Celoteh Ekonomi, Manajemen, Dan Teknologi

Jembatan Barelang Batam


Jembatan Barelang Batam ini esa kopas aza dari blog mamah, pasti gak marah deh soalnya cari-cari artikel penunjang tentang jembatan Barelang Batam yang ketemu malah ke blog mamah.  Penyegaran dari kontes Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009.

Ternyata susah ikutan kontes tanpa penguatan seo on page dan off page baru berasa kurang perhitungan esa saat mengikutkan blog pribadi ini ke kontes seo, karena biasanya semangat turun kalau rangking di mesin pencari turun setelah mencoba berbagai Jurus SEO, ya kalau sudah gitu paling beralasan , abis esa masih kecil, kekurangan data dan bahan posting tentang kampanye, hilang gairah atau males Blog Walking karena banyak postingan senada tentang kampanye damai pemilu indonesia 2009 dimana-mana (padahal cuma alesan he he he).  Menurut esa, permasalahan utamanya adalah kebodohan esa mendaftarkan blog pribadi ini untuk kontes seo.

Padahal mungkin sebaiknya esa membuat blog khusus yang membahas dan bisa membuat optimasi maksimal di kata kunci kampanye damai pemilu. Jadi tanpa mundur atau hilang gairah juga blog ini tetap mundur rangkingnya, yang pasti esa riang bermain games ayodance, tulisan  dan artikel lengkap Jembatan Barelang, Perang Vietnam dan Manusia Perahu ini sumbernya udah esa tulis kan diatas.

Awalnya hanya berniat pergi ke jembatan I Barelang Batam, karena hubby kepingin lihat orang2 yang mancing ikan dari atas jembatan tsb (dulu hubby hobinya mancing ke tengah laut, sewa kapal bareng2 expat di kantornya yang dulu, sejak kerja di perusahaan yang sekarang, hubby nggak punya waktu buat mancing lagi).
Rasanya kok tanggung ya, jadi kita putuskan untuk pergi ke Camp SiNam (Camp pengungsi Vietnam) yang berada di pulau Galang sekaligus memenuhi permintaan Novee. Berikut adalah laporan lengkapnya (cieeee…kayak presenter di tv aja ngomongnya)

 Jembatan Barelang Batam Untuk ke Camp SiNam, kita harus melewati 6 jembatan (yang berarti juga kita melewati 6 pulau). Jembatan pertama lebih terkenal dengan sebutan Jembatan Barelang, panjang jembatan ini sekitar hampir 700 m, kemudian disusul dengan jembatan2 di P.Tonton, P.Nipah, P.Setoko, P.Rempang Galang & P.Galang Baru. Ini foto jembatan Barelang (Jembatan I, sayangnya langit agak mendung saat itu, jadi gambarnya agak berkabut )

Camp SiNam terletak sekitar 34km dari Jembatan I (atau 46km dari rumahku) ke arah sebelah Selatan kota Batam. Untuk masuk ke sana, kita harus membayar karcis tanda masuk sejumlah Rp10 ribu /mobil.

Cerita tentang Camp SiNam ini berawal dari adanya konflik antara Vietnam Selatan & Vietnam Utara (Vietkong) pada tahun 1970-an. Saat itu, pasukan Selatan yang didukung AS, berhasil dikalahkan oleh pasukan Vietkong. Karena itu, ribuan warga Vietnam mengungsi keluar dari negeri itu.

Mereka umumnya menggunakan perahu yang berukuran kecil dan dimuati puluhan hingga ratusan orang. Padahal perahu mereka perahu nelayan biasa dengan panjang sekitar 7 m. Para pengungsi yang menggunakan perahu ini sering disebut dengan Manusia Perahu. Ini adalah poto bekas perahu mereka yang tersisa di lokasi camp SiNam (sudah dicat ulang).

 Jembatan Barelang Batam

Perahu+juga+lho Jembatan Barelang Batam
Mereka berjuang mengarungi Laut Cina Selatan. Setelah terapung-apung di laut, banyak di antara mereka yang terdampar di Tanjung Pinang, Natuna, Teluk Keriting, Batu Hitam, Km14 Tanjung Uban, Tanjung Unggat, Sungai Walang, Kijang dan daerah sekitarnya.
Kemudian pada bulan Mei tahun 1979, Komisi tinggi PBB yang mengurusi pengungsi (UNHCR) bekerja sama dengan pemerintah Kab.Kepri Timur memilih P.Galang untuk menampung para manusia perahu (dari Vietnam, Laos & Kamboja) yang tersebar, sebelum mereka di salurkan ke negara ketiga.
Disediakan lahan seluas 80 hektar di atas pulau seluas 125 km persegi ini.
Mulai tahun 1980 para pengungsi di tampung di sini, awalnya hanya 50 orang , seterusnya bertambah hingga mencapai angka setidaknya 200 ribu jiwa sejak saat itu hingga tahun 1996 ( jadi sudah ditambah dengan angka kelahiran). Mereka ditempatkan di barak-barak berlantai dua. Tiap satu barak dihuni oleh 50 orang (berdasarkan wawancara detikcom dengan bekas penghuni camp SiNam).

Fasilitas yang terdapat di Camp SiNam ini cukup lengkap, seperti tempat peribadatan (Gereja, Vihara, katanya sih Masjid juga ada, tapi aku tidak menemukan bekasnya), PMI Hospital, Youth Centre, Pekuburan (Ngha Trang Grave). Terdapat pula rumah tahanan untuk mengurung mereka yang berkelahi. Lokasi Camp dijaga ketat oleh ratusan aparat dari Kopassus, Marinir & Brimob.

Berikut adalah poto-poto bangunan dan barang-barang peninggalan mereka di lokasi Camp SiNam yang terekam camdigku .

Suasana alam di sekitar Camp SiNam, sejuk, asri dengan banyak pepohonan di sekitarnya.

 Jembatan Barelang Batam
Salah satu barak yang tersisa yang gunakan sebagai tempat tinggal para pengungsi di Camp SiNam. Kondisinya sudah banyak yang rusak.

Barracks+jg Jembatan Barelang Batam
Sisa-sisa Vihara dan gereja yang masih ada di sana, yang sebagian sudah nampak kerusakannya dan sebagian sudah diperbaiki di sana-sini.
 Jembatan Barelang Batam

 Jembatan Barelang Batam

 Jembatan Barelang Batam

 Jembatan Barelang Batam

 Jembatan Barelang Batam

 Jembatan Barelang Batam
Bekas bangunan Youth Centre yang tersisa.

Youth+Centre+jg Jembatan Barelang Batam
Sedangkan ini adalah rumah tahanan untuk pengungsi yang terlibat perkelahian dsb.

 Jembatan Barelang Batam

Ini adalah gedung information centre yang letaknya berseberangan dengan rumah tahanan tadi, di sinilah terletak benda-benda & poto-poto peninggalan para pengungsi. Digunakan juga sebagai museum, aku berhasil melakukan sedikit wawancara dengan Bapak petugas museum untuk tulisan ini.

Info+Centre Jembatan Barelang Batam

Benda-benda peninggalan ini kebanyakan bertuliskan ” TA ON DUC ME”, menurut petugas information centre artinya kira2 sbg ucapan terimakasih para pengungsi kepada Bunda Maria, karena mereka telah selamat ketika melarikan diri di lautan hingga terdampar.

 Jembatan Barelang Batam

Para pengungsi belajar bahasa Inggris agar mudah disalurkan ke negara ketiga & belajar bahasa Indonesia untuk berkomunikasi & mengetahui aturan2 di Indonesia. Selain itu mereka juga bercocok tanam sayur & buah2an.
Sebenarnya ada dua tahap masa pengungsian, yang datang sampai dengan bulan November 1989 itu yang diakui sebagai pengungsi, sedang yang datang setelah November 1989 tidak diakui lagi sebagai pengungsi oleh negerinya sendiri & UNHCR karena kondisi Vietnam sudah mulai aman.
Dari total jumlah pengungsi yang ada (sekitar 200rb jiwa), yang meninggal di camp adalah sebesar 503 jiwa, yang dipulangkan ke negara asal 5600 jiwa dan sisanya pada tahun 1996 disalurkan ke negara ketiga yaitu Canada, England, France, Italy, Philippine, Japan, Argentina, Australia, Brazil, USA .
Ini pekuburan mereka :

Kuburan Jembatan Barelang Batam
Selama 16tahun camp SiNam ini tertutup untuk umum. Pada bulan Sept’96 tempat ini diserahkan kepada pemerintahan Kab. Kepri Timur & Otorita Batam dan kemudian dibuka sebagai tempat pengembangan pariwisata sejarah pada Januari 1997.
Pada 24 Maret 2005 para pengungsi yang sukses sempat mengadakan reuni di Galang.

Perjalanan kami teruskan hingga ke ujung Selatan pulau Batam, betul2 ujung, hingga ketemu pantai yang bernama pantai Cakang, tapi nggak akan kuposting di sini, mungkin lain kali. Kami sampai ke rumah lagi pada pukul 14.00 Wib dan telah melakukan perjalanan sejauh 136km (68km bolak balik) pada hari itu.

Comments are closed.