<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>A Special Gift for Everyone &#187; A Special Gift For Everyone</title>
	<atom:link href="http://rafkirasyid.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rafkirasyid.com</link>
	<description>Sebuah Blog Untuk Berbagi</description>
	<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 02:14:09 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
	<image>
<link>http://rafkirasyid.com</link>
<url>http://rafkirasyid.com/wp-content/mbp-favicon/myspace-icons-anime30.gif</url>
<title>A Special Gift for Everyone</title>
</image>
		<item>
		<title>Kegedean Topi</title>
		<link>http://adinoto.org/?p=719</link>
		<comments>http://adinoto.org/?p=719#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 02:14:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adinoto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sindikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Aggregator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adinoto.org/?p=719</guid>
		<description><![CDATA[Menilik kebelakang 17 tahun yang lalu ketika saya baru menjadi mahasiswa baru di kampus gajah, saya berkesempatan mampir dan menginap di rumah orang tua angkat kakak saya yang paling besar yang bedanya cukup jauh 7 tahun (secara begitu beliau sudah 25 tahun? kita masih masih kiyis-kiyis abegeh culun  di bilangan Cempaka Putih, Jakarta.
Beliau (orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menilik kebelakang 17 tahun yang lalu ketika saya baru menjadi mahasiswa baru di kampus gajah, saya berkesempatan mampir dan menginap di rumah orang tua angkat kakak saya yang paling besar yang bedanya cukup jauh 7 tahun (secara begitu beliau sudah 25 tahun? kita masih masih kiyis-kiyis abegeh culun <img src='http://adinoto.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt='D' class='wp-smiley' /> di bilangan Cempaka Putih, Jakarta.</p>
<p>Beliau (orang tua angkat kakak saya) adalah salah satu pengusaha sukses, berpendidikan tinggi (Doktor dari Jerman) namun berpengalaman nyata di lapangan (terbukti dari sekian banyak inovasinya dan di lepas menjadi perusahaan besar di Indonesia, yang kemudian dimiliki beberapa konglomerat negeri ini).</p>
<p>Di rumah tersebut yang bergaya jepang (kayu dan sliding door) terdapat banyak sekali karpet tebal bercorak, baik di lantai maupun di dinding, yang pada masa itu berharga sekitar 5-15 juta selembarnya. Di rumah tersebut juga saya perhatikan ada banyak pembantu rumah tangganya, dan seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta X Jakarta yang masih bersaudara dengan ybs.</p>
<p>Ketika sarapan pagi, saya pagi-pagi kena ceramah dan kena sekem si Dr. X tersebut. &#8220;Kamu ITB ya? wah ITB kegedean topi!&#8221; &#8220;Saya banyak dipanggil untuk melihat kerjaan anak-anak di Departemen Desain dan Teknik X&#8221;, &#8220;Banyak yang disana bilang kerjaan (mengecor logam x) tidak bisa dilakukan disini, hanya bisa di Jerman, dll&#8230; lah begitu doang mah ngajarin tukang las/cor lokalan juga bisa.&#8221;</p>
<p>Salah satu cerita lain adalah ketika menjelang sholat Jum&#8217;at saya jalan dengan pembantu beliau, ngobrol ngalor ngidul. Katanya &#8220;Ya banyak yang ga kuat ikut Bapak, karena Bapak keras orangnya&#8221;&#8230;. hmm ketika sampe di rumah sang pembantu rumah tersebut saya tanya sedang ngapain (yang terlihat sedang menenun dari besi-besi plang besar yang ternyata dipergunakan untuk membuat karpet supermewah hand made itu)&#8230; Yang bersangkutan menjawab sambil menunjukkan majalah &#8220;Oh ini mas, sedang niru Picasso&#8221;&#8230; glek! Mati gua!!</p>
<p>Moral of this story: Banyak orang-orang pintar (ato di pendidikan tinggi, di pemerintahan jabatan tinggi) sangat tidak membumi dan kegedean topi. For sure ga ada manfaatnya buat rakyat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adinoto.org/?p=719/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Listrik Menyala, Alat Menderita</title>
		<link>http://blogombal.org/2008/07/25/listrik-menyala-alat-menderita/</link>
		<comments>http://blogombal.org/2008/07/25/listrik-menyala-alat-menderita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 20:50:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paman tyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sindikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Aggregator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/?p=695</guid>
		<description><![CDATA[KALAU PLN BENER, KONSUMEN TAK PERLU STABILIZER.

Listrik di rumah kemarin padam, tanpa pemberitahuan via telepon, SMS, maupun selebaran (emang pernah?). Ketika menyala, ada alat yang ngadat. Dispenser tak dapat mengaluarkan air dingin maupun panas. Benarkah penyebabnya adalah listrik yang tiba-tiba menyala dengan kekuatan berlebih?
Saya bukan ahli listrik. Jadi kesimpulan saya bisa saja salah. Bisa saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>KALAU PLN BENER, KONSUMEN TAK PERLU STABILIZER.</h3>
<p><img class="normal" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/rumah/augen1.jpg" alt="stabilizer untuk listrik rumah karena PLN sangat asu" width="355" height="473" /></p>
<p>Listrik di rumah kemarin padam, tanpa pemberitahuan via telepon, SMS, maupun selebaran (emang pernah?). Ketika menyala, ada alat yang ngadat. Dispenser tak dapat mengaluarkan air dingin maupun panas. Benarkah penyebabnya adalah listrik yang tiba-tiba menyala dengan kekuatan berlebih?</p>
<p>Saya bukan ahli listrik. Jadi kesimpulan saya bisa saja salah. Bisa saja kasusnya hanya kebetulan. Tetangga mengumpat, gelas saya pecah &#8212; lantas dua hal yang bikin kesal itu saya kandangkan sebagai hubungan kausal.</p>
<p>Karena saya bukan ahli setrum, demikian pula para saksi, tempo hari ketika pemutar CD saya di rumah <em>blogger </em>jadi cuit-cuit, saya hanya bisa menuduh PLN.</p>
<p>Pagi itu saya sedang di kamar kecil. Musik masih berdendang riang tanpa tahu diri bahwa sumber energi dari BUMN cap geledek.</p>
<p>Mendadak lampu padam. Tak sampai semenit. Lalu lampu menyala lagi. Yang saya rasakan di toilet, lampunya terang sekali melebihi biasanya. Saat itu juga terdengar semacam lolongan atau cicitan dari pemutar CD yang tiba-tiba menyala. Bukan suara dari spiker melainkan suara dari mekanis pemutar.</p>
<p>Saya segera keluar. Saya hampiri si pemutar mungil yang sering ditertawakan orang karena bermerek jadul itu. Saya matikan. Lalu saya hidupkan lagi. Sejak hari itu si pemutar bercuit-cuit, atau bersuara tik-tik-tik. Kalau menyetel musik perlahan maka suara perkusi masinal itu sangat menggaggu. Ketukannya tak pernah kompak dengan <em>beat</em>.</p>
<p>Memang saya tak memasang <em>stabilizer</em> atau regulator otomatis untuk pemutar musik seperti di rumah. Tapi apakah konsumen harus menyediakan itu? Bukankah sudah menjadi tanggung jawab PLN agar tegangan tetap 220-240 Volt?</p>
<p>Satu-satunya alat bebal di rumah adalah kulkas bulukan yang pintunya sudah baret-baret dan beberapa sudutnya karatan. Usianya sebaya anak sulung saya yang sekarang kelas satu SMA. Kulkas itu sungguh ramah PLN: tak pernah jadi korban lonjakan daya mendadak. Mungkin dia pernah ditatar di markas pabrik setrum.</p>
<p>Alat lain? Dulu, paling ringan adalah terhapusnya setelan jam, timer, alarm, dan frekuensi stasiun pada <em>compo</em>. Yang agak berat: bolam tiba-tiba putus saat listrik menyala sangat terang setelah padam. Yang lebih berat: <em>compo</em> ndesit bin katro itu akhirnya jebol.</p>
<p>Korban berikutnya: sekering UPS putus, eh setelah itu UPS-nya mampus. Yang sial, bersamaan dengan kasus itu, adalah <em>inkjet printer</em>. Karena tak terhubung ke UPS dia langsung wafat. Orang awam bilang, &#8220;Jeroannya terbakar&#8221;.</p>
<p>Dalam hal melatih kesabaran dan ketabahan, PLN layak diacungi jempol. Tak percuma berlogo petir karena sering bikin jantung konsumen empot-empotan.</p>
<p>Dalam hal merangsang kreativitas, PLN juga pintar. Teman saya, yang bekerja di rumah (Tambun, Bekasi) dengan mengandalkan komputer dan internet (karena memantau bursa saham), harus beli genset mini yang diperam di kamar mandi agar tak terlalu bising.</p>
<p>Dalam perkara mengecoh akal sehat, PLN punya humor pahit yang dahsyat. Ketika dia tak mampu menyediakan daya sesuai pertumbuhan konsumsi listrik, maka yang disalahkan adalah konsumen. Dagangan laku malah marah. `Aneh.</p>
<p>Perkembangan terakhir: jadwal kerja pun harus diubah sesuai kemauan dan kemampuan PLN. Ini sesuai penjabaran slogan &#8220;Listrik untuk kehidupan yang lebih baik&#8221;.</p>
<p>Perusahaan Listrik Nyeleneh. Perusahaan Listrik Ngawur. Perusahaan Listrik Ndhagel. Perusahaan&#8230; anu&#8230; silakan Anda tambahi sendiri.</p>
<p>Konon PLN menyediakan hadiah untuk usulan penggantian nama. Pemenangnya akan disetrum sambil mendengarkan <span>Van der Graaf Generator</span> lagu <a title="hymne pln" href="http://www.ziddu.com/download/1696804/MatiLampu.mp3.html"><em>Mati Lampu</em></a>. Kabarnya lagu itu akan menjadi hymne PLN.</p>
<blockquote><p>Bonus:<br />
+ <a href="http://blogombal.org/2008/06/03/mati-lampu-dan-tawa-kecil-petugas/">Mati lampu dan tawa Mbak Setruminah</a><br />
+ <a href="http://blogombal.org/2008/05/15/akhirnya-saya-ditagih-oleh-pln/">Surat tagihan model baru</a><br />
+ <a href="http://blogombal.org/2008/02/23/listrik-dari-fitnah-sampai-sejarah/">Pemadaman selektif (Stttttttttt&#8230;)</a><br />
+ <a href="http://blogombal.org/2008/01/03/bahaya-kerja/">Orang PLN dilarang kerja soliter</a><br />
+ <a href="http://blogombal.org/2006/10/10/lamunan-mati-lampu/">Mencoba berpikir positif saat listrik padam</a><br />
+ Kompetisi blog oleh PLN, tapi dilarang menulis posting negatif  &#8212; maaf belum ada :D<br />
+ Lomba karya tulis bertema &#8220;Kalau saya jadi Dirut PLN&#8221; &#8212; berhadiah kursi listrik</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogombal.org/2008/07/25/listrik-menyala-alat-menderita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PR dari Bu Guru: Tontonlah Sinetron</title>
		<link>http://blogombal.org/2008/07/25/pr-dari-bu-guru-tontonlah-sinetron/</link>
		<comments>http://blogombal.org/2008/07/25/pr-dari-bu-guru-tontonlah-sinetron/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 19:44:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paman tyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sindikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Aggregator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/?p=694</guid>
		<description><![CDATA[BAGIAN DARI MATA PELAJARAN DI SD.

Ketika saya telepon, malam itu anak bungsu saya sedang mengerjakan PR. Kok ada suara TV? &#8220;Iya, Pak. Memang PR-nya nonton TV lalu bikin kritik,&#8221; katanya.
Wah boleh juga. Baru dua hari sebelumnya ada Hari Tanpa TV. Lantas Bu Guru Bahasa Indonesia menyuruh anak kelas enam SD membuat &#8220;kritik sinetron&#8221;. Maka dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>BAGIAN DARI MATA PELAJARAN DI SD.</h3>
<p><img class="normal" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/rumah/sinetron.jpg" alt="raras nonton cinta laura" width="355" height="222" /></p>
<p>Ketika saya telepon, malam itu anak bungsu saya sedang mengerjakan PR. Kok ada suara TV? &#8220;Iya, Pak. Memang PR-nya nonton TV lalu bikin kritik,&#8221; katanya.</p>
<p>Wah boleh juga. Baru dua hari sebelumnya ada <a href="http://blogombal.org/2008/07/20/ayo-nonton-tv/">Hari Tanpa TV</a>. Lantas Bu Guru Bahasa Indonesia menyuruh anak kelas enam SD membuat &#8220;kritik sinetron&#8221;. Maka dia tongkrongilah <em>Upik Abu dan Laura</em>. Kali itu dia nonton sinetron  karena tugas dari Bu Guru. Ketika saya tanya repot apa tidak, dia hanya tertawa-tawa.</p>
<p>Bagaimana isi laporan anak, biarlah Bu Guru yang menimbang. Jujur atau tidak, orisinal atau klise, lagi-lagi biarlah itu terjawab dalam interaksi guru dan murid.</p>
<p>Saya ingat, sehari setelah Hari tanpa TV itu teman saya nggerundel, &#8220;Orang kok diajak nggak nonton TV. Emang itu bisa memperbaiki keadaan? Kenapa nggak bikin lomba supaya masyarakat bisa usul acara yang bagus.&#8221;</p>
<p>Apa sih sebetulnya kesalahan TV? Kalau dia eh mereka itu haram, kenapa banyak orang suka, dan belanja iklan terbesar nyemplung di sana?</p>
<p>Ada orang bilang, &#8220;Untuk mengetahui kekurangan dan bahkan ketololan siaran TV gratis hanya bisa didapat dengan sering menonton.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogombal.org/2008/07/25/pr-dari-bu-guru-tontonlah-sinetron/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Free Revolution Sports Premium WordPress Theme</title>
		<link>http://tanpatinta.com/free-revolution-sports-premium-wordpress-theme</link>
		<comments>http://tanpatinta.com/free-revolution-sports-premium-wordpress-theme#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 17:01:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RONGgo"blog</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sindikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Aggregator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanpatinta.com/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[
Kali ini saya akan membagikan tmes gratis lagi kali ini giliran revolution-sportsdalam rangka tanpatinta.com urutan ke 63 di reviuw zaluku.com Theme kali ini tmes buat yang suka &#38; di coba tergantung selera, sekedar buat mengingatkan dan mungkin ada yang ketinggalan blom nyedot free Premium WordPress Theme yang udah aku sebarkan kali ini saya akan menampilkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
Kali ini saya akan membagikan tmes gratis lagi kali ini giliran revolution-sportsdalam rangka tanpatinta.com urutan ke 63 di reviuw zaluku.com Theme kali ini tmes buat yang suka &#38; di coba tergantung selera, sekedar buat mengingatkan dan mungkin ada yang ketinggalan blom nyedot free Premium WordPress Theme yang udah aku sebarkan kali ini saya akan menampilkan [...]]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanpatinta.com/free-revolution-sports-premium-wordpress-theme/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bulan Indonesia Kreatif</title>
		<link>http://simplychi.wordpress.com/2008/07/24/bulan-indonesia-kreatif/</link>
		<comments>http://simplychi.wordpress.com/2008/07/24/bulan-indonesia-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 12:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chic</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sindikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Aggregator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplychi.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[
Lagi, iseng nonton tipi, dan lagi stasiun yang saya tonton cuma MetroTV, saya ended up pada sebuah acara TalkShow bertajuk The Breakfast Club. Dan gara-gara acara itu, saya jadi tahu kalo bulan depan tuh pemerintah mengadakan Bulan Indonesia Kreatif yang diselenggarakan oleh Departemen Perdagangan. Hoo.. penasaran kan&#8230;  Katanya sih kegiatan itu merupakan perwujudan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplychi.wordpress.com/2008/07/24/bulan-indonesia-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Etika mengetuk pintu</title>
		<link>http://yellashakti.wordpress.com/2008/07/24/etika-mengetuk-pintu/</link>
		<comments>http://yellashakti.wordpress.com/2008/07/24/etika-mengetuk-pintu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 12:39:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yellashakti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sindikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Aggregator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yellashakti.wordpress.com/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[
Tak dapat dipungkiri bahwa budaya dan etika ketimuran masih aja mewarnai kehidupan kita sehari-hari. Padahal hanya hal kecil tapi ya kok rasa-rasanya sulit dihilangkan, rasanya ada yang aneh. Meski masyarakat Indonesia kini banyak yang bangga dengan berperilaku kebarat-baratan mulai dari budaya hedonis sampai  seks bebas. Namun ada satu kebiasaan yang hingga kini masih dilakukan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yellashakti.wordpress.com/2008/07/24/etika-mengetuk-pintu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Coklat baik untuk jantung anda</title>
		<link>http://satyasembiring.wordpress.com/2008/07/24/coklat-baik-untuk-jantung-anda/</link>
		<comments>http://satyasembiring.wordpress.com/2008/07/24/coklat-baik-untuk-jantung-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 12:27:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satya sembiring</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sindikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Aggregator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satyasembiring.wordpress.com/?p=482</guid>
		<description><![CDATA[Coklat selain enak di makan juga, juga ternyata banyak manfaatnya. penelitian yang dipublikasikan Asosiasi Jantung Amerika, mengonsumsi sebatang cokelat setiap hari dapat menurunkan tekanan darah dan memperbaiki daya tahan insulin.
bagi anda yang suka merekok ada baiknya mengkomsumsi coklat hitam, atau biasa disebut sebagai coklat pahit karena dapat mecegah penyakit jatung. menurut peneliti dari Universitas Zurich, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satyasembiring.wordpress.com/2008/07/24/coklat-baik-untuk-jantung-anda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Merangkul Tanya untuk Doa</title>
		<link>http://achoey.wordpress.com/2008/07/24/merangkul-tanya-untuk-doa/</link>
		<comments>http://achoey.wordpress.com/2008/07/24/merangkul-tanya-untuk-doa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 12:03:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>achoey sang khilaf</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sindikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Aggregator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achoey.wordpress.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[
Ada banyak tanya menghujam jiwa
Tanya dari berpuluh orang yang berbeda
Tanya tentang satu hal yang sama
Tanya tentang kapan pengelana menepi di dermaga
 
Hai jiwa sang pengelana
Tidakkah kau terusik atas berjuta tanya yang menerpa
Tidakkah kau bosan atas kata tanya yang selalu sama
Tidakkah kau lelah tuk terus mendengarkannya tanpa daya
 
Hahahaha
Aku tak pernah merasa terpedaya 
Apalagi merasa diri terbantai tanya
 
Hai
Tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achoey.wordpress.com/2008/07/24/merangkul-tanya-untuk-doa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pada Pukul 3.00 Pagi Ini Yang Terjadi,</title>
		<link>http://langitjiwa.wordpress.com/2008/07/24/pada-pukul-300-pagi-ini-yang-terjadi/</link>
		<comments>http://langitjiwa.wordpress.com/2008/07/24/pada-pukul-300-pagi-ini-yang-terjadi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 10:27:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langitjiwa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sindikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Aggregator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitjiwa.wordpress.com/?p=984</guid>
		<description><![CDATA[Jam dinding dengan suara detiknya:tik tak tik tak tik tak,
gelas kopi,bungkus rokok,sisa potongan pisang goreng,
nyamuk nakal yang berusaha dengan keras untuk menghisap darahku.
Semilir angin malam yang melewati dari celah-celah jendela,mata merah,jari-jari tangan sibuk mengetik,mata melotot membaca postingan kawan-kawan bloger,
kasguhiwhbjbwqihwqiosdjhqiwsh,gquwhsqiowsqshqnwklsb
qjxbquiwosyhqiwshqiwsh,wsgwquiosyhqiwshqwihhqiw,
qjwxgwqhsqiowsjhqiowsjhqklwsjnqklwsnqwsklqjwsklqwzsn,
qkjwshqiwosjhqkiwsnqkwlsnqwiokliosjhqiwzsqhnwilshqwsi,
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz&#8230;.
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz&#8230;.
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz&#8230;.
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz&#8230;
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..
zzzzzzzzzzzzzzzz
zzzzzzzzzzzz
zzzzzzzzz
zzzzz
zz
z
l a n g i t j i w a
       ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitjiwa.wordpress.com/2008/07/24/pada-pukul-300-pagi-ini-yang-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Anda Orang Yang Jenius?</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/2008/07/24/apakah-anda-orang-yang-jenius/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/2008/07/24/apakah-anda-orang-yang-jenius/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 09:23:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafki RS</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Recent Posts]]></category>

		<category><![CDATA[Analisis]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafkirasyid.com/?p=673</guid>
		<description><![CDATA[Para akademisi dan ahli-ahli filosofi telah lama mencoba untuk mengemas arti jenius. Para ilmuan Rusia, melalui analisis dari anak-anak yang jenius, mengklaim bahwa mereka telah menemukan &#8220;genius gen&#8221;, sementara yang lainnya berargumentasi bahwa semua itu terjadi karena kerja keras - seperti kata Thomas Edison, &#8220;Jenius adalah: 1% inspirasi dan 99% usaha keras&#8221;.
Walaupun demikian, ada beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- google_ad_section_start --><p><img class="alignleft" style="float: left;" src="http://www.ipmc.cnrs.fr/~duprat/neurophysiology/images/brain2.jpg" alt="Brain" width="300" height="250" />Para akademisi dan ahli-ahli filosofi telah lama mencoba untuk mengemas arti <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jenius" target="_blank">jenius</a>. Para ilmuan Rusia, melalui analisis dari anak-anak yang jenius, mengklaim bahwa mereka telah menemukan &#8220;<em>genius gen&#8221;, </em>sementara yang lainnya berargumentasi bahwa semua itu terjadi karena kerja keras - seperti kata Thomas Edison, &#8220;Jenius adalah: 1% inspirasi dan 99% usaha keras&#8221;.</p>
<p>Walaupun demikian, ada beberapa petunjuk yang dapat menjadikan seseorang menjadi jenius, sekaligus dengan prestasi-prestasinya yang luar biasa. Seperti telah banyak diterima oleh publik bahwa jenius tidak murni berasal dari intelegensi. Tidak diperlukan memiliki IQ yang luar biasa, untuk dapat berbicara dalam 15 bahasa pada anak umur delapan tahun, atau untuk menguasai kerumitan dari mekanika kuantum. Meski demikian, jenius biasanya melibatkan faktor inteligensi dan pemikiran kreatif, dan kombinasi dari keduanya, dalam kombinasi apa pun, dapat menciptakan apa yang dikatakan sebagai jenius.</p>
<p>Berdasarkan studi literatur yang saya lakukan, ada kira-kira 10 karakteristik dari pemikiran yang jenius itu:</p>
<ol>
<li><strong>Pemikiran orisinil</strong>. Seseorang yang jenius mulai dengan pemikiran yang terbuka, teratur, mengambil perspektif-perspektif baru, mampu menguraikan masalah dan menyatukannya kembali dengan cara yang lebih baik.</li>
<li><strong>Pemikiran Kreatif</strong>. Seorang jenius selalu terbuka terhadap setiap kemungkinan, mencoba untuk memecahkan masalah dengan hipotesis, mempunyai mental yang bagus, lalu melihat apakah itu terbukti benar atau tidak.</li>
<li><strong>Pemikiran Analitis. </strong>Seorang jenius akan bekerja memecahkan masalah atau mencari ide secara teratur atau perlahan-lahan, hati-hati atau menyeluruh, dan juga secara kreatif, menantang logika matematis atau sains.</li>
<li><strong>Pemikiran Observatif. </strong>Seorang jenius mempunyai tingkat kesadaran yang tinggi, kepekaan yang tinggi atas hal-hal apa saja yang sedang terjadi, dan mencari pola-pola seperti layaknya seorang ahli forensik atau detektif.</li>
<li><strong>Pemikiran Ganda. </strong>Seorang jenius dapat berfikir secara paralel, mentoleransi kerancuan, menyatukan hal-hal yang berlawanan dan menghubungkan hal-hal yang tidak saling terhubung sebelumnya.</li>
<li><strong>Pemikiran Holistik. </strong>Seorang jenius dapat menerima perspektif yang lebih luas, untuk melihat masalah holistik dengan konteks lingkungannya dan menyatukan kembali bagian-bagiannya.</li>
<li><strong>Pemikiran Volume. </strong>Seorang jenius mencari lebih banyak solusi daripada hanya satu, membangun atau memberikan tantangan satu sama lain, dan secara terus menerus mencari solusi yang lebih sempurna lagi.</li>
<li><strong>Pemikiran Pragmatis. </strong>Seorang jenius mengenali ide-ide dan solusi-solusi yang jarang digunakan pada konsep, bahwa teori atau konsep haruslah dibuat menjadi nyata, harus praktis dan berguna. Seorang jenius terus menerus berfikir, menjelajah, berinovasi, dan menemukan.</li>
<li><strong>Pemikiran Visual.</strong> Seorang jenius mampu mengekspresikan ide-idenya dengan lebih jelas, biasanya melalui visual dengan menggunakan diagram-diagram dan analogi, untuk dapat memahami kerumitan yang ada dalam cara yang lebih komprehensif.</li>
<li><strong>Pemikiran Tanpa Keraguan. </strong>Seorang jenius harus memiliki kekuatan batiniah, keyakinan, dan kepercayaan diri untuk mendukung penuh apa yang mereka yakini, sementara orang lain dan para rekan-rekan kerja akan memberikan tantangan pada mereka.</li>
</ol>
<p>Dengan sepuluh karakteristik di atas, bisakah Anda menyimpulkan posisi Anda saat ini? Apakah Anda sudah menjadi orang jenius?</p>
<p>Ingat bahwa orang jenius itu tidak dilahirkan tapi diciptakan !!!</p>
<!-- google_ad_section_end -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/2008/07/24/apakah-anda-orang-yang-jenius/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
