Celoteh Ekonomi dan Manajemen

Slogan Satu Baris

Membaca artikel Sdr. Yusi Avianto Pareanom yang terbit di salah satu majalah, membuat saya jadi rutin memperhatikan slogan-slogan para caleg yang banyak bertebaran di pinggir jalan.

Memang benar kata Yusi, bahwa nyaris semua slogan para calon wakil rakyat tersebut seragam dan membosankan. Jika lambang partai dihilangkan dari poster-poster itu, orang tak bakal bisa membedakan si A atau si B berasal dari partai mana.

Selain menderetkan gelar akademis dan memuji diri sendiri sebagai sosok jujur, bersih, lagi terpercaya, caleg biasanya juga mengaku sebagai penyambung lidah rakyat. Sedikit perbedaan, caleg muda meminta diberi kesempatan, sementara caleg senior menyatkan sudah berpengalaman. Ada juga yang merasa belum mantap bila belum mencantumkan frasa ini, “mohon doa restu”. Mirip pengantin sunat. :D

Rupanya memang tak gampang membuat pernyataan satu baris, baik itu berupa slogan, tag line, atau one-liner. Agar bisa nendang, satu baris mesti gampang diingat, terlihat secara tegas keunggulannya (bila jualan produk), bunyinya enak didengar, tak terduga, dan syukur-syukur lucu. Di sinilah tantangannya.

Di panggung politik, pernyataan satu baris yang berupa slogan sering menanggung beban. Si politikus takut citranya turun jika tidak memakai kata-kata gagah. Si politikus tentunya juga takut bila dicap tidak memihak kepada rakyat kecil. Sehingga lahirlah slogan-slogan yang menurut saia kebanyakkan palsu, seperti “Membela Kepentingan Rakyat”, “Pembela Kaum Buruh”, “Bapaknya Rakyat Kecil”, “Pengusung Aspirasi Rakyat” dan sebagainya. Boleh dikatakan tidak ada yang memposisikan diri sebagai pembela kaum menengah-atas. Mungkin karena di negara ini terlalu banyak rakyat miskin, sehingga para caleg pun membidik segmen ini, dan mengabaikan segmen lainnya yang sebenarnya lebih sedikit saingan.

Menurut saya pribadi, memilih pemimpin bermutu bisa dimulai dari melihat kejelian dan kepandaian sang caleg bermain dalam slogan satu baris ini. Artinya caleg yang punya visi adalah caleg yang tidak hanya ikut-ikutan meniru slogan caleg lainnya. Caleg yang berani tampil beda dalam slogan satu barisnya layak menjadi indikator bahwa caleg tersebut punya sedikit prinsip dan kemampuan. Namun, sayangnya jika slogan satu baris tersebut bukan berasal dari sang caleg melainkan dari tim suksesnya atau si tukang sablonnya, maka slogan satu baris ini tidak bisa lagi dipakai sebagai salah satu indikator penanda kemampuan sang caleg dalam mewakili rakyat.

Sungguh sulit memang menentukan pilihan, terutama di tengah jumlah caleg yang semakin menggunung pada Pemilu tahun ini. Tidak salah jika ada sebagian kita yang memilih tidak memilih saja ketimbang memilih tapi pilihannya salah. Semua pilihan ada di tangan kita masing-masing, tentunya.


Tagged as:

Comments

  • DV said:

    Wah, Pak Rafki nggak nyaleg nih?

  • Anderson said:

    Kayak orang jualan kecap, semuanya Nomer 1… Ada juga yang sampe nulisin bin si anu bin si anu bin si anu…. sampe tujuh turunan ke atasnya..ckckckc…

    Salam kenal Mas Rafki..

  • edratna said:

    Duhh…saya malah nggak memperhatikan pak..udah bosan duluan….bingung, kebanyakan

  • marshmallow said:

    sering saya berpikir *halah* bahwa setiap caleg itu perlu menyewa tenaga ahli di bidang periklanan buat menciptakan tagline yang bagus dan menarik, sekaligus reklame yang eye catching.

    di antara sekian banyak calon, pasti ada yang benar-benar jujur dengan iklannya, pak rafki. namun sayangnya, kita sudah terlanjur apriori karena pengalaman politik puluhan tahun. takut tertipu (lagi)…

  • Daniel Mahendra said:

    Saking banyaknya jargon-jargon seperti itu, jadinya malah sudah nggak baca lagi, karena pasti isinya puja-puji diri melulu.

    Justru menjadi menarik ketika melihat sosok/partai yang nggak bombastis tentang dirinya. Dalam hati: wah, beda nih!

  • sawali tuhusetya said:

    jujur saja, saya juga merasa risih dg slogan2 caleg kita yang narsis abis, pak. usdah ketahuan belangnya kalu ndak bisa jadi wakil rakyat kok masih tega bikin slogan: jujur, terpercaya, dan kredibel. walah!

  • mrpall said:

    hahahahahahaha….lha ya klo liat slogan2 caleg kita aku jadi tertawa dewe hehehehehe…….

  • eric said:

    lumayan

  • eRGEENA said:

    I don’t think that each single student in whole world has got a passion of essay topic creating! However, persons ,which do not have writing skillfulness should use a support of famous custom writing service and be happy with a success.

  • mortgage loans said:

    Make your own life easier get the loans and everything you need.

Trackbacks

There are no trackbacks



Anti-Spam Protection by WP-SpamFree