Begadang Jangan Begadang
Masih ingat dengan judul lagu dangdut ciptaan Rhoma Irama ini? Ternyata kerugian begadang malam ini kembali dibuktikan secara ilmiah. Adalah tim peneliti dari Women’s Hospital and Harvard Medical School, Boston, yang telah melakukan penelitian tentang ini. Penelitian tersebut dipublikasikan di edisi online Proceedings of the National Academy of Sciences, pada bulan ini.
Bekerja di malam hari berdasarkan hasil penelitian tersebut ternyata bisa menyebabkan perubahan hormon dan metabolisme tubuh. Akibatnya, resiko kegemukan, diabetes, dan serangan jantung pun meningkat.
Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap sejumlah pekerja malam (pria dan wanita) selama sepuluh hari. Hasilnya, para “kalong” ini mengalami perubahan level gula dan insulin, meski mereka tak punya sejarah diabetes. Hormon pengatur berat badan, leptin, berkurang. Ini merupakan gejala awal kegemukkan dan serangan jantung. Sejumlah peserta mengalami kenaikkan tekanan darah di siang hari.
Para pekerja malam sebelumnya kerap dihubungkan dengan problem pencernaan, kelelahan, dan kesulitan tidur. Komplikasi macam ini muncul karena irama hidup seseorang bertentangan dengan ritme hidup normal: beraktivitas di siang hari, dan tidur di malam hari.
Jadi memang betul kata Bang Rhoma, “Kalau terlalu banyak begadang, muka pucat karena darah berkurang”.