Sungguh pandai Agung Laksono mengail di air keruh. Lihatlah apa yang dilakukan Kompas.com berikut ini:
Dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2008-2009, Ketua DPR Agung Laksono menyinggung penangkapan beberapa anggotanya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dugaan terlibat sejumlah kasus korupsi. Agung meminta, agar jangan sampai ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan “mencoreng” lembaga lain. Menurutnya, DPR merupakan sebuah lembaga dengan domain politik yang perlu diselamatkan.
Begitu jelas terlihat bahwa Agung mulai mencari-cari kambing hitam. Entah lembaga mana yang sedang membuat lembaga legislatif ini merasa terancam. Apakah bukannya prilaku anggota dewan itu sendiri yang membuat lembaga ini “tercoreng-moreng” seperti sekarang? Begitu jelas kalau Agung dalam hal ini ingin tampil sebagai dewa penyelamat untuk lembaga yang dipimpinnya ini.
Lihatlah Pak Agung, hasil survei TII (Transparency International Indonesia), lembaga ‘terhormat’ yang Anda pimpin itu merupakan lembaga nomor satu terkorup di Indonesia. Anehnya, Agung Laksono masih coba membela lembaga ‘bobrok’ yang dipimpinnya itu dengan mengatakan ada kesalahan dalam hasil survei TII ini.
Harusnya Agung Laksono selaku pimpinan mengajak para anggotanya yang terhormat itu untuk bisa mengaca diri. Bukannya menyalahkan lembaga lain yang berada di luar DPR. Karena masalah sebenarnya ada di dalam bukannya di luar.
Saya tidak menangkap logika ada lembaga yang berusaha membuat lembaga DPR yang ‘terhormat’ itu merasa terancam. Saya tidak melihat ada lembaga lain yang merasa beruntung kalau DPR bubar. Jadi tidak benar menurut saya kalau ada gerakan sistematis untuk mendelegitimasi lembaga yang dipimpin Agung Laksono ini.
Keterangan Foto: 1. Saleh Djasit, 2. Al Amin Nur Nasution, 3. Hamka Yamdu, 4. Antony Zeidra Abidin, 5. Sarjan Taher, 6. Bulyan Royan, 7. Dan lain-lain…
Sumber Foto: Kompas.Com









Recent Comments