<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>::: Rafki Rasyid.com &#187; Opini dan Info</title>
	<atom:link href="http://rafkirasyid.com/category/opini-dan-info/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rafkirasyid.com</link>
	<description>Celoteh Ekonomi dan Manajemen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Jul 2010 14:32:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Ilmu Pengetahuan dan Pertumbuhan Ekonomi</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/ilmu-pengetahuan-dan-pertumbuhan-ekonomi/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/ilmu-pengetahuan-dan-pertumbuhan-ekonomi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 14:27:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafki Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Info]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafkirasyid.com/?p=15585</guid>
		<description><![CDATA[Pada masa lalu komponen utama dari pertumbuhan ekonomi adalah lahan, tenaga kerja, dan modal, tetapi saat ini penggerak utama ekonomi adalah akumulasi ilmu pengetahuan. Hasil regresi data dari berbagai negara oleh Bank Dunia menunjukkan hubungan antara akumulasi pengetahuan yang diwakili indeks ekonomi pengetahuan (IEP) dan GDP per kapita, kurvanya berbentuk eksponensial. Itu menjelaskan pertambahan akumulasi pengetahuan di sebuah negara akan menyebabkan GDP per kapita naik sangat cepat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Harry Jusron</strong></p>
<p>Pada masa lalu komponen utama dari pertumbuhan ekonomi adalah lahan, tenaga kerja, dan modal, tetapi saat ini penggerak utama <a href="http://rafkirasyid.com" target="_blank">ekonomi</a> adalah akumulasi ilmu pengetahuan. Hasil regresi data dari berbagai negara oleh Bank Dunia menunjukkan hubungan antara akumulasi pengetahuan yang diwakili indeks ekonomi pengetahuan (IEP) dan GDP per kapita, kurvanya berbentuk eksponensial. Itu menjelaskan pertambahan akumulasi pengetahuan di sebuah negara akan menyebabkan GDP per kapita naik sangat cepat. IEP adalah sebuah indeks yang dihitung dengan menggunakan berbagai variabel yang terkait sangat erat dengan ilmu pengetahuan, dan digunakan untuk mengukur capaian ekonomi berbasis pengetahuan (EBP) dari sebuah negara. Pengaruh positif IEP terhadap pertumbuhan ekonomi telah menginspirasi berbagai negara untuk menjadikan penguasaan ilmu pengetahuan sebagai agenda penting dalam pembangunan.</p>
<p>Korea Selatan adalah sebuah negara yang telah membangun ilmu pengetahuan untuk menumbuhkan ekonominya. Beberapa dekade sebelum 1985 GDP per kapita Korea Selatan hanya US$1.000, sedangkan Meksiko US$3.000. Pada 1985, Korea Selatan dapat menyamai dan dengan cepat meninggalkan Meksiko pada tahunâ€“tahun berikutnya. Pada 2000 GDP per kapita Korea Selatan US$12.000, sedangkan Meksiko hanya US$6.000. Kecepatan itu disebabkan kontribusi ilmu pengetahuan dalam pembangunan di Korea Selatan. Dari 1957 sampai dengan 1964, pendapatan per kapita Ghana dan Korea Selatan sama besar, yaitu kurang dari US$1.000, tetapi pada 1990, Korea Selatan telah mencapai US$7.000 dan Ghana masih tetap kurang dari US$1.000. Hal itu juga karena pembangunan ilmu pengetahuan dan pengembangan sumber daya insani telah menjadi program utama dari pemerintah Korea Selatan, sementara hal yang sama belum berhasil dilaksanakan dengan baik di Ghana.</p>
<p><strong>Pengaruh ilmu pengetahuan terhadap ekonomi</strong></p>
<p>Chen dan Dahlman telah mengumpulkan data untuk 1960 sampai dengan 2000 dari 92 negara, baik negara yang telah maju maupun yang masih berkembang. Data tersebut terdiri dari berbagai hal yang berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan dan pengembangan sumber daya insani. Hasil regresi data antara lain menunjukkan bila rata-rata lamanya anak bersekolah diperpanjang satu tahun, akan menaikkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,13%. Sebaliknya peningkatan 1% jumlah paten yang didaftarkan ke badan paten Amerika USPTO akan mengakibatkan naiknya pertumbuhan ekonomi 0,19%. Demikian pula bila jumlah artikel pada jurnal internasional naik 1%, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi 0,22%. Dalam hal sarana teknologi informasi dan komunikasi, bila jumlah komputer yang tersedia bertambah 100%, pertumbuhan ekonomi akan meningkat 0,54%. Peningkatan jumlah pengguna internet menjadi dua kali lipat akan meningkatkan 0,27% pertumbuhan ekonomi. Selain itu, bila jumlah telepon ditambah 100%, pertumbuhan ekonomi akan naik 0,55%.</p>
<p>Demikian pula bila kualitas institusional meningkat 20%, akan menaikkan pertumbuhan ekonomi 0,5%. Variabel-variabel itu sangat erat kaitannya dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan sumber daya insani. Demikian pula angka-angka yang tertera menunjukkan pentingnya <a href="http://rafkirasyid.com/model-pembangunan-ekonomi-berbasis-keamanan/" target="_blank">pembangunan</a> ilmu pengetahuan dan sumber daya insani dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi.<br />
<strong>Bagaimana di Indonesia?</strong></p>
<p>Untuk menjawab pertanyaan itu, dapat digunakan data yang dipaparkan pada situs resmi dari beberapa organisasi dunia dan nasional, berikut adalah â€˜potretâ€™ Indonesia, juga perbandingannya dengan negara-negara tetangga. Data rata-rata lamanya anak bersekolah di Indonesia adalah 4,99 tahun, sedangkan Malaysia 6,80 tahun, Filipina 8,21, Singapura 7,05, dan Thailand 6,50. Data ini menunjukkan pendidikan di Indonesia masih memerlukan perhatian yang sangat besar.</p>
<p>Pada 2008 jumlah paten Indonesia yang didaftarkan ke USPTO 19 buah, sedangkan Malaysia 168, Filipina 22, Singapura 450, dan Thailand 40 buah. Itu adalah salah satu cerminan produktivitas peneliti kita di tingkat internasional. Salah satu keluaran dari kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan adalah artikel. Keluaran itu dapat menjadi pembanding produktivitas di tingkat internasional bila dimuat pada jurnal internasional. Indonesia menghasilkan 205, Malaysia 615, Filipina 178, Singapura 3.600, Thailand 1.249, dan Vietnam 221 buah artikel.</p>
<p>Data 2007 menunjukkan di Indonesia ada 20 unit komputer, 440 pengguna telepon, dan 60 pengguna internet, ketiga data ini untuk per seribu penduduk. Capaian itu lebih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam, juga menunjukkan Indonesia masih tertinggal dalam infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.<br />
Bila kualitas institusional diwakili efektivitas pemerintahan, dari data 2008, Indonesia mendapat skor -0,29 dalam skala -2,5 sampai dengan 2,5. Capaian itu lebih rendah daripada Malaysia dengan skor 1,13, Singapura 2,53, Filipina 0,00, dan Thailand 0,11, sedangkan Vietnam mempunyai skor -0,31. Angka-angka itu menunjukkan Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand lebih efektif.</p>
<p>Total belanja litbang Indonesia pada 2006 adalah US$218 juta, Malaysia 4,29 kali lipat, sedangkan Filipina lebih kecil, yaitu Â¾ bagian. Singapura menghabiskan 14,26 kali sedangkan Thailand 2,36 kali, dan Vietnam hanya separuh belanja litbang Indonesia. Dengan jumlah belanja yang cukup besar, kemampuan litbang Malaysia dan Thailand dapat bergerak cepat, terlebih Singapura bagaikan &#8216;sprinter&#8217; berlari kencang. Belanja litbang Indonesia yang tidak besar menyebabkan kurangnya pembelian bahan, pemeliharaan dan pengoperasian, peremajaan peralatan, serta kurangnya penghasilan dari penggiat dalam melakukan penelitian. Dengan memperhatikan keadaan itu, tidaklah mengejutkan bila jumlah paten serta artikel pada jurnal internasional Indonesia tidak dapat melampaui negara-negara tetangga.<br />
Meningkatnya anggaran pendidikan menjadi 20% dari GDP diharapkan akan menaikkan kualitas pendidikan nasional, sejak tingkatan sekolah dasar hingga ke tingkat perguruan tinggi, sehingga akan tersedia lulusan perguruan tinggi yang berkualitas untuk menjadi periset di badan litbang, perusahaan maupun di lingkungan perguruan tinggi. Bila hal itu diikuti dengan kenaikan dan optimalisasi belanja litbang, diharapkan produktivitas litbang akan naik. Bidang lain yang perlu ditingkatkan adalah infrastruktur teknologi informasi. Ini adalah salah satu sarana penularan dan penyebaran ilmu pengetahuan. Peningkatan ketiga bidang ini ditambah dengan meningkatnya efektivitas pemerintahan, menurut kurva regresi dari Dahlman maupun Bank Dunia, akan menyebabkan ekonomi tumbuh dengan cepat.</p>
<p>Sumber: MediaIndonesia.Com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/ilmu-pengetahuan-dan-pertumbuhan-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shortcut Key For Blackberry</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/shortcut-key-for-blackberry/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/shortcut-key-for-blackberry/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 02:51:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafki Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Info]]></category>
		<category><![CDATA[Gadget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafkirasyid.com/?p=15578</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pengguna blackberry menggunakan shortcut lumayan berguna dalam mempercepat kerja dan menghemat waktu tentunya. Di tengah tuntutan zaman yang segalanya harus serba cepat ini maka mengetahui dan menggunakan shortcut pada gadget seperti blackberry lumayan membantu. Berikut kumpulan shortcut yang ada pada blackberry yang dikumpulkan dari berbagai sumber: Basic Shortcuts The following shortcuts can be used [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi pengguna blackberry menggunakan shortcut lumayan berguna dalam mempercepat kerja dan menghemat waktu tentunya. Di tengah tuntutan zaman yang segalanya harus serba cepat ini maka mengetahui dan menggunakan shortcut pada gadget seperti blackberry lumayan membantu.</p>
<p>Berikut kumpulan shortcut yang ada pada blackberry yang dikumpulkan dari berbagai sumber:</p>
<blockquote><p><strong>Basic Shortcuts</strong></p>
<p>The following shortcuts can be used in many applications:</p>
<p>To exit a screen (or to move to a previous page in a browser) press the</p>
<p>Escape key<br />
To select or clear a check box, press the Space key<br />
To switch applications, hold the Alt key and press the Escape key.</p>
<p>Continue holding the Alt key and select an application, then release</p>
<p>the Alt key<br />
To return to the Home screen, press the End key</p>
<p><strong>Phone Shortcuts</strong></p>
<p>The following shortcuts can be used in the Phone application or during</p>
<p>a phone call:</p>
<p>To answer a phone call, press the Send key<br />
To view the call log, press the Send key from any screen<br />
To insert a plus sign (+) when typing a phone number, hold the letter O<br />
To add an extension to a phone number, press the Alt key and the X key,</p>
<p>then type the extension number<br />
To assign a speed dial number to a key, from the Home screen or in the</p>
<p>Phone application, hold the key you want to assign. Type the phone</p>
<p>number<br />
To type a letter in a phone number field, press the Alt key and the</p>
<p>letter<br />
To move to the top of the Phone screen, press the Space key<br />
To change between headset, speakerphone and handset, press the menu key</p>
<p>and choose an option, or better yet, Tap the $ (dollar sign) key on</p>
<p>your keyboard to turn speakerphone on/off during a call<br />
To stay in a call and return to the home screen, press the Escape key</p>
<p>and select Ok</p>
<p><strong>Message Shortcuts</strong></p>
<p>In a message:</p>
<p>R &#8211; Reply To Message<br />
L &#8211; Reply To All<br />
F &#8211; Forward Message<br />
I &#8211; File Highlighted Message<br />
To view the email address of a contact, in a message, highlight the</p>
<p>contact. Press Q. To view the display name again, press Q.<br />
In a message list:</p>
<p>C &#8211; Compose Message<br />
ALT+U &#8211; Mark Message As Opened/Unopened<br />
ALT+I &#8211; View Inbox<br />
ALT+O &#8211; View Outbox<br />
ALT+V &#8211; View Voicemail<br />
ALT+S &#8211; View SMS<br />
ALT+P &#8211; View Call Log<br />
To view all your messages again, press the Escape key<br />
SHIFT+SPACE &#8211; Move to the top of a screen<br />
SPACE &#8211; Move to the bottom of a screen<br />
T &#8211; Go to top of a message<br />
B &#8211; Go to bottom of a message<br />
N &#8211; Move to the next date<br />
P &#8211; Move to the previous date<br />
U &#8211; Move to the next unopened item<br />
J &#8211; Move to the next related item<br />
K &#8211; Move to the previous realted item<br />
F &#8211; Search for text in an attachment/web page<br />
G &#8211; Move to the last cursor position in a message after closing and</p>
<p>reopening an attachment</p>
<p><strong>Typing Shortcuts</strong></p>
<p>To insert a period, press the Space key twice. The next letter is</p>
<p>capitalized<br />
To capitalize a letter, hold the letter key until the capitalized</p>
<p>letter appears<br />
Alt + Left Shift &#8211; NUM Lock<br />
Alt + Right Shift &#8211; CAPS Lock<br />
To turn off NUM lock or CAP lock, press the Shift key<br />
To insert an at sign (@) or a period (.) in an email address field,</p>
<p>press the Space key<br />
To highlight a line of text, press the Shift key and roll the trackball<br />
To highlight text character by character, hold the Shift key and roll</p>
<p>the trackball left or right<br />
To cancel a text selection, press the Escape key<br />
To cut highlighted text when typing, press the Shift + Backspace/Delete</p>
<p>key<br />
To copy highlighted text when typing, press the Alt key and click the</p>
<p>trackball<br />
To paste highlighted text when typing, press the Shift key and click</p>
<p>the trackball</p>
<p><strong>Browser Shortcuts</strong></p>
<p>To insert a period in the Go To dialog box, press the Space key<br />
To insert a slash mark (/) in the Go To dialog box, press Shift+Space<br />
To open the browser options, in the browser, press O<br />
To stop loading a web page, press the Escape key<br />
To hide the browser, press D<br />
To close the browser, hold the Escape key<br />
To view the address for a link, highlight a link. Press L<br />
To move forward a screen, press the Shift key and the Space key<br />
To move to a previous screen, press the Space key<br />
G &#8211; Move to a specific page<br />
H &#8211; Return to the home page<br />
K &#8211; Open bookmarks<br />
A &#8211; Add a bookmark<br />
I &#8211; View recent web pages<br />
R &#8211; Refresh page<br />
P &#8211; View page address<br />
S &#8211; Save web page<br />
U &#8211; Hide browser banner<br />
X &#8211; Veiw thumbnail version of a page<br />
T &#8211; Move to the top of a page<br />
B &#8211; Move to the bottom of a page<br />
<strong>Media Shortcuts</strong></p>
<p>Mute Key &#8211; Pause/Resume a video/song<br />
R &#8211; Rotate pictures<br />
I &#8211; Zoom In<br />
O &#8211; Zoom Out<br />
W &#8211; Original Size</p>
<p><strong>Calendar Shortcuts</strong></p>
<p>C &#8211; schedule an appointment<br />
A &#8211; Change to Agenda view<br />
D &#8211; Change to Day view<br />
W &#8211; Change to Week view<br />
M &#8211; Change to Month view<br />
Space &#8211; Move to the next day/week/month<br />
Shift+Space &#8211; Move to the previous day/week/month<br />
T &#8211; Move to the current date<br />
G &#8211; Move to a specific date<br />
An easy way to access the default applications is through keyboard</p>
<p>shortcuts as well. To use these, you must have Dial From Home Screen</p>
<p>set to &#8220;Off&#8221;. (Phone &gt; Options &gt; General Options). You will now have to</p>
<p>use the Send key to access your phone and make a call, but you will</p>
<p>have the following shortcuts available:</p>
<p>W &#8211; WAP Browser<br />
R &#8211; Alarm<br />
T &#8211; Tasks<br />
U &#8211; Calculator<br />
O &#8211; Options<br />
A &#8211; Address Book<br />
S &#8211; Search<br />
D &#8211; Notes<br />
F &#8211; Profiles<br />
H &#8211; Help<br />
K &#8211; Lock keypad<br />
L &#8211; Calendar<br />
M &#8211; Messages<br />
B &#8211; Browser<br />
N &#8211; BlackBerry Messenger<br />
V &#8211; Saved messages<br />
C &#8211; Compose</p>
<p><strong>Other helpful shortcuts:</strong></p>
<p>ALT+Shift+H &#8211; Access Help ME! screen (status info etc.)</p>
<p>ALT+LGLG &#8211; Access Event Log<br />
ALT+Right Shift+DEL &#8211; Soft Reset<br />
You can change the display of the &#8216;signal strength&#8217; on your screen to</p>
<p>read in real numbers. While at the home screen, hold down the ALT key</p>
<p>while you type NMLL. The bars should change to numbers. For the &#8216;signal</p>
<p>strength&#8217;, if you are in the 100 area (that means -100 dBm), you will</p>
<p>be transmitting at maximum power. Anything at -90 to -50 is a very good</p>
<p>signal.</p>
<p>On top of the AutoText there are also some short codes for common</p>
<p>device information that you can type into SMS or email messages that</p>
<p>will return a value:</p>
<p>myver &#8211; Device Model/Version<br />
mypin &#8211; Device PIN<br />
LD &#8211; Local Date<br />
LT &#8211; Local Time</p>
<p>in viewing picture<br />
n = untuk next pic<br />
p = untuk pic sebelumnya<br />
l = rotate<br />
z &amp; r = zoom<br />
w = fit to screen</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/shortcut-key-for-blackberry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tingginya Suku Bunga Kredit</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/15554/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/15554/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 04:17:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafki Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Info]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafkirasyid.com/?p=15554</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ryan Kiryanto Sepanjang tahun lalu dan diperkirakan masih berlanjut tahun ini, masalah persepsi tingginya suku bunga kredit perbankan masih terus bergulir. Perbandingannya memang cukup nyata. Suku bunga acuan atau BI ratesudah turun mendekati 350 basis poin, tapi suku bunga kredit baru turun sekitar 200 basis poin. Jadi, jauh lebih responsif bank sentral dalam menurunkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Ryan Kiryanto</p>
<p>Sepanjang tahun lalu dan diperkirakan masih berlanjut tahun ini, <a href="http://rafkirasyid.com/suku-bunga-kredit-bakalan-naik/" target="_blank">masalah persepsi tingginya suku bunga kredit perbankan masih terus bergulir. </a>Perbandingannya memang cukup nyata. Suku bunga acuan atau BI <em>rate</em>sudah turun mendekati 350 basis poin, tapi suku bunga kredit baru turun sekitar 200 basis poin. Jadi, jauh lebih responsif bank sentral dalam menurunkan BI <em>rate</em> ketimbang respons perbankan dalam menurunkan suku bunga kredit.</p>
<p>Respons Bank Indonesia awal bulan ini yang menahan BI <em>rate</em>tetap di level 6,5% (dan diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir semester pertama tahun ini) mengindikasikan bahwa pilihan terbaik memang hanya menjaga agar <em>stance</em> suku bunga tetap stabil.</p>
<p>Bank sentral melihat bahwa proyeksi inflasi ke depan cenderung menguat seiring dengan pemulihan ekonomi dunia yang berdampak pada lonjakan permintaan komoditas. Memang kalau melihat ke belakang, laju inflasi tahunan (2009) hanya 2,78% seolah memberikan harapan besar bahwa BI harus menurunkan suku bunga acuan.</p>
<p>Pandangan itu tak sepenuhnya salah. Namun, perlu dicatat bahwa pertimbangan bank sentral dalam mengelola dan menetapkan suku bunga acuan sebagai suatu jangkar pengelolaan kebijakan moneter lebih menitikberatkan kepada ekspektasi inflasi yang akan terjadi. Cerita soal inflasi masa lalu hanya sekadar referensi belaka, tapi dasar pertimbangan utama adalah memproyeksikan laju inflasi ke depan.</p>
<p>Titik pijak bank sentral dalam menetapkan BI <em>rate</em>ini kerap tidak dipahami masyarakat. Ini terlihat dari proyeksi BI <em>rate</em>di bulan-bulan berikutnya yang berbeda dengan ekspektasi masyarakat.</p>
<p>Perbedaan itu disebabkan titik pijak pemahaman soal dasar pertimbangan penetapan suku bunga acuan yang beragam. Padahal kalau dilihat dari aspek <em>inflation targetting framework</em> yang dikomunikasikan bank sentral melalui <em>website</em>-nya, jelas bank sentral memberikan pertimbangan dominan kepada ekspektasi inflasi. Bukan kepada inflasi yang sudah terjadi.</p>
<p>Dengan mempertimbangkan bahwa saat ini tengah terjadi gejala kenaikan inflasi secara global sebagai respons atas perbaikan <a href="http://rafkirasyid.com" target="_blank">perekonomian</a> di berbagai negara maju (<em>advance economies</em>), cepat atau lambat hal ini juga akan menerpa Indonesia.</p>
<p>Pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa pertumbuhan <span style="text-decoration: underline;"><strong>ekonomi</strong></span> Indonesia mencapai 4,5% sepanjang tahun lalu dan sekitar 5,7% pada kuartal pertama tahun ini mengindikasikan secara jelas bahwa tingkat konsumsi dalam negeri masih menjadi andalan pendorong pertumbuhan. Pola seperti ini diperkirakan masih akan berlanjut tahun ini sebagai respons konsumtif masyarakat atas dicapainya tingkat penghasilan yang lebih baik.</p>
<p>Dengan demikian, cepat atau lambat BI juga akan menyesuaikan suku bunga acuannya mengikuti gerakan inflasi yang ditengarai bakal menguat mulai kuartal ketiga nanti. Dengan membaiknya perekonomian suatu negara, masyarakat cenderung untuk melakukan tindakan konsumtif. Ini memang tidak salah dan tidak patut disalahkan karena dengan konsumsi terlihat bahwa dinamika perekonomian bergerak. Sisi <em>supply and demand</em> akan bergerak secara natural.</p>
<p>Permintaan agregat dari masyarakat yang melonjak bakal mendorong ekspansi dunia usaha. Dampaknya, permintaan kredit akan menguat. Di sisi lain, potensi inflasi menguat juga semakin terbuka dari sisi <em>demand pull inflation</em> (karena kenaikan permintaan), diikuti oleh <em>cost push inflation</em> (karena kenaikan harga di tengah kelangkaan barang).</p>
<p>Di luar dua jenis inflasi tadi, masih ada lagi yang namanya inflasi musiman (<em>seasonal inflation</em>) seperti pada Juni-Juli saat terjadi pergantian tahun ajaran baru bagi anak-anak sekolah. Sektor pendidikan di bulan-bulan ini biasanya akan memberikan sumbangan inflasi yang cukup signifikan.</p>
<p>Lalu pada September-Oktober terkait dengan perayaan Idul Fitri yang sudah menjadi tradisi saat sektor makanan dan minuman serta transportasi dan telekomunikasi akan memberikan sumbangan inflasi yang signifikan pula. Terakhir pada Desember, adanya perayaan Natal dan Tahun Baru juga akan mengerek inflasi karena lonjakan permintaan sembako (makanan dan minuman), transportasi, dan telekomunikasi.</p>
<p>Proyeksi inflasi yang kian tinggi daripada tahun lalu sudah terlihat dalam asumsi RAPBN 2010 yang asumsi inflasinya ditetapkan 5,3%. Bahkan, sejumlah ekonom meramalkan inflasi bisa lebih dari level itu. Pasalnya, dorongan kenaikan harga minyak internasional yang diprediksi berkisar US$80-US$85 per barel juga memberikan kontribusi bagi inflasi dari sisi impor (<em>imported inflation</em>).</p>
<p>Dari ilustrasi di atas, cepat atau lambat inflasi memang akan bergerak naik. Alhasil, kenaikan BI <em>rate</em>hanyalah soal waktu. Sejumlah ekonom meramalkan BI <em>rate</em>akan berada di level 7% akhir tahun ini dengan membandingkan laju inflasi yang berkisar 5,0%-5,5%. Tentu masyarakat dan dunia usaha bakal resah apabila potensi kenaikan BI <em>rate</em>bakal diikuti secara naif oleh kalangan perbankan.</p>
<p>Oleh karena itu, diharapkan, perbankan tidak menaikkan suku bunga kreditnya meski menghadapi tekanan inflasi ke depan yang mungkin akan memicu BI sedikit mengetatkan kebijakannya dengan menaikkan <em>BI rate</em>. Dengan proyeksi inflasi 2010 sebesar 5,0%-5,5%, BI <em>rate</em>diperkirakan akan meningkat 25-50 basis poin di level 6,75%-7,0% akhir tahun ini. Meski demikian, perbankan sebaiknya tidak harus ikut-ikutan menaikkan suku bunga kredit.</p>
<p>Dengan tidak naiknya suku bunga kredit, hal itu akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang akan menggeliat pada 2010. Untuk itu, perbankan dapat mengoptimalkan efisiensi operasionalnya dan sedikit berkorban menurunkan <em>net interest margin</em> (NIM) atau selisih bunga pinjaman kredit dengan bunga dana. Tentu dengan dibarengi strategi menggenjot <em>fee-based income</em> (pendapatan dari transaksi keuangan) untuk mengompensasi turunnya NIM.</p>
<p>Sementara itu, sampai akhir tahun lalu, NIM perbankan yang 6,23% dinilai masih di atas pola normalnya perbankan Indonesia, yaitu 4,5%-5,0%. Namun, pada Januari 2010, NIM perbankan telah turun sebesar 0,15% menjadi 6,08%. Dengan efisiensi operasional yang baik dan manajemen risiko kredit yang ketat sehingga kredit bermasalah (<em>non-performing loan</em>/NPL) dapat ditekan, ada peluang perbankan tidak latah menaikkan suku bunga kredit.</p>
<p>Pada akhirnya, penetapan suku bunga kredit berada dalam kendali bank, tidak semata-mata mengacu kepada <em>BI rate</em>. Alhasil, harapan untuk mendorong pertumbuhan kredit berkisar 20%-25% tahun ini guna menopang pencapaian pertumbuhan ekonomi 5,8% dapat diwujudkan.</p>
<p>Sumber: MediaIndonesia.Com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/15554/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
