Adalah Prof. Richard Lynn dari Universitas Ulster, Inggris, yang mencoba melakukan penelitian tentang kenapa keyakinan orang modern saat ini terhadap agama begitu menurun. Penurunan ini mulai terlihat semenjak abad ke-20 dan kecenderungannya terus berlanjut.
Nah, yang paling menarik dari studi ini adalah ternyata menurut Lynn, adanya korelasi positif antara penurunan keyakinan beragama tersebut terhadap semakin meningkatnya kecerdasan otak manusia. Menurut Lynn, sewaktu sekolah dasar kebanyakkan orang percaya kepada Tuhan. Namun, ketika menginjak dewasa, pada saat kecerdasan mereka meningkat, mulai banyak yang ragu akan keberadaan Tuhan. Para Akademisi menurut studi tersebut, lebih kecil kemungkinannya percaya kepada Tuhan dibandingkan dengan orang-orang biasa.
Lihatlah survey yang dilakukan oleh Royal Society di kalangan akademisi Inggris. Berdasarkan survey ternyata hanya 3,3% akademisi yang percaya kepada Tuhan. Survey ini diperkuat dengan penelitian serupa oleh American National Academy of Science terhadap akademisi di Amerika Serikat pada tahun 1990. Penelitian ini menunjukkan bahwa hanya 7% kalangan akademisi Amerika yang percaya kepada Tuhan.
Memang kalau dilihat lebih dalam, Prof. Lynn terlalu simpel menarik kesimpulan bahwa degradasi kepercayaan terhadap Tuhan ini semata hanya disebabkan meningkatnya kecerdasan manusia. Banyak faktor lain yang menjadi penyebab menurut saya, seperti contohnya pengalaman hidup dan lingkungan pergaulan. Lihatlah di sekitar kita, di mana banyak orang yang semakin cerdas malahan kepercayaannya terhadap Yang Maha Kuasa malahan semakin bertambah dan orang itu semakin sholeh. Artinya, penelitian Prof. Lynn tersebut belum tentu berlaku umum. Kalau penelitian seperti ini dilakukan di Indonesia, menurut saya kemungkinan besar hasilnya akan terbalik seratus delapan puluh derajat.









Recent Comments