Celoteh Ekonomi dan Manajemen

Kontroversi Film 2012

original_2012Siapa saat ini yang tidak mengenal film 2012 yang diklaim merupakan film tentang penggambaran hari kiamat ini. Semua orang yang tahu berkeinginan segera menonton film ini untuk memuaskan rasa ingin tahunya bagaimana visual efect dalam film ini dikerjakan, sehingga begitu kelihatan nyata ketika diiklankan di televisi. Keingintahuan itu ditambah lagi dengan maraknya penolakkan di sebagian kalangan masyarakat yang menganggap film ini tergolong musyrik. Hal ini ditambah lagi dengan pernyataan beberapa tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang membuat film ini semakin menjadi kontroversi.

Saya tersentak mendengar wawancara Ketua MUI di salah satu stasiun TV swasta. Beliau mengatakan bahwa ada salah satu adegan dalam film itu yang memperlihatkan hancurnya mesjid dan adanya empat orang yang selamat dari bencana besar tahun 2012 itu setelah berlindung di sebuah gereja. Hasrat ingin tahu saya tergelitik. Mengingat begitu beraninya sebuah industri film kalau begitu masuk ke ranah agama yang notabene sangat sensitif itu. Jadilah saya akhirnya menonton juga film itu.

Tapi apa yang terjadi? Ternyata apa yang disebut mesjid dalam film itu bukanlah mesjid. Itu adalah sebuah bangunan yang memiliki kubah mirip mesjid. Jumlah orang yang selamat juga bukanlah empat orang tapi ribuan orang. Itupun karena mereka telah merencanakan penyelamatan itu dengan membangun beberapa kapal yang sangat kuat dan canggih. Bukannya berlindung di gereja seperti yang dikatakan Pak Amidan Ketua MUI Pusat. Saya semakin tersentak. Ternyata seorang tokoh yang dijadikan panutan umat Islam di Indonesia, begitu gegabah mengeluarkan pernyataan tanpa memverifikasinya terlebih dahulu. Bahkan dengan begini saya sangat yakin Pak Amidan belum menonton film ini, tapi sudah buru-buru mencap kurang lazim ditonton umat Islam. Itupun bukan atas inisiatif Pak Amidan sendiri, melainkan karena desakkan dari pengurus MUI di daerah yang belum tentu juga sudah menonton film ini. Sangat disayangkan.

Jika dikatakan film ini menggambarkan hari kiamat yang terjadi 2012 menurut saya juga terlalu berlebihan. Film ini tidak lebih dari film-film bencana alam lainnya seperti the day after tomorrow, independence day, dsb. Film ini hanya menggambarkan tentang bencana besar yang belum layak disebut sebagai kiamat seperti yang digambarkan dalam Alquran. Film ini tidak menggambarkan bagaimana gunung-gunung dibalikkan, langit diruntuhkan, dan bumi dihancurkan. Pada intinya belumlah sedahsyat kiamat yang digambarkan dalam Alquran sehingga wajar saja masih ada yang selamat.

Jika ditilik lebih jauh film ini hanya mengadopsi cerita tentang Nabi Nuh yang ada dalam Kitab Suci. Tentang adanya ramalan bencana besar dan manusia membuat kapal yang sangat besar untuk menyelamatkan makhluk hidup agar spesies di dunia ini tetap terjaga. Pada akhir film disebutkan bahwa hitungan tahun dimulai dari 0001 lagi. Artinya tahun 2012 adalah tahun di mana bumi kembali ke titik nadir. Entah benar ramalan ini entah tidak siapa yang peduli? Yang jelas secara umum film ini cukup menghibur dengan efek suara dan gambar yang lumayan memikat. Bencana alam besar itu digambarkan dengan nyata dan cukup menakutkan. Jadi tidak perlu takut menonton film ini menurut saya. Selamat menonton !!!



Anti-Spam Protection by WP-SpamFree