A Special Gift for Everyone

14 Sep, 2008

Mencari Manfaat Dari Kelimpahan Penduduk

Posted by: Rafki RS In: Ekonomi| My Recent Posts

Kebanyakkan orang Indonesia percaya bahwa kelebihan penduduk adalah salah satu sebab kenapa bangsa ini sulit untuk maju. Namun, saya selalu menyampaikan bahwa kelebihan penduduk sebenarnya juga memiliki sisi positif. Yaitu berlimpahnya supply tenaga kerja (sumber daya manusia) dan luasnya pasar untuk pelemparan produk.

Sesungguhnya, yang termasuk sumber daya manusia tidak hanya jumlah penduduk dan tingkat keahliannya saja, namun juga meliputi pandangan hidup mereka, tingkat kebudayaan, sikap-sikap dan penilaian mereka terhadap pekerjaan, akses mereka untuk mendapatkan informasi, dan besar-kecilnya keinginan untuk memperbaiki diri secara kreatif dan otonom. Tingkat kecakapan administratif juga merupakan salah satu bentuk sumber daya manusia yang penting karena hal tersebut seringkali menentukan kemampuan dan ketepatan waktu pemerintah dalam memperbaiki struktur produksi secara keseluruhan.

Bila kita berbicara sumber daya manusia, itu berarti kita juga berbicara mengenai rumitnya hubungan antara berbagai macam faktor seperti kebudayaan, tradisi, agama, suku-suku bangsa, dan aneka faktor primordial lainnya. Namun yang jelas kuantitas dan kualitas sumber daya manusia di dalam suatu negara merupakan salah satu determinan yang paling penting atas keandalan struktur perekonomian negara tersebut.

Selanjutnya mengenai luasnya pasar tempat pelemparan produk akibat melimpahnya penduduk. Sebagai salah satu contoh, para pengusaha layanan telpon seluler telah membuktikannya saat ini.

Bagaimana tidak. Barangkali susah dicari suatu negara yang jumlah operatornya sebanyak Indonesia. Kalau saya tidak salah catat, saat ini ada 10 operator seluler di Indonesia, baik yang berbasis GSM maupun CDMA. Mereka adalah: Telkomsel, Indosat, XL, Telkom (Flexi), Bakrie Telecom (Esia), Mobile 8 (Fren), Smart, Sampoerna Telekomunikasi (Ceria), Hutchison CP (3/Three), dan Natrindo Telepon Seluler (Axis).

Para operator tersebut melihat bahwa Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization (EBITDA) di industri telekomunikasi di Indonesia ini memang masih sangat tinggi. EBITDA ini merupakan metrik yang biasa digunakan untuk menghitung kinerja keuangan dan mengevaluasi tingkat profitabilitas sebuah perusahaan beraset besar seperti dalam industri telekomunikasi. Semakin tinggi nilai EBITDA-nya, berarti perusahaan atau industri tersebut semakin bagus kinerja keuangannya.

Berdasarkan laporan terkini dari lembaga Research and Markets yang berjudul ”2Q08 Indonesia Mobile Forecast, 2008 - 2010: Indonesia will continue to be the most profitable mobile market in East Asia”, EBITDA industri telekomunikasi seluler di Indonesia diperkirakan akan mencapai angka 64% pada tahun 2010.

Selain itu, tingkat penetrasi telekomunikasi seluler di Indonesia diperkirakan juga akan terus meningkat. Dari sekitar 50,7% pada tahun 2008 ini menjadi 62,7% pada tahun 2010. Jumlah pelanggan juga akan meningkat dari 115,6 juta pada tahun 2008 ke 146,5 juta pelanggan pada tahun 2010.

Sayang seribu kali sayang kebanyakkan hasil dari kue seluler ini mengalir ke luar negeri.

Ulasan di atas hanyalah sekedar contoh betapa kelimpahan penduduk yang dimiliki Indonesia saat ini sudah seharusnya dilihat sebagai manfaat bukan lagi sebagai beban yang merupakan cara berfikir kuno menurut saya. Kalau kita masih menganggap bahwa kelebihan penduduk di Indonesia saat ini sebagai beban maka program-program pengurangan kelahiran (baca: Keluarga Berencana) akan menyedot anggaran pembangunan. Namun, jika kita melihat kelebihan penduduk saat ini sebagai manfaat, maka sektor pendidikanlah yang seharusnya akan menyedot anggaran lebih banyak. Perbedaan dua cara pandang ini memang kelihatannya sederhana namun percayalah bahwa efeknya akan sangat besar di masa depan.

CO.CC:Free Domain

17 Responses to "Mencari Manfaat Dari Kelimpahan Penduduk"

1 | Daniel Mahendra

September 15th, 2008 at 12:37 am

Avatar

Ini tulisan yang selalu mengendap di kepalaku.
Dari sisi dunia penerbitan, sebetulnya banyaknya penduduk merupakan pasar potensial bagi industri perbukuan. Namun Indonesia masih merupakan negara yang jumlah terbitan dalam setahunnya terhitung jauh lebih kecil dibanding negara-negara di Asia sekalipun. Padahal dari segi jumlah penduduk, luar biasa sekali.

Di negara-negara lain yang jumlah penduduknya lebih kecil ketimbang Indonesia, jumlah judul buku yang terbit dalam setahun jauh sekali di atas Indonesia.

2 | Paman Gober

September 15th, 2008 at 12:59 am

Avatar

iya pak, kalo kita gali lebih lanjut penduduk Indonesia yang banyak ini adalah berkah yang berlimpah dari Tuhan Yang Maha Esa. so, tinggal bagaimana kita sebagai generasi muda dan pemerintah menanggapinya.

Paman Gobers last blog post..Agar Akun Paypal Anda Terhindar dari Status Limited

3 | andif

September 15th, 2008 at 1:56 am

Avatar

belum bisa ngalahin penduduk cina Om :)
andifs last blog post..Akhirnya KTP sudah jadi

4 | Donny Verdian

September 15th, 2008 at 3:16 am

Avatar

Pak Rafki, menurut saya permasalahannya adalah apakah penduduk yang banyak itu juga diikuti dengan lahirnya generasi pemimpin yang jumlahnya mencukupi juga untuk mengurus penduduk yang banyak itu :)

Kalau tidak dan selalu tidak ya akan tetap seperti ini, barangkali :)
Donny Verdians last blog post..Tentang Gelar Kesarjanaan dan Sepotong Tinja

5 | Nenyok

September 15th, 2008 at 4:39 am

Avatar

Salam
Its mean mindsetnya yang harus dirubah ya Sir, segala kerumitan itu sebenarnya bisa mudah diatasi jika kita punya sistem pengatur yang ideal dan kokoh dalam segala sektor plus pemimpin yang punya niat dan idealisme mengurus rakyat *mimpi kali euy*
Yang jelas indonesia surga bagi pemegang kapital, segala ada segala masuk, pasar yang menjanjikan dan tenaga kerja murah tapi ya seperti yang Sir paparkan kesimpulannya adalah kenapa masih nihil kualitas.

Nenyoks last blog post..My Tags and Award-Award an

6 | Silo

September 15th, 2008 at 2:44 pm

Avatar

Yup betul pak melimpahnya penduduk bisa menggeliatkan ekonomi jika sebagian besarnya jadi wirausahawan.
Sayang sebagian penduduk kita masih bermental kuli kayak saya he..he

Silos last blog post..Cara Paling Aman Saat Ini Dari Virus !

7 | zoel

September 15th, 2008 at 3:16 pm

Avatar

asal bisa mencari peluang ya pak,,

8 | sawali tuhusetya

September 15th, 2008 at 6:57 pm

Avatar

saya sepakat dg pak rafky. jumlah penduduk yang besar seharusnya bisa menjadi modal sosial utk membuat bangsa kita lebih maju dan dinamis.

9 | galihyonk

September 16th, 2008 at 12:43 am

Avatar

Sepakat Pak Rafki… Namun, ironisnya dg jumlah penduduk yang besar kita masih gampang dicerai berai.. :-(
galihyonks last blog post..(lagi) Buka Bersama

10 | Gempur

September 16th, 2008 at 1:54 pm

Avatar

Sebenarnya, kata guru saya, Indonesia itu kebanyakan orang pintar dan kebanyakan dari mereka pengennya ngatur semua. Susahnya, jarang ada orang pinter dan mau diatur atau dipimpin.

Andaikata ada satu orang pimpinan dan ada ribuan orang pintar menyatakan siap dipimpin dan rela menunggu gilirannya memimpin bila tiba waktunya, dijamin bakal jaya indonesia.

11 | Wempi

September 16th, 2008 at 4:59 pm

Avatar

saya dan beberapa penduduk indonesia lainnya sudah terbiasa dengan keadaan begini, huehueheu.

bekerja di perusahaan asing adalah suatu kebanggan, hahaha

Wempis last blog post..Wilmar Recruitment on Campus - 19 Sept 2008

12 | Andy MSE

September 17th, 2008 at 11:42 pm

Avatar

Yeach… penduduknya melimpah tapi pada rebutan zakat sampai ada yang mati pak!… bingung nih!

Andy MSEs last blog post..saya deg-degan

13 | hedy

September 18th, 2008 at 8:59 am

Avatar

Ada yang salah dalam menangani penduduk yang melimpah ini

hedys last blog post..Demi Massa

14 | hakimaza

September 19th, 2008 at 9:45 am

Avatar

Indonesia adalah bangsa BUIH, banyak tapi mudah diombang-ambingkan ombak. Allah akan memberikan pemimpin suatu kaum yang sekualitas dengan kaum itu sendiri.

hakimazas last blog post..Semangkuk Kolak Pisang

15 | Bu Noor

September 20th, 2008 at 11:01 pm

Avatar

Kalau nggak pakai hape ya repot pak! sedangkan produk dalam negeri yang murni juga nggak ada. Heran juga, kenapa perusahaan-perusahaan besar telekomunikasi itu justru tidak 100% dimodali dari dalam negeri???

Bu Noors last blog post..MP3 Player

16 | norjik

September 22nd, 2008 at 7:40 pm

Avatar

harusnya sih pak, tp knp ya sektor Migas dan Batubara justru di kuasai asing ? dan kita-kita sbg pemilik SDA nya justru hanya jadi “pembantu” ? mau jadi “pembantu” nya pun susahnya bukan main. *Ah angan2 saya aja koq pak ..

norjiks last blog post..Lebaran tanpa listrik

17 | langitjiwa

September 22nd, 2008 at 9:37 pm

Avatar

itulah dgn jumlah penduduk kita banyak ini,mengapa justru SDAnya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
kalau tdk berjalan maka penduduk miskin akan terus bertambah.
memang penduduk miskin itu tdk di negara kita saja,tapi sdh seharunya dgn SDA yg ada kita bisa memanfatkan untuk rakyat indonesia ini dan cucu2 kita nanti.

langitjiwas last blog post..kalau kau tetap berkeras hati ingin mencabik-cabik laki-laki itu,silakan.

Comment Form

Categories

Buku Tamu


yz
Happy New Year, Pak Rafki...

ahmad
pak udah ada ngak cara me...

ahmad
malam pak saya mahasiswa ...

siti rohmah
Ass. pak rafki.....!!! ...

A Adiluhung Jalu Sakti
awalnya aq ga sengaja car...

Flickr PhotoStream

    Photo5 014Photo6 004Photo6 239Photo5 020

About

Rafki RS adalah pengajar yang ingin terus belajar. Membaca dan menulis menurut saya adalah cara terbaik untuk mendapatkan tambahan pelajaran dalam hidup ini. Sehingga dengan keyakinan ini, saya menghadirkan blog ini sebagai sarana belajar bagi saya. Tentunya dengan harapan mendapat bantuan, saran dan kritikkan dari Anda semua. Saat ini saya berdomisili di Batam - Kepulauan Riau.

Oil Rig Injury Lawyer
Statistik Kunjugan
Add to Technorati Favorites
Personal
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
BRDTracker
Display Pagerank
Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!

KapanLagi.com