<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>::: Rafki Rasyid.com &#187; Sawali Tuhusetya</title>
	<atom:link href="http://rafkirasyid.com/author/sawali-tuhusetya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rafkirasyid.com</link>
	<description>Celoteh Ekonomi, Manajemen, Dan Teknologi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Apr 2012 02:28:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pelantikan Pengurus Agupena Cabang dan Diskusi Kepenulisan</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/pelantikan-pengurus-agupena-cabang-dan-diskusi-kepenulisan/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/pelantikan-pengurus-agupena-cabang-dan-diskusi-kepenulisan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 20:28:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syndicate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=3235</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya mohon maaf karena lebih dari sepekan blog ini tidak ter-update. Bahkan, saya juga tak sempat merespon komentar atau blogwalking. Ada beberapa pekerjaan offline yang mesti harus saya sentuh dan selesaikan, hehe &#8230; Janji saya untuk memosting kegiatan Pelatikan Pengurus Agupena Cabang Kab. Cilacap, Kab. Semarang, dan Kota Semarang, serta Diskusi Kepenulisan yang telah berlangsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya mohon maaf karena lebih dari sepekan blog ini tidak ter-update. Bahkan, saya juga tak sempat merespon komentar atau blogwalking. Ada beberapa pekerjaan offline yang mesti harus saya sentuh dan selesaikan, hehe &#8230; Janji saya untuk memosting kegiatan Pelatikan Pengurus Agupena Cabang Kab. Cilacap, Kab. Semarang, dan Kota Semarang, serta Diskusi Kepenulisan yang telah berlangsung Minggu, 14 Februari 2010 di LPMP Semarang pun baru sekarang bisa saya publikasikan.</p>
<p><span style="float:right;width:287;margin:0px -8px 5px 8px;text-align:center;font:normal 11px trebuchet MS;"><img src="http://lh4.ggpht.com/_NvMphqDkp_A/S3xMF-LwydI/AAAAAAAABKc/oSnTYWynsuw/diskusi5.JPG" width="287" alt="agupena" /><br />Menjelang Pelantikan</span><span style="float:right;width:287;margin:0px -8px 5px 8px;text-align:center;font:normal 11px trebuchet MS;"><img src="http://lh3.ggpht.com/_NvMphqDkp_A/S3xOf4Lng7I/AAAAAAAABK0/AFU9Cv_hzCQ/diskusi12.JPG" width="287" alt="agupena" /><br />Pengurus yang terlantik.</span><span style="float:right;width:287;margin:0px -8px 5px 8px;text-align:center;font:normal 11px trebuchet MS;"><img src="http://lh4.ggpht.com/_NvMphqDkp_A/S3xMF0-0dyI/AAAAAAAABKk/7epidHeTu9A/diskusi9.JPG" width="287" alt="agupena" /><br />Johan W, Wardjito S, dan Zulkarnaen SL. </span><span style="float:right;width:287;margin:0px -8px 5px 8px;text-align:center;font:normal 11px trebuchet MS;"><img src="http://lh5.ggpht.com/_NvMphqDkp_A/S3xMGLkIGMI/AAAAAAAABKs/8L76k0miBSc/diskusi11.JPG" width="287" alt="agupena" /><br />Pemberian penghargaan.</span>Acara yang diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari unsur calon pengurus Agupena Kota Semarang, calon pengurus Agupena Kabupaten Semarang, calon pengurus Agupena Kabupaten Cilacap, Pengurus Agupena Jawa Tengah,  dua perwakilan pengurus/anggota Agupena tingkat kabupaten/kota se-Jawa tengah, dan beberapa tamu undangan lainnya itu juga dihadiri oleh Sekretaris Umum Agupena Pusat, Bapak Naijan. Pada kesempatan tersebut, selain memberikan motivasi kepada segenap pengurus Agupena agar organisasi menjadi lebih eksis dalam membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru, secara khusus Bapak Naijan juga mohon kepada para pengurus untuk mendoakan Pak Achjar Chalil, Ketua Umum Agupena Pusat, agar segera sembuh dari penyakit yang dideritanya.</p>
<p>Pelantikan pengurus cabang tersebut melengkapi 12 kepengurusan Agupena cabang yang telah terbentuk sebelumnya, yakni Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga,<a href="http://www.agupenakendal.co.cc/"> Kabupaten Kendal</a>, Kabupaten Kebumen, <a href="http://riyadi.purworejo.asia/">Kabupaten Purworejo</a>, Kabupaten Kebumen, <a href="http://agupenatmg.wordpress.com/">Kabupaten Temanggung</a>, Kabupaten Pekalongan, Kab dan Kota Magelang, Kabupaten Blora, <a href="http://agupena-banjarnegara.webs.com/">Kabupaten Banjarnegara</a>, dan  Kabupaten Pemalang. Semoga kelahiran Agupena cabang makin membuat Agupena jadi lebih berdaya dan mampu mendimaiskan aktivitas guru dalam ranah kepenulisan, sehingga kegelisahan guru dalam melakukan aktivitas menulis yang selama ini terhambat oleh berbagai alasan bisa terjembatani.</p>
<p>Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan diskusi kepenulisan dengan menampilkan Bapak Drs. Wardjito Soeharso, M.Sc (Pembina Agupena Jateng, Widyaiswara Badiklat Prop. Jateng, Penulis Buku) dan Bapak Johan Wahyudi, S.Pd., M.Pd (Juara 1 Lomba Penulisan Buku Pusbuk Depdiknas RI 2009) sebagai narasumber dengan moderator Bapak Drs. Zulkarnaen Syiri Lokesyawara, M.Eng. (Ketua Divisi Kerjasama Agupena Jateng). Diskusi berlangsung cukup hangat dan menarik. Terbukti dengan banyaknya respon dari para peserta, sehingga acara yang sedianya hanya berlangsung hingga pukul 13.00 WIB pun molor jadi pukul 13.30 WIB. Pada akhir acara, Agupena Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada para penulis blog Agupena Jawa Tengah yang tulisannya mendapatkan kunjungan terbanyak dari para pembaca. Salah satu penulis yang mendapatkan penghargaan adalah Bapak Riyadi, salah satu pengurus Agupena Cabang Kab. Purworejo, setelah tulisannya yang berjudul “<a href="http://agupenajateng.net/2009/05/08/peningkatan-keterampilan-mendengarkan-bagian-ii/">Peningkatan Keterampilan Mendengarkan (Bagian II)&#8221;</a> terbaca sekitar 2.543 pembaca. Selamat atas penghargaan yang telah dicapai, semoga Pak Riyadi makin bersemangat dalam melahirkan pemikiran-pemikiran kreatif melalui tulisan.</p>
<p>Saya ucapkan selamat kepada para pengurus Cabang Agupena yang telah terlantik, semoga makin solid dan tak pernah berhenti untuk terus membangun semangat berbagi kepada rekan-rekan sejawat agar dunia pendidikan kita makin berkembang secara dinamis. ***</p>
<h4  class="related_post_title">Tulisan Terkait:</h4>
<ul class="related_post">
<li>Thursday, 15 October 2009 &#8212; <a href="http://sawali.info/2009/10/15/achjar-chalil-agupena-dan-rakernas/" title="Achjar Chalil, Agupena, dan Rakernas">Achjar Chalil, Agupena, dan Rakernas</a> (110)</li>
<li>Wednesday, 10 February 2010 &#8212; <a href="http://sawali.info/2010/02/10/agupena-jawa-tengah-menjelang/" title="Agupena Jawa Tengah: Refleksi Menjelang Tahun Kedua">Agupena Jawa Tengah: Refleksi Menjelang Tahun Kedua</a> (111)</li>
<li>Monday, 29 June 2009 &#8212; <a href="http://sawali.info/2009/06/29/mengubah-mind-set-guru-tentang-dunia-kepenulisan/" title="Mengubah Mind-Set Guru tentang Dunia Kepenulisan">Mengubah Mind-Set Guru tentang Dunia Kepenulisan</a> (114)</li>
<li>Sunday, 21 June 2009 &#8212; <a href="http://sawali.info/2009/06/21/agupena-jawa-tengah-tak-ingin-jadi-asosiasi-guru-eksklusif/" title="Agupena Jawa Tengah: Tak Ingin Jadi Asosiasi Guru Eksklusif">Agupena Jawa Tengah: Tak Ingin Jadi Asosiasi Guru Eksklusif</a> (68)</li>
<li>Monday, 16 February 2009 &#8212; <a href="http://sawali.info/2009/02/16/blog-agregator-agupena-jawa-tengah/" title="Blog Agregator Agupena Jawa Tengah">Blog Agregator Agupena Jawa Tengah</a> (166)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/pelantikan-pengurus-agupena-cabang-dan-diskusi-kepenulisan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agupena Jawa Tengah: Refleksi Menjelang Tahun Kedua</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/agupena-jawa-tengah-refleksi-menjelang-tahun-kedua/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/agupena-jawa-tengah-refleksi-menjelang-tahun-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 17:01:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syndicate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=3181</guid>
		<description><![CDATA[4Februari 2010, Agupena Jawa Tengah yang dibentuk oleh 29 (dua puluh sembilan) guru penulis dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah, genap berusia setahun. Kehadirannya jelas makin meramaikan lahirnya berbagai organisasi guru pasca-reformasi yang terus bermunculan. Setidaknya, ada dua tantangan mendasar yang mesti dihadapi Agupena Jateng dalam upaya menancapkan gerak dan dinamikanya di tengah kerumitan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="float: left; font-size: 100px; line-height: 70px; padding-top: 2px; font-family: Times,serif,Georgia; color: #cc0000;">4</span>Februari 2010, Agupena Jawa Tengah yang dibentuk oleh 29 (dua puluh sembilan) guru penulis dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah, genap berusia setahun. Kehadirannya jelas makin meramaikan lahirnya berbagai organisasi guru pasca-reformasi yang terus bermunculan. Setidaknya, ada dua tantangan mendasar yang mesti dihadapi Agupena Jateng dalam upaya menancapkan gerak dan dinamikanya di tengah kerumitan dan kompleksitas persoalan yang dihadapi dunia pendidikan kita, yakni tantangan internal dan eksternal. </p>
<p><span style="float:left;width:auto;font:normal 12px trebuchet MS;margin:0px 5px 15px 0px;text-align:center;"><img src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs109.snc1/4925_95777566218_544986218_2073607_288060_n.jpg" alt="Rakor" width="278" /><br /><a href="http://sawali.info/2009/06/29/mengubah-mind-set-guru-tentang-dunia-kepenulisan/" title="Semnas Penulisan Buku dan Karya Ilmiah">Semnas, 25 Juni 2009.</a></span><span style="float:left;width:auto;font:normal 12px trebuchet MS;margin:0px 5px 15px 0px;text-align:center;"><img src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs161.snc1/6020_100162511218_544986218_2150777_1788055_n.jpg" alt="Rakor" width="278" /><br />Audiensi pengurus Agupena, 9 Juli 2009.</span><span style="float:left;width:auto;font:normal 12px trebuchet MS;margin:0px 5px 15px 0px;text-align:center;"><img src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs181.snc1/6020_100162551218_544986218_2150785_1002947_n.jpg" alt="Rakor" width="278" /><br />Rencana Rakernas, 9 Juli 2009.</span><span style="float:left;width:auto;font:normal 12px trebuchet MS;margin:0px 5px 15px 0px;text-align:center;"><img src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs161.snc1/6020_100162696218_544986218_2150804_6502882_n.jpg" alt="Rakor" width="278" /><br />Audiensi dengan SEAMOLEC.</span></p>
<p>Pada ranah internal, Agupena Jateng masih terus berpacu untuk melakukan konsolidasi organisasi, khususnya berkaitan dengan kesamaan persepsi antarpengurus dalam menjalankan roda organisasi berbasiskan prinsip kolegial dan kolektivitas. Kesamaan persepsi tidak identik dengan penyeragaman. Agupena Jateng justru sangat menghargai perbedaan. Yang perlu dipikirkan dan diimplementasikan adalah bagaimana mengelola perbedaan itu agar menjadi sebuah kekuatan sekaligus nilai tambah organisasi agar tidak sampai terjebak ke dalam stagnasi dan kemandegan.</p>
<p>Prinsip kolegial dan kolektivitas menjadi penting dipersoalkan sebab keberhasilan sebuah organisasi dalam menjalankan program dan aktivitasnya bukan ditentukan oleh satu atau dua orang, melainkan amat ditentukan oleh komitmen dan kesadaran kolektif segenap pengurus dalam mengintensifkan kinerja organisasi agar benar-benar bermakna dan bermanfaat di kalangan rekan-rekan sejawat. Agupena Jateng tidak ingin terjebak ke dalam proses pemburuan popularitas melalui sebuah pencitraan belaka, tetapi ingin beraksi secara nyata; memasuki belantara dunia pendidikan yang selama ini masih digelisahkan oleh kemampuan menulis di kalangan guru yang dinilai masih “jalan di tempat”. Para pengurus yang memiliki kemampuan beragam dalam ranah kepenulisan diharapkan tidak berdiri di puncak menara gading popularitas yang terus “asyik dengan dunianya sendiri”, tetapi justru terus diharapkan siap untuk “membangun semangat berbagi” sehingga kegelisahan guru yang aktivitas menulisnya dianggap “masih jalan di tempat” bisa terjembatani. </p>
<p><span style="float:left;width:auto;font:normal 12px trebuchet MS;margin:0px 5px 15px 0px;text-align:center;"><img src="http://lh3.ggpht.com/_NvMphqDkp_A/Sw67KP1kewI/AAAAAAAAAXY/NlZxwedzXnM/skl5.png" alt="Seminar" width="300" /><br /><a href="http://sawali.info/2009/11/27/dari-bedah-skl-un-hingga-koordinasi-agupena/" title="Koordinasi informal">Koordinasi informal, 25 November 2009.</a></span><span style="float:left;width:auto;font:normal 12px trebuchet MS;margin:0px 5px 15px 0px;text-align:center;"><img src="http://sawali64.googlepages.com/rakor.jpg" alt="Silaturahmi" width="300" /><br /><a href="http://sawali.info/2009/10/15/achjar-chalil-agupena-dan-rakernas/" title="Rakor dan silaturahmi">Rakor dan silaturahmi, 11 Oktober 2009.</a></span>Disadari atau tidak, banyak rekan sejawat yang demikian intens menekuni dunia kepenulisan dan menunjukkan prestasi menulis yang luar biasa, tetapi tak memiliki kesempatan untuk “sharing” dan menularkan kemampuannya kepada rekan-rekan sejawat yang lain. Persoalannya bukan semata-mata lantaran tidak mau dan tidak berminat untuk membangun semangat berbagi, melainkan juga lantaran tak memiliki akses dan kesempatan untuk “sharing” dan berdiskusi. Dalam konteks demikian, Agupena menjadi penting dan strategis untuk menjembatani kepentingan itu. Sejak awal, Agupena memang didesain untuk mewadahi teman-teman yang memiliki kemampuan menulis dan memiliki komitmen untuk membangun semangat berbagi sehingga tidak lagi berada di puncak menara gading popularitas dan asyik dengan dunianya sendiri. Melalui Agupena, teman-teman bisa intens berdiskusi dengan membangun wacana dunia kepenulisan melalui program-program yang teragendakan, baik secara rutin maupun insidental. </p>
<p>Dalam setahun ini, atmosfer wacana kepenulisan semacam itu memang belum bisa terwujud secara optimal. Masih banyak kendala internal yang belum sepenuhnya bisa teratasi. Oleh karena itu, Agupena Jateng masih terus berusaha untuk melakukan konsolidasi organisasi, termasuk menjadi mediator dan fasilitator pembentukan pengurus Agupena di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Jika Agupena di setiap kabupaten/kota telah terbentuk, insyaallah konsolidasi organisasi menjadi lebih solid, sehingga siap menggulirkan program-program kepenulisan yang telah teragendakan bisa berjalan seperti yang diharapkan. </p>
<blockquote><p>Kalau muncul kesan bahwa Agupena Jawa Tengah selama ini mandul, bahkan terkesan seperti “macan opong”, kami pikir hal itu sebagai kritik positif dan masukan berharga sehingga bisa memacu semangat kami untuk mengagendakan program-program yang lebih riil dan mencerahkan dalam upaya memberdayakan dan membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru. Agupena Jawa Tengah memang sangat membutuhkan masukan dan kritik agar tidak terjebak sebagai organisasi “papan nama”. Kami sangat menghargai masukan dan kritik itu kalau memang didasari oleh motif dan semangat untuk menjadikan Agupena Jateng lebih punya greget dan “magnet” untuk membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru.
</p>
</blockquote>
<p>Pada ranah eksternal, Agupena Jateng menghadapi persoalan kinerja dan kolaborasi dengan berbagai pihak yang belum optimal. Banyak program yang sudah teragendakan, tetapi belum mendapatkan respon positif dari pihak-pihak tertentu yang seharusnya bisa digandeng untuk bersimbiosis. Suasana kompetitif pasca-reformasi yang ditandai dengan munculnya banyak organisasi guru, pada satu sisi menumbuhkan semangat untuk bisa mengoptimalkan kinerja organisasi dengan melahirkan agenda-agenda pilihan yang bisa digarap secara bersama-sama. Namun, pada sisi yang lain, tak jarang menumbuhkan “sentimen” organisasi yang bisa melunturkan semangat berkiprah di kalangan rekan sejawat. Oleh karena itu, sudah saatnya kita tanggalkan “sentimen” keorganisasian dan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak sehingga bisa mewujudkan agenda dan program-program kolaboratif yang mencerahkan dan mencerdaskan. </p>
<p>Yang tidak kalah penting, jelas persoalan anggaran yang selama ini masih tertatih-tatih. Pengurus juga telah berupaya secara optimal untuk bisa menggali dana, baik melalui donator perseorangan maupun institusi, agar bisa mendukung program-program yang teragendakan. Namun, agaknya kita belum memiliki banyak referensi kegiatan yang bisa meyakinkan calon donatur untuk mengucurkan dananya ke dalam “pundi-pundi” Agupena Jawa Tengah. Oleh karena itu, agaknya kita perlu terus melakukan aksi-aksi konkret sehingga kita memiliki banyak rujukan kegiatan dan kiprah nyata yang bisa meyakinkan banyak kalangan. </p>
<p>Setahun memang bisa dibilang waktu yang amat pendek untuk bisa melakukan aktivitas dan mengimplementasikan berbagai program secara optimal. Meskipun demikian, waktu setahun juga lebih dari cukup untuk memotret dan mengevaluasi eksistensi Agupena Jawa Tengah dalam menjalankan visi dan misi organisasi. Tagline “Membangun Semangat Berbagi” sebagai “branding” organisasi bisa dijadikan sebagai indikator keberhasilan Agupena Jateng dalam berkiprah di tengah-tengah “kegelisahan” para guru dalam membudayakan aktivitas menulisnya. </p>
<p>Semoga mulai tahun kedua, Agupena Jateng, dengan dukungan berbagai pihak, bisa lebih berkiprah secara nyata di tengah-tengah dinamika dunia pendidikan yang makin kompleks, sehingga bisa ikut menjembatani kepentingan rekan-rekan sejawat yang selama ini masih dihinggapi sikap “inferior” dalam ranah kepenulisan. *** </p>
<h4  class="related_post_title">Tulisan Terkait:</h4>
<ul class="related_post">
<li>Sunday, 21 June 2009 &#8212; <a href="http://sawali.info/2009/06/21/agupena-jawa-tengah-tak-ingin-jadi-asosiasi-guru-eksklusif/" title="Agupena Jawa Tengah: Tak Ingin Jadi Asosiasi Guru Eksklusif">Agupena Jawa Tengah: Tak Ingin Jadi Asosiasi Guru Eksklusif</a> (68)</li>
<li>Thursday, 18 February 2010 &#8212; <a href="http://sawali.info/2010/02/18/pelantikan-pengurus-agupena-cabang/" title="Pelantikan Pengurus Agupena Cabang dan Diskusi Kepenulisan">Pelantikan Pengurus Agupena Cabang dan Diskusi Kepenulisan</a> (51)</li>
<li>Thursday, 15 October 2009 &#8212; <a href="http://sawali.info/2009/10/15/achjar-chalil-agupena-dan-rakernas/" title="Achjar Chalil, Agupena, dan Rakernas">Achjar Chalil, Agupena, dan Rakernas</a> (110)</li>
<li>Monday, 29 June 2009 &#8212; <a href="http://sawali.info/2009/06/29/mengubah-mind-set-guru-tentang-dunia-kepenulisan/" title="Mengubah Mind-Set Guru tentang Dunia Kepenulisan">Mengubah Mind-Set Guru tentang Dunia Kepenulisan</a> (114)</li>
<li>Monday, 16 February 2009 &#8212; <a href="http://sawali.info/2009/02/16/blog-agregator-agupena-jawa-tengah/" title="Blog Agregator Agupena Jawa Tengah">Blog Agregator Agupena Jawa Tengah</a> (166)</li>
<li>Friday, 6 February 2009 &#8212; <a href="http://sawali.info/2009/02/06/agupena-jawa-tengah-dan-ranah-pemikiran-guru-kreatif/" title="AGUPENA Jawa Tengah dan Ranah Pemikiran Guru Kreatif">AGUPENA Jawa Tengah dan Ranah Pemikiran Guru Kreatif</a> (125)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/agupena-jawa-tengah-refleksi-menjelang-tahun-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aksi Kreatif Kika Syafii dan Undangan “Amprokan Blogger”</title>
		<link>http://rafkirasyid.com/aksi-kreatif-kika-syafii-dan-undangan-%e2%80%9camprokan-blogger%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://rafkirasyid.com/aksi-kreatif-kika-syafii-dan-undangan-%e2%80%9camprokan-blogger%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 07:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syndicate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=3177</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan email dari Kika Syafii dan Ajeng. Namun, mohon maaf, baru kali ini saya sempat memublikasikannya. Berikut ini email selengkapnya. Yang pertama, email dari Kika Syafii. 
Salam.
Maaf sebelumnya bila di anggap nye-pam, karena permohonan ini yang mendadak. Tidak bermaksud untuk mencampuri urusan isi blog anda masing-masing, namun saya hanya memohon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="float: left; font-size: 100px; line-height: 70px; padding-top: 2px; font-family: Times,serif,Georgia; color: #cc0000;">B</span>eberapa hari yang lalu, saya mendapatkan email dari <a href="http://kika.web.id" title="kika.web.id">Kika Syafii</a> dan <a href="http://www.muslimah.web.id" title="www.muslimah.web.id">Ajeng</a>. Namun, mohon maaf, baru kali ini saya sempat memublikasikannya. Berikut ini email selengkapnya. Yang pertama, email dari Kika Syafii. </p>
<blockquote><p>Salam.</p>
<p>Maaf sebelumnya bila di anggap nye-pam, karena permohonan ini yang mendadak. Tidak bermaksud untuk mencampuri urusan isi blog anda masing-masing, namun saya hanya memohon bantuan dengan sangat. Semoga anda berkenan.</p>
<p>Saya minta tolong untuk dibantu posting di masing-masing Blog rekan-rekan dengan postingan yang ada di lampiran email ini. Ini dilakukan untuk membantu para korban Lumpur Lapindo yang semakin terlupakan dan ditinggalkan. Dan juga tentunya sekaligus untuk membantu pergerakan sosial yang lebih luas dengan cakupan kemampuan yang saya punya.</p>
<p>Bila tidak berkenan, silahkan tidak usah di posting. Dan mohon dengan sangat untuk tidak menjadikan sebuah masalah.</p>
<p>Gambar Kaos dan CD/DVD bisa diambil di blog saya, http://kika.web.id, dan silahkan juga bagi teman-teman yang mau nitip link di http://kukira.net untuk mengirimkan gambar bannernya dengan ukuran 80&#215;80 px. Terbatas hanya untuk 8 orang, dan nantinya bisa dilihat di footer.</p>
<p>Terima kasih Banyak</p>
<p>Salam.</p>
<p><strong>Lampiran:</strong></p>
<p><strong>Menghidupkan wisata lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo</strong></p>
<p>Setelah 3 tahun ditambah 100 hari pemerintahan yang sekarang, ternyata tidak sedikitpun menyentuh kondisi sosial korban lumpur Lapindo yang ada di Desa Porong, Sidoarjo. Perlahan dan (seperti) pasti, kondisi sosial di Porong dan desa-desa lainnya yang terkena dampak lumpur Lapindo dilupakan bahkan ditinggalkan. Rembug Nasional (National Summit) yang diadakan Presiden setelah pelantikannya juga seperti sengaja untuk tidak mengundang korban lumpur Lapindo. </p>
<p>Masih tercecer saat ini lebih dari 300 KK yang menganggur, hak penghidupan yang semestinya menjadi hak paten manusia hidup masih juga tidak diperjuangkan dengan baik. Bisa dibayangkan, berapa total nyawa yang terancam kelangsungan hidup, pendidikan dan masa depan bila dihitung dari 300 KK. Uang ganti beli (yang jelas-jelas uangnya dari Negara alias Rakyat) juga tidak membantu banyak, karena masih banyak penduduk yang belum menerima uang ganti asset tersebut. </p>
<p>Kebijakan Perpres No. 14/2007 adalah termasuk kebijakan ‘kesopanan’ pemerintah pusat pro Lapindo, tidak tegas dalam memberesi persoalan rakyat akibat kebijakan pengelolaan usaha hulu minyak dan gas bumi (migas) yang tidak berorientasi pada social safety.</p>
<p>Terakhir minggu ketiga bulan pertama tahun ini, saya mencoba melakukan assesment secara nyata ke desa-desa yang terkena dampak lumpur Lapindo. Lokasi pengungsian yang masih semrawut, pengangguran nyata yang terlihat di sisi danau lumpur, hingga wajah-wajah tegang yang berseliweran disekitarnya. Namun terlihat juga beberapa pengunjung yang menikmati danau lumpur ciptaan Lapindo itu. Luas tanggul yang hampir mencapai 1 KM menjadi strategic view untuk menikmatinya. Terlihat sekali minim aktifitas yang terjadi disini. Hampir seperti daerah mati. Sebelum menikmatinya, saya dicegat dan di minta membayar sebesar 5000 rupiah sebagai ganti uang tiket masuk ke lokasi wisata danau lumpur. Tanpa senyum dan tanpa basa basi, terlihat sekali ketegangan yang sudah akut menyelimuti pikiran mereka-mereka yang ada di daerah ini. </p>
<p>Berbekal melihat dan mencermati keadaan, kebutuhan perut para pengungsi yang berjumlah lebih dari 300 KK tersebut sudah tidak bisa lagi dihindarkan. Sudah sangatlah mendesak. Menurut Ipung M Nizar, salah satu koordinator pengungsi, mereka sudah tidak tahu lagi harus bagaimana. Kebanyakan dari mereka sulit untuk diajak keluar dari daerah lumpur tersebut.  Hingga akhirnya dia sebagai koordinator tidak bisa juga meninggalkan rekan-rekan dan beberapa saudaranya yang masih tinggal dan menunggu uang ganti beli dari Pemerintah. Namun mereka berjanji bila ada jaminan penghidupan yang layak, mereka akan berusaha untuk keluar dari lingkungan Lumpur yang jelas-jelas sudah tidak lagi kondusif untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Selama ini Ipung dan teman-teman mencoba untuk berkarya dengan membuat CD/DVD dokumenter tentang kejadian Lumpur Lapindo. </p>
<p>Untuk membantu Ipung dan rekan-rekannya, saya beserta teman-teman mencapai pada tahap kesepakatan untuk membantu dengan cara menghidupkan saja sekalian wisata di Danau Lumpur Lapindo. Secara SDM dan kreatifitas, daerah Tanggulangin dan Porong merupakan sentra produksi kerajinan yang sangat dikenal di Indonesia. Di Tanggul pembatas lumpur yang lebar mencapai 15 Meter serta panjang hampir 1 KM itu nantinya akan didirikan pasar wisata dengan berbagai penjualan. Hanya saja dibutuhkan banyak modal untuk orang-orang korban Lapindo ini agar bisa berjualan. </p>
<p>Untuk mensiasatinya, saya secara pribadi akan menggandakan CD/DVD Dokumenter Lumpur Lapindo serta membuat beberapa macam produk yang berhubungan dengan tragedi ini. Yang nantinya hasil penjualan dikurangi modal akan saya kirim ke beberapa koordinator pengungsi disana, entah itu LSM atau personal. Diantaranya Ipung dan LSM yang tergabung dalam http://korbanlumpur.info . Beberapa produknya adalah T-Shirt dan Topi. </p>
<p>Pengadaan konsep Pasar Wisata Danau Lumpur ini juga merupakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah dan mengingatkan kepada khalayak ramai bahwa masih banyak masalah yang diakibatkan oleh Lapindo dan pemerintah secara tidak langsung.  </p>
<p><strong>N.B:</strong><br />
Dan bila ada rekan-rekan yang sanggup memberikan jaminan peminjaman uang kepada para korban untuk digunakan sebagai modal usaha awal, silahkan hubungi saya atau langsung kepada Ipung M Nizar dengan nomor telpon 0817335244.</p>
</blockquote>
<p>Ya, ya, ya, aksi kreatif yang dikemas Kika Syafii ini merupakan bentuk kiprah nyata sebagai wujud kepekaan sosial terhadap nasib saudara-saudara kita di Sidoarjo yang jelas-jelas ditelantarkan  akibat kebijakan pemerintah yang salah urus. Pemerintah yang seharusnya menjadi pionir untuk menyelamatkan ratusan rakyatnya yang terancam, justru makin tenggelam dalam urusan-urusan pragmatis melalui perselingkuhan dan kongkalingkong politik untuk kepentingan kekuasaan semata. Nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini sudah jelas terdegradasi di depan mata makin termarginalkan akibat karakter pemerintah yang sedang dihinggapi sikap paranoid kekuasaan. </p>
<p>Lihat saja bagaimana kegerahan sikap pemerintah dalam menghadapi aksi-aksi demo simbolik dari berbagai kalangan dengan mengusung satwa ke tengah-tengah aksi. Rakyat yang aspiratif bukannya  ditemui melalui sikap ngemong dan kebapakan, melainkan justru diposisikan sebagai pihak yang harus dicurigai hendak menggoyang kursi kekuasaan. Ironisnya, pemerintah justru terkesan jor-joran dengan memanfaatkan anggaran negara untuk kepentingan-kepentingan sempit yang tidak langsung bersentuhan dengan kebutuhan rakyat. Di tengah nasib ratusan warga Sidoarjo yang terlunta-lunta dan terzalimi, pemerintah dan aparatnya justru bisa demikian bahagia duduk di atas mobil mewah, bahkan berencana untuk melambungkan 20% gaji pejabat negara atau membeli pesawat kepresidenan. </p>
<p>Dalam konteks demikian, aksi kreatif Kika Syafii bisa dimaknai sebagai sentilan khas anak muda terhadap sikap pemerintah yang dinilai telah kehilangan sikap empati dan kepekaan terhadap nasib warganya. Oleh karena itu, sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, sangat beralasan kalau kita memberikan apresiasi dan dukungan atas gagasan brilian ini agar bisa menjadi pemicu untuk membangkitkan kembali semangat solidaritas dan kepekaan terhadap nasib sesama. </p>
<p>Email kedua dari <a href="http://www.bloggerbekasi.com/" title="www.bloggerbekasi.com">Komunitas Blogger Bekasi</a> yang disampaikan melalui <a href="http://www.muslimah.web.id" title="www.muslimah.web.id">Ajeng.</a> Berikut ini email selengkapnya.</p>
<blockquote><p>Kota Bekasi, 5 Februari 2010<br />
Ref. No 001/SK-AM/02/10</p>
<p>Kepada Yth,<br />
Di tempat </p>
<p>Lamp : -<br />
Hal	: Undangan Jadi Peserta  ”AMPROKAN BLOGGER” </p>
<p>Dengan Hormat, </p>
<p>Dalam rangka memperkenalkan potensi Bekasi kepada masyarakat luas, baik lewat internet maupun temu muka, serta memperingati Hari Ulang Tahun ke-13 Kota Bekasi (yang jatuh pada tanggal 10 Maret 2010), Komunitas Blogger Bekasi () akan menyelenggarakan Temu Blogger  yang diberi nama AMPROKAN BLOGGER pada tanggal 6-7 Maret 2010.</p>
<p>Acara yang juga diusulkan dan didukung oleh Walikota Bekasi H. Mochtar Mohamad mengambil tema “Melalui Temu Blogger, Kita Gemakan Bekasi yang Hijau, Cerdas, Sehat,  dan Ihsan”. Tema ini sejalan dengan Visi Misi Pemerintah Kota Bekasi serta Program Pemerintah untuk meraih Piagam Adipura. Untuk itu kami bermaksud mengundang perwakilan Blogger agar bisa mengirimkan peserta yang akan diadakan pada :</p>
<p>Hari / Tanggal	: Sabtu-Minggu, 6-7 Maret 2010<br />
Pukul			: 09.00 – Selesai<br />
Tempat		: Asrama Haji, Aula Depsos dan Gedung Pusdiklat Mahkamah Konstitusi<br />
Acara			: Anjangsana, Sarasehan dan Seminar Interaktif<br />
Pembicara		: Tifatul Sembiring (Menkominfo), H. Mochtar Mohamad (Walikota Bekasi), Untung Wiyono (Bupati Sragen),  Romi Satria Wahono (Blogger).</p>
<p>Mohon konfirmasi kesediaan hadir dapat kami terima sebelum tanggal 13 Februari 2010 ke Raden Ajeng dengan menuliskan berasal dari komunitas ……………………… Kota …………………. (yaitu 1. …………………2. ……………. dst). Seluruh akomodasi peserta selama acara berlangsung ditanggung oleh panitia dan perwakilan blogger di luar Jabodetabek akan mendapatkan bantuan transport  ala kadarnya. Selain itu mohon peserta untuk melengkapi pendaftaran di portal http://www.temublogger.com</p>
<p>Demikian undangan ini kami sampaikan, atas partisipasi dan kerjasamanya kami ucapkan banyak terima kasih</p>
<p>Hormat Kami,<br />
Pengurus www.bloggerbekasi.com 				</p>
<p>Aris Heru Utomo, S. H., M. B. A. M.Si.<br />
Ketua  www.bloggerbekasi.com </p>
</blockquote>
<p>Sahabat-sahabat bloger yang kebetulan tak ada acara bisa beramai-ramai menghadiri undangan ini sesuai dengan ketentuan panitia. Selain bisa menjadi ajang pertemuan dan silaturahmi antarbloger, acara “Amprokan Blogger” juga bisa menjadi media diskusi yang menarik tentang dunia internet dan aktivitas ngeblog bersama narasumber yang tak diragukan lagi kapasitas dan kredibilitasnya di dunia maya. Nah, selamat ber-”Amprokan Blogger”. ***</p>
<h4  class="related_post_title">Random Posts</h4>
<ul class="related_post">
<li>Monday, 21 January 2008 &#8212; <a href="http://sawali.info/2008/01/21/perlukah-pengarang-melakukan-pemberontakan/" title="Perlukah Pengarang Melakukan &#8220;Pemberontakan&#8221;?">Perlukah Pengarang Melakukan &#8220;Pemberontakan&#8221;?</a> (23)</li>
<li>Monday, 29 September 2008 &#8212; <a href="http://sawali.info/2008/09/29/selamat-hari-raya-idul-fitri-1429/" title="Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H">Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H</a> (147)</li>
<li>Saturday, 8 November 2008 &#8212; <a href="http://sawali.info/2008/11/08/mendaki-pelangi-menatap-matahari/" title="Mendaki Pelangi: Menatap Matahari">Mendaki Pelangi: Menatap Matahari</a> (22)</li>
<li>Friday, 2 May 2008 &#8212; <a href="http://sawali.info/2008/05/02/benarkah-dunia-pendidikan-kita-sedang-sakit/" title="Benarkah Dunia Pendidikan Kita Sedang &#8220;Sakit&#8221;?">Benarkah Dunia Pendidikan Kita Sedang &#8220;Sakit&#8221;?</a> (39)</li>
<li>Sunday, 12 October 2008 &#8212; <a href="http://sawali.info/2008/10/12/menikmati-silaturahmi-pasca-lebaran/" title="Menikmati Silaturahmi Pasca-Lebaran">Menikmati Silaturahmi Pasca-Lebaran</a> (134)</li>
<li>Tuesday, 11 March 2008 &#8212; <a href="http://sawali.info/2008/03/11/revitalisasi-pendidikan-kemanusiaan/" title="Revitalisasi Pendidikan Kemanusiaan">Revitalisasi Pendidikan Kemanusiaan</a> (33)</li>
<li>Sunday, 19 April 2009 &#8212; <a href="http://sawali.info/2009/04/19/menjelang-un-anak-anak-butuh-sentuhan-kelembutan-dan-kasih-sayang/" title="Menjelang UN: Anak-anak Butuh Sentuhan Kelembutan dan Kasih Sayang">Menjelang UN: Anak-anak Butuh Sentuhan Kelembutan dan Kasih Sayang</a> (10)</li>
<li>Friday, 26 September 2008 &#8212; <a href="http://sawali.info/2008/09/26/refleksi-menjelang-lebaran/" title="Refleksi Menjelang Lebaran">Refleksi Menjelang Lebaran</a> (100)</li>
<li>Sunday, 24 February 2008 &#8212; <a href="http://sawali.info/2008/02/24/mitos-dan-selubung-masa-silam-tabir-penulisan-cerpen/" title="Mitos dan Selubung Masa Silam: Tabir Penulisan Cerpen">Mitos dan Selubung Masa Silam: Tabir Penulisan Cerpen</a> (45)</li>
<li>Sunday, 15 July 2007 &#8212; <a href="http://sawali.info/2007/07/15/menguak-absurditas-cerpen-danarto/" title="MENGUAK ABSURDITAS CERPEN DANARTO">MENGUAK ABSURDITAS CERPEN DANARTO</a> (6)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafkirasyid.com/aksi-kreatif-kika-syafii-dan-undangan-%e2%80%9camprokan-blogger%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

