<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>::: Rafki Rasyid.com &#187; Hukum</title>
	<atom:link href="http://rafkirasyid.com/tag/hukum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rafkirasyid.com</link>
	<description>Celoteh Ekonomi dan Manajemen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Jul 2010 14:32:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Mendadak Beken</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/mendadak-beken/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/mendadak-beken/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 03:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafki Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Info]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafkirasyid.com/?p=1307</guid>
		<description><![CDATA[Semenjak kasus Antasari Azhar merebak di masyarakat, wanita yang disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya pembunuhan atas Nasarudin, ikut menjadi beken alias terkenal. Lihat saja blognya Rani Juliani, sang wanita kontroversial tersebut mendadak dikunjungi ribuan orang perhari dari tadinya hanya beberapa orang saja. Kesempatan ramainya blog tersebut juga tidak disia-siakan oleh para pengiklan yang rame-rame menjajakan websitenya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semenjak kasus Antasari Azhar merebak di masyarakat, wanita yang disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya pembunuhan atas Nasarudin, ikut menjadi beken alias terkenal. Lihat saja blognya<a href="http://rani-juliani.blogspot.com/" target="_self"> Rani Juliani</a>, sang wanita kontroversial tersebut mendadak dikunjungi ribuan orang perhari dari tadinya hanya beberapa orang saja.</p>
<p>Kesempatan ramainya blog tersebut juga tidak disia-siakan oleh para pengiklan yang rame-rame menjajakan websitenya masing-masing. Lucu dan miris membaca komentar-komentar yang ada pada blog tersebut. Dalam hal ini saya menangkap bahwa Rani lah yang menjadi tersangka utama, bukan Antasari Azhar. Saya dapat membayangkan betapa tidak nyamannya hidup menjadi pusat perhatian (negatif) seperti yang dialami Rani sekarang ini.</p>
<p>Kita sebaiknya tidak buru-buru menghakimi seseorang sebelum jelas benar siapa yang benar dan siapa yang salah. Lagi pula Rani Juliani hanyalah seorang manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Kebetulan saja kesalahan yang dia perbuat adalah terlibat dengan pejabat tinggi negara ini. Sekali lagi Rani juga manusia, biarkanlah hidupnya tenang dan biarkan dia menyelesaikan masalah pribadinya tanpa ditambah tekanan berat dari penghakiman oleh publik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/mendadak-beken/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ujian Besar KPK</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/ujian-besar-kpk/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/ujian-besar-kpk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 15:53:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafki Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Info]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafkirasyid.com/?p=1304</guid>
		<description><![CDATA[Masih terngiang di telinga kita betapa saat ini KPK sedang berjuang agar kekuasaannya tidak dipreteli, sekarang KPK kembali menghadapi masalah berat. Yaitu, di non-aktifkannya Antasari Azhar &#8211; Sang Macan KPK &#8211; akibat tersangkut kasus pembunuhan direktur PT RPB Nasrudin Zulkarnaen. Banyak spekulasi berkembang seputar keterlibatan Antasari Azhar ini. Mulai dari persaingan bisnis, perkara korupsi, sampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih terngiang di telinga kita betapa saat ini KPK sedang berjuang agar kekuasaannya tidak dipreteli, sekarang KPK kembali menghadapi masalah berat. Yaitu, di non-aktifkannya Antasari Azhar &#8211; Sang Macan KPK &#8211; akibat tersangkut kasus pembunuhan direktur PT RPB Nasrudin Zulkarnaen.</p>
<p>Banyak spekulasi berkembang seputar keterlibatan Antasari Azhar ini. Mulai dari persaingan bisnis, perkara korupsi, sampai pada kemungkinan masalah asmara. Sampai kebenaran terungkap tentunya spekulasi akan semakin menjadi-jadi di tengah masyarakat. Jadi sudah sewajarnya polisi mengambil langkah-langkah taktis dan cepat agar publik tidak terlampau jauh berspekulasi yang bisa berdampak pada kinerja KPK itu sendiri.</p>
<p>KPK sebagaimana kita tahu memiliki banyak lawan di kalangan pejabat negeri ini. Mulai dari pejabat menengah di daerah sampai pada pejabat tinggi di Jakarta, banyak yang menginginkan lembaga ini tidak lagi sekuat sekarang. Hal ini sudah bukan rahasia umum lagi. Jadi polisi sebaiknya melindungi legitimasi lembaga ini dengan secepatnya mengungkap fakta dibalik peristiwa ini.</p>
<p>Terlepas dari itu semua perlu disadari bahwa KPK jaya bukan semata karena kepiwaian kepemimpinan Antasari Azhar. Tapi sistem yang dibangun oleh lembaga ini memang sudah berjalan dengan baik sehingga kelihatan jelas kinerjanya terus menerus meningkat dari waktu ke waktu. Jadi KPK bukan Antasari Azhar dan Antasari Azhar bukanlah KPK itu sendiri.</p>
<p>Penonaktifan Antasari Azhar sebagaimana yang dilakukan oleh pimpinan KPK adalah langkah yang tepat untuk menjaga kenetralan lembaga ini dan membiarkan Antasari fokus menyelesaikan masalah pribadinya ini. Saya juga salut dengan pernyataan Presiden SBY yang menegaskan agar aparat menghukum siapapun yang bersalah tanpa pandang bulu.</p>
<p>Cobaan berat yang bertubi-tubi menghantam KPK belakangan ini diharapkan tidak akan membuat kinerja lembaga ini menurun. Tapi seharusnya bertambah moncer dengan mengambil pelajaran berharga dari peristiwa-peristiwa ini. Negara ini membutuhkan lembaga seperti KPK untuk bisa menyelamatkan orang banyak dari kerugian yang disebabkan oleh beberapa gelintir orang yang begitu rakus di negara ini. Bravo KPK, teruskan langkah dan ambillah hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/ujian-besar-kpk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
