A Special Gift for Everyone

08 Nov, 2008

Solusi Singapura

Posted by: Rafki RS In: Analisis Ekonomi| My Recent Posts

Tidak ada kota besar di dunia ini yang mampu mengatasi sepenuhnya masalah kemacetan lalu lintas dan polusi, dengan cara membangun lebih banyak jalan raya.

Sejumlah kota besar di dunia ini telah membangun begitu banyak jalan raya (seperti Los Angeles), namun ada pula yang sangat sedikit memperpanjang ruas jalan rayanya (contohnya Shanghai). Namun tingkat kemacetan lalu lintas dan polusi udara di dua jenis kota tersebut hampir sama saja. Pembangunan lebih banyak jalan raya hanya akan mendorong pemilik mobil untuk lebih banyak memakai mobilnya, atau untuk memilih rumah-rumah yang lebih murah di pinggir kota, yang pada akhirnya akan membuat mereka lebih sering memadati jalan-jalan raya.

Sebuah penelitian tentang kemacetan lalu lintas di London menyimpulkan bahwa sekalipun pemerintahnya membelah-belah pusat kota sedemikian rupa untuk membangun jalan-jalan baru, kemacetan lalu lintas tetap saja akan tetap berlangsung.

Para ekonom sejak lama memiliki jawaban teoritis untuk mengatasi peliknya persoalan polusi dan kemacetan lalu lintas tersebut. Yaitu dengan cara mengenakan ongkos pemakaian jalan raya. Mereka menyarankan agar pemerintah memungut bayaran kepada setiap orang yang memakai jalan raya, sesuai dengan jalan apa yang digunakan, pada jam berapa dan musim apa mereka berkendara, serta seberapa banyak polusi udara yang mereka timbulkan. Harga atau ongkosnya harus dibuat sedemikian rupa sehingga pemakaian jalan raya oleh para pengendara menjadi optimal.

Sampai Singapura mencoba menerapkan cara itu, tidak ada kota besar di dunia ini yang berminat atau berani melakukannya. Banyak gagasan yang secara teoritis tampak hebat, namun dalam prakteknya melempem, atau bahkan memunculkan berbagai persoalan yang tidak terduga.

Singapura berhasil menjalankan cara itu bukan karena teorinya hebat, melainkan karena mereka sudah berpengalaman selama bertahun-tahun dan mengatasi berbagai permasalahan yang semula tidak terfikirkan. Sistem pengenaan harga untuk pemakaian jalan raya itu ternyata berhasil mengatasi kemacetan lalu lintas. Singapura adalah satu-satunya kota di muka bumi ini, yang bebas dari masalah kemacetan lalu lintas maupun polusi udara akibat kendaraan bermotor.

Di Singapura, ada sejumlah jalan tol di sekeliling pusat kota. Untuk mencapai pusat kota, setiap mobil harus membayar karcis tol yang harganya bervariasi, tergantung jalan raya mana yang dipakai, jam berapa mobil itu lewat, dan tingkat polusi yang terjadi pada hari itu. Setiap harga di sesuaikan, dinaik-turunkan, agar pemakaian jalan bisa seoptimal mungkin.

Selain itu, Singapura juga menghitung jumlah maksimum kendaraan yang boleh lalu-lalang di semua jalan, agar polusinya dapat dikendalikan. Lisensi atau hak pengadaan mobil baru dilelang setiap bulannya. Plat nomor setiap mobil dibedakan sesuai dengan izin pemakaiannya. Plat nomor yang memungkinkan sebuah mobil dipakai kapan saja jelas lebih mahal daripada plat yang hanya memungkinkan pemakaian mobil pada akhir pekan saja. Harga plat itu sendiri bisa berubah-ubah sesuai dengan permintaan dan penawaran yang ada.

Dengan pengaturan seperti ini, Singapura tidak terjebak pada proyek-proyek pembangunan jalan raya besar-besaran, yang pada akhirnya hanya menjadi pemborosan. Adanya pendapatan dari pungutan biaya pemakaian jalan raya juga dapat dimanfaatkan untuk menurunkan pajak-pajak yang lain.

Artikel ini saya sumbangkan sebagai bentuk rasa prihatin terhadap pembangunan jalan-jalan baru untuk bus TransJakarta, yang terbukti tidak memberikan manfaat apa-apa bagi pengurangan kemacetan di Jakarta.

Sumber Foto: thestargazer.files.wordpress.com

CO.CC:Free Domain

18 Responses to "Solusi Singapura"

1 | mima

November 8th, 2008 at 11:50 am

Avatar

widihhh.. tu gambar serem amat yaksss…

indonesia harus coba tu kya di singapura..

Postingan terbaru dari mima : Leksikafe

2 | mantan kyai

November 8th, 2008 at 12:23 pm

Avatar

waduh. nekat tuh orang tumasik !!!

Postingan terbaru dari mantan kyai : Road to Trenggalek

3 | achoey

November 8th, 2008 at 2:03 pm

Avatar

semoga diantara yang membacanya adalah mereka yang memiliki kebijakan

sahabat, jangankan di jalan umum
di jalan bebas hambatan aja kadang terhambat :D
Postingan terbaru dari achoey : Berpindah Tangan

4 | Solusi Singapura | Blog Batam Digital Island

November 8th, 2008 at 2:54 pm

Avatar

[...] Solusi Singapura November 8, 2008 2:56 pm admin Dari Blogger - Agreegator Dari http://rafkirasyid.com/2008/11/08/solusi-singapura/ [...]

5 | cenya95

November 8th, 2008 at 3:19 pm

Avatar

Singapur dibandingkan Indonesia sangat berbeda jauh. Mengatur kelompok kecil lebih mudah daripada kelompok besar.
Indonesia mo diatur seperti Singapura…. apa jadinya ya…?

6 | norjik

November 8th, 2008 at 6:02 pm

Avatar

ky nya kt musti blajar dari Jpn, org Jpn gk malu ke MALL naek sepeda. Makanya di sana Mall parkiranya msh penuh dg sepeda. Bahkan artis pun ada yg naek kendaraan umum kl bepergian. Makanya mslh kemacetan di JPN masih bisa di tanggulangi ketimbang Jakarta. Kl di Indo mana ada org kaya mau naek sepeda pergi ke MALL, atau naek kendaraan umum ? tkt di blg NDESO !. Makanya jkt ttp macet walau sdh di upayakan berbagai cara. Kl sdh bgini, mana yg NDESO ? Jepang atau negara kita ?

Postingan terbaru dari norjik : Kotak saran atau Kotak sumbangan ?

7 | Silo

November 8th, 2008 at 6:44 pm

Avatar

Kalau batam terutama batu aji di pasangin tarif kayak gini bukannya berhenti tapi muter lewat Tiban pak he..he

Postingan terbaru dari Silo : Seo Quake, Tool Untuk Mengetes SEO Blog

8 | abee

November 8th, 2008 at 7:46 pm

Avatar

ebusyet, tuch gambar….! :shock:
jadi ragu, lha wong aspal ajah masih dikorupsi kok…coba ajah kalok ngaspal jalan musti cepet berlubang…cepet rusak….

Postingan terbaru dari abee : penting ya?

9 | satya sembiring

November 8th, 2008 at 8:32 pm

Avatar

batam juga dah mulai padat pak
tapi untuk jalan raya di batam terus di tambah

Postingan terbaru dari satya sembiring : Rasa rinduku

10 | izandi

November 8th, 2008 at 10:13 pm

Avatar

wah itu jalanan beneran ya pak?
perlu sikap disiplin dulu kali ya

Postingan terbaru dari izandi : Review ke 13 dari Bang Zalukhu

11 | sawali tuhusetya

November 9th, 2008 at 1:33 am

Avatar

seharusnya bangs akita tak perlu malu utk mencontoh singapura dalam soal penataan jalan, pak rafky. sayangnya, proyek di negeri ini orientasinya selalu pada bisinis dan profit sehingga fasilitas publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak jadi makin semrawut.

Postingan terbaru dari sawali tuhusetya : Gelar Budaya Teater Semut 2008

12 | love-ely

November 9th, 2008 at 1:45 am

Avatar

Memang infrastruktur jalan dan pengaturan yang bagus akan memberi kesan yang bagus juga.

Postingan terbaru dari love-ely : Money For Nothing But For Financial Crisis

13 | edratna

November 9th, 2008 at 5:00 am

Avatar

Yang harus diingat, Singapura juga membangun subway di bawah tanah, yang menghubungkan tempat satu dan lainnya, ini sangat memungkinkan untuk mengurangi kemacetan.

Sebetulnya di Singapura juga masih macet, terutama pada jam pulang kerja, namun orang-orangnya (sopirnya) sabar antri dan tak nyelonong, sehingga kemacetan tidak parah. Ketidak disiplinan cara nyopir di Indonesia membuat kemacetan makin parah.

Postingan terbaru dari edratna : Andai ibu masih ada….

14 | Daniel Mahendra

November 9th, 2008 at 8:45 am

Avatar

Lha bagaimana, di Indonesia, setiap hari ada pengajuan STNK baru. Dan tipe serta model mobil baru itu, selalu keluar setiap bulan. Satu keluarga punya beberapa mobil. Masih merasa sedap bepergian menggunakan mobil.

15 | Donny Verdian

November 10th, 2008 at 9:20 am

Avatar

Sebulan kemarin saya tinggal di Jakarta, sebelum kemari, dan itu sudah lebih dari cukup!
Saya tak mau berkubang di jalanan, menanti dan menanti di atas kendaraan tanpa kita tahu apakah lima meter di depan macet atau tidak…

Memang menyebalkan!

16 | yasmin

November 11th, 2008 at 5:35 pm

Avatar

sangat riskan sekali ya pak melihat gambarnya.dan bisa-bisa tingkat stres warga metropolitan bakal meningkat.
singapuramungkin sangat mudah ambil langkah itu,indikasi yg pertama krna SDM nya yg mudah diatur,mlestarikan budaya antri,kedua penduduk spore yg padat mengharuskan pmerintahnya mnggunakan metode sperti itu,dan propertinya sangat maju.semoga btm bisa seperti spore deh..

17 | catatan muslim

November 11th, 2008 at 9:34 pm

Avatar

Ko rapet ya..??
macet tapi rapihhh ga kaya di Indonesia, macet semrawut….

Postingan terbaru dari catatan muslim : HALLOWEEN Day ..!!

18 | Daiichi

November 11th, 2008 at 9:37 pm

Avatar

Kesadaran manusianya yang menentukan terciptanya sistem atau tatanan kota yang baik… Partisipasi seluruh masyarakat…

Postingan terbaru dari Daiichi : Obama Wins

Comment Form

Categories

Buku Tamu


yz
Happy New Year, Pak Rafki...

ahmad
pak udah ada ngak cara me...

ahmad
malam pak saya mahasiswa ...

siti rohmah
Ass. pak rafki.....!!! ...

A Adiluhung Jalu Sakti
awalnya aq ga sengaja car...

Flickr PhotoStream

    Photo5 014Photo6 004Photo6 239Photo5 020

About

Rafki RS adalah pengajar yang ingin terus belajar. Membaca dan menulis menurut saya adalah cara terbaik untuk mendapatkan tambahan pelajaran dalam hidup ini. Sehingga dengan keyakinan ini, saya menghadirkan blog ini sebagai sarana belajar bagi saya. Tentunya dengan harapan mendapat bantuan, saran dan kritikkan dari Anda semua. Saat ini saya berdomisili di Batam - Kepulauan Riau.

Oil Rig Injury Lawyer
Statistik Kunjugan
Add to Technorati Favorites
Personal
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
BRDTracker
Display Pagerank
Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!

KapanLagi.com