabarnya masuk ke kas desa masyarakat lereng Gunung Suromandi.</p>
<p>Sekarang coba bandingkan dengan &#8220;susu kuda liar&#8221; yang banyak beredar di pasaran. Hampir di setiap toko ataupun apotik susu ini tersedia banyak. Sehingga sangat mudah mendapatkannya. Tentu saja ini bukan &#8220;susu kuda liar&#8221; asli, melainkan susu kuda ternak. Khasiatnyapun pastilah tidak semanjur susu kuda liar asli.</p>
<p>Terlepas dari semua itu, saya memang belum pernah sama sekali mencicipi susu kuda liar ataupun susu kuda ternakan ini. Apalagi mengenai khasiatnya, tidak banyak referensi yang bisa diacu di sini kecuali testimoni di surat kabar dan radio dari para konsumennya. Mungkin ada yang bisa berbagi pengalaman masalah minuman yang satu ini?</p>
<p>Sumber Berita: Kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/susu-kuda-liar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Begadang Jangan Begadang</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/begadang-jangan-begadang/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/begadang-jangan-begadang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 15:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafki Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafkirasyid.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat dengan judul lagu dangdut ciptaan Rhoma Irama ini? Ternyata kerugian begadang malam ini kembali dibuktikan secara ilmiah. Adalah tim peneliti dari Women&#8217;s Hospital and Harvard Medical School, Boston, yang telah melakukan penelitian tentang ini. Penelitian tersebut dipublikasikan di edisi online Proceedings of the National Academy of Sciences, pada bulan ini. Bekerja di malam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingat dengan judul lagu dangdut ciptaan Rhoma Irama ini? Ternyata kerugian begadang malam ini kembali dibuktikan secara ilmiah. Adalah tim peneliti dari Women&#8217;s Hospital and Harvard Medical School, Boston, yang telah melakukan penelitian tentang ini. Penelitian tersebut dipublikasikan di edisi <a href="http://www.pnas.org/" target="_blank"><em>online Proceedings of the National Academy of Sciences</em></a>, pada bulan ini.</p>
<p>Bekerja di malam hari berdasarkan hasil penelitian tersebut ternyata bisa menyebabkan perubahan hormon dan metabolisme tubuh. Akibatnya, resiko kegemukan, diabetes, dan serangan jantung pun meningkat.</p>
<p>Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap sejumlah pekerja malam (pria dan wanita) selama sepuluh hari. Hasilnya, para &#8220;kalong&#8221; ini mengalami perubahan level gula dan insulin, meski mereka tak punya sejarah diabetes. Hormon pengatur berat badan, leptin, berkurang. Ini merupakan gejala awal kegemukkan dan serangan jantung. Sejumlah peserta mengalami kenaikkan tekanan darah di siang hari.</p>
<p>Para pekerja malam sebelumnya kerap dihubungkan dengan problem pencernaan, kelelahan, dan kesulitan tidur. Komplikasi macam ini muncul karena irama hidup seseorang bertentangan dengan ritme hidup normal: beraktivitas di siang hari, dan tidur di malam hari.</p>
<p>Jadi memang betul kata Bang Rhoma, &#8220;Kalau terlalu banyak begadang, muka pucat karena darah berkurang&#8221;. <img src='http://rafkirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/begadang-jangan-begadang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
