Siaran televisi sepertinya tidak bisa dilepaskan dari rating atau pemeringkatan siaran. Di Indonesia, pemeringkatan biasanya dilakukan oleh AGB Nielsen. Lembaga riset ini melakukan survei terhadap 1.645 pesawat TV atau 7.115 responden dari 35,8 juta populasi yang mendiami sembilan kota, yaitu Jakarta dan sekitarnya, Surabaya dan sekitarnya, Semarang, Medan, Bandung, Yogyakarta dan sekitarnya, serta Palembang dan Denpasar.
Pemantauan biasanya dilakukan dengan menginstal alat peoplemeter di pesawat televisi keluarga yang disurvei. Alat ini merekam program yang dipilih dan kategori penontonnya. Catatan jumlah pemirsa ini biasanya dilaporkan oleh AGB Nielsen seminggu sekali. Data inilah yang biasanya menjadi acuan bobot acara oleh kebanyakkan perusahaan penyedia siaran televisi.
Kalau disimak bagaimana AGB Nielsen melakukan survei, maka jelaslah bahwa data yang di dapat adalah data kuantitas penonton bukannya kualitas dari siaran televisi bersangkutan. Hal ini tentunya bisa bertentangan. Di mana, siaran yang banyak jumlah penontonnya, belum tentu merupakan acara yang berkualitas. Dan juga sebaliknya, tentunya.
Lihatlah acara yang mendapat rating tinggi belakangan ini. Tidak jauh-jauh dari acara hiburan seperti komedi, mencari idola, sinetron, dan lain-lain. Acara ini menurut saya miskin kualitas. Bandingkan dengan acara-acara News dan Talkshow yang kaya informasi. Jarang sekali mendapatkan rating tinggi seperti layaknya acara sinetron.
Dalam hal ini, perusahaan televisi selaku perusahaan pencari laba tentunya mengutamakan laba dalam setiap aktivitasnya. Dan sudah pasti acara yang memiliki kuantitas penonton yang lebih tinggilah yang dipilih ditambah jam tayangnya ketimbang tayangan yang berkualitas tapi miskin penonton.
Tinggal kitalah selaku konsumen yang harus pandai-pandai memilah acara mana yang harus kita tonton agar kualitas hidup kita tidak ikut menurun akibat menonton acara-acara televisi yang miskin informasi. Pemerintahpun sepertinya tidak bisa berbuat banyak dalam menghadapi kekuatan para pelaku pertelevisian ini.









Recent Comments