Celoteh Ekonomi dan Manajemen

Susu Kuda Liar

Pernah mencoba rasa susu kuda liar? Pasti Anda bakal mengernyitkan dahi sebelum mencicipinya. Sebab, bau susu kuda liar memang kurang enak Begitu juga rasanya yang asam dan kecut.

Saya sudah lama mendengar tentang khasiat dari susu kuda liar ini namun tidak pernah mencicipinya. Susu kuda liar khabarnya berkhasiat untuk mengobati sekaligus mencegah beberapa penyakit, seperti sakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker payudara, kanker rahim, bahkan sampai permasalahan seksual, seperti lemah syahwat dan kurang subur.

Tak heran jika iklan-iklan susu kuda liar begitu gencar di radio atau di koran-koran. Rata-rata menawarkan testimoni masyarakat yang sembuh dari penyakit-penyakit tersebut setelah beberapa lama mengonsumsi susu kuda liar secara teratur.

Namun, sebagai yang terjadi untuk produk lainnya, konsumen produk susu kuda liar ini juga semakin cerdas dan kritis. Bagaimana mungkin kuda yang katanya adalah “kuda liar” susunya bisa diperah? Bagaimana cara menangkap kuda tersebut dan memerah susunya? Hal ini banyak ditanyakan konsumen susu kuda liar ini.

Menanggapi protes masyarakat tersebut, BPOM kemudian mengganti label susu kuda liar menjadi susu kuda sumbawa. Dengan begitu, orang tidak bertanya arti liar di sini karena pada dasarnya susu kuda tersebut merupakan susu kuda hasil ternakan. Mungkin istilah ini lebih tepat daripada menyamaratakan bahwa semua susu kuda yang dijual adalah susu kuda liar.

Namun, di Kabupaten Bima yang masih satu provinsi dengan Kabupaten Sumbawa, susu kuda yang diambil benar-benar berasal dari kuda liar lantaran kuda yang dimaksud tersebut bebas berkeliaran di lereng Gunung Suromandi, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Kuda tersebut sebenarnya milik masyarakat sekitar lereng Gunung Suromandi, tetapi dibiarkan berkeliaran mencari makan sendiri. Lereng Gunung Suromandi sendiri kaya akan rumput-rumputan sehingga kuda-kuda liar ini bebas mencari makanan.

Lantaran liar, sangat tidak mudah untuk mengambil susunya. Rata-rata satu kuda bisa diperah hanya sampai dua botol sehingga penjualan susu kuda liar di sini hanya dilakukan berdasarkan pesanan semata. Kalaupun pesanan banyak, tidak bisa dipaksakan. Paling banter dalam sebulan hanya terkumpul 20 botol susu. Harga satu botol susu kuda liar ukuran botol sirup hanya sebesar Rp 50.000. Jadi, dalam sebulan omzet masyarakat sekitar lereng Gunung Suromandi paling hanya sebesar Rp 1 juta. Hasil penjualan susu kuda liar di desa ini khabarnya masuk ke kas desa masyarakat lereng Gunung Suromandi.

Sekarang coba bandingkan dengan “susu kuda liar” yang banyak beredar di pasaran. Hampir di setiap toko ataupun apotik susu ini tersedia banyak. Sehingga sangat mudah mendapatkannya. Tentu saja ini bukan “susu kuda liar” asli, melainkan susu kuda ternak. Khasiatnyapun pastilah tidak semanjur susu kuda liar asli.

Terlepas dari semua itu, saya memang belum pernah sama sekali mencicipi susu kuda liar ataupun susu kuda ternakan ini. Apalagi mengenai khasiatnya, tidak banyak referensi yang bisa diacu di sini kecuali testimoni di surat kabar dan radio dari para konsumennya. Mungkin ada yang bisa berbagi pengalaman masalah minuman yang satu ini?

Sumber Berita: Kompas.com


Tagged as:

Comments

  • Wempi said:

    kalo susu wanita liar pernah coba blon? :D

  • ardhia said:

    Wehehehehe.. Saya pernah meminumnya, rasanya seperti menelan muntah, seperti minum air santan sengit juga, campur2 lah.

    Trik minumnya dicampur madu, itu pun madu masih kalah dengan rasa asamnya susu.

    Kapan2 dicobain pak.

  • nofiar said:

    dear All
    Tentang Susu Kuda Liar ???
    Anda Jangan pernah terpengaruh, bisa anda bayangkan sendiri Liar, di Hutan,
    apakah tidak menyesatkan….???? apalagi ada izin depkesnya.

    Saya 15 tahun bekerja di Peternakan kuda terbesar di Indonesia bahkan mungkin di asia tenggara, disini saya malah terlalu sering minum susu kuda tersebut.
    kalau rasa, mungkin perlu saya informasikan karena back ground Animal Science. Rasa susu kuda berbeda masing2 kuda, karena terpengarug dengan konsentrat atau komposisi makanannya.

    kalo yang dibeli di toko/apotik , itu adalah hasil pengolahan atau layaknya seperti youghurt.

    Namun perlu anada tahu bahwa susu alami yang mengandung Vitamin C hanyalah susu Kuda

    tp

    Soal rasa dari pada susu kuda liar memang kurang enak karena tidak seenak minum susu janda liar

    Tks

  • ipom said:

    udah pernah nyoba sabun muka susu kuda liar? lembut banget dan mencerahkan

  • wanz said:

    rasa boleh ga enak tapi kesembuhan boleh di rasa (susu kuda liar)…………..tapi …………susu ayam sumbawa adaga yahhhhhhhh

  • LIZA said:

    saya ingin mencari susu kuda untuk tujuan perubatan..dimana dan bolehkah saya mendapatkanya di tempat tuan…

  • man said:

    Susu kuda memang berkhiasiat untuk kesihatan terutama orang yang sakit kuat. Susu kuda sangat baik untuk deman denggi, dicampur dengan madu asli. http:mancekak.blogspot.com

Trackbacks

There are no trackbacks



Anti-Spam Protection by WP-SpamFree