Celoteh Ekonomi, Manajemen, Dan Teknologi

Nanin Sudah Bisa Mencuci

Beberapa hari lalu, ketika saya akan -kembali- bepergian, saya mencari anak-anak untuk berpamitan. Diki sedang bermain komputer bersama teman-temannya. Nanin kok tidak terdengar suaranya??? Ternyata dia sedang mencuci taplak meja. Kata Nanin, dia sedang mendapat giliran tugas mencuci taplak meja guru kelas 3 di sekolahnya. Cerdas juga cara guru mengenalkan anak-anak pada pekerjaan rumahtangga.

naninmencuci

Mungkin pendapat saya berbeda dengan kaum genderis apalagi feminis.

Dari pengalaman saya sendiri mengamati anak-anak saya, tetap saja ada bedanya anak laki-laki dan anak perempuan. Dulu, Diki baru bisa diajari mencuci saat menginjak kelas 6 SD… Itupun sampai sekarang masih malas mencuci sendiri. Berbeda dengan Nanin, yang sudah mulai mencuci sendiri sejak kelas 3 SD.

Apa itu karena pengaruh lingkungan??? Bisa jadi iya, karena struktur sosial di masyarakat kita sangat jelas beda peran antara laki-laki dan perempuan. Kalau pengaruh pembagian peran di keluarga, bisa jadi tidak. Soalnya ibunya Diki bila sedang ditinggal bepergian, selalu bisa menggantikan peran bapaknya Nanin, sebaliknya bapaknya Nanin bila sedang di rumah juga sering memasak, mencuci, dan melakukan pekerjaan rumahtangga yang biasanya dianggap pekerjaan perempuan.

Comments are closed.