Menyandera Kapal Untuk Menyelamatkan Nyawa
Entahlah predikat apa yang harus diberikan kepada para penumpang KM Kelud yang telah menyandera kapal milik Pelni ini ketika akan berangkat dari Pelabuhan Beton Sekupang Batam beberapa hari yang lalu. Predikat tak terpuji bisa saja diberikan mengingat kerugian yang dialami oleh pihak Pelni akibat penyanderaan yang berlangsung selama 14 jam tersebut. Ditambah lagi kerugian para penumpang lainnya yang mengalami keterlambatan, baik yang berada di atas kapal maupun yang penumpang yang menunggu kapal ini di Pelabuhan Tanjung Priok.
Namun, predikat pahlawan juga bisa disematkan ke pundak para penumpang penyandera kapal ini. Karena walaupun belum terjadi, tindakan para penumpang penyandera ini bisa dianggap telah menyelamatkan ribuan nyawa penumpang lainnya. Para penumpang penyandera ini kabarnya berjumlah sepuluh orang dan salah satunya adalah aparat polisi dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).
Sayangnya, para penumpang penyandera ini diperlakukan bak teroris kelas wahid dengan menurunkan Densus 88 Mabes Polri untuk mengamankannya. Bukankah mereka menyandera bukan dengan maksud untuk memperkaya diri sendiri ataupun untuk membuat teror? Mereka hanya menyandera dengan tuntutan agar muatan kapal dikurangi karena khawatir kapal ini akan tenggelam? Mereka menyandera hanya untuk menyelamatkan nyawa sendiri dan nyawa sesama yang berada di atas kapal.
Mari kita bermain data dalam hal ini. Lihatlah pernyataan dari Sekretaris Perusahaan Pelni Abu Bakar Goyim, seperti berikut:
- Kapal KM Kelud berkapasitas sekitar 3.000 penumpang
- Muatan kapal saat itu 2.683 penumpang
- Jadi masih kurang sekitar 317 penumpang lagi.
Lihatlah data yang disampaikan oleh Kantor Pelni di Sekupang Batam,
- Kapasitas penumpang KM Kelud 2.645 orang (sudah termasuk toleransi 25 persen)
- Muatan kapal saat itu 2.700 penumpang
- Jadi terjadi kelebihan muatan sekitar 55 orang penumpang
Lihatlah data yang terpampang dengan jelas di situsnya Pelni,
- Kapasitas penumpang KM Kelud hanya 2.063 orang
- Jadi kalau muatan sekitar 2.700 orang
- Terjadi kelebihan muatan sekitar 637 penumpang.
Jadi data mana yang bisa dipercaya???
Beginikah cara Pelni memperlakukan masyarakat pengguna angkutan kapal laut? Lihatlah apa yang terjadi jika kapal itu benar-benar tenggelam. Pastilah tidak akan diketahui berapa data pasti dari muatan penumpang sebenarnya. Pastilah akan banyak orang yang dinyatakan hilang atau data korban dimanipulasi sesedikit mungkin untuk menyelamatkan muka Pelni. Betapa dengan data yang simpang siur seperti itu, nyawa ribuan orang dipertaruhkan.
Lihatlah juga betapa jumawa pemain dalam jasa ekspedisi (kargo) mengintimidasi pihak Pelni untuk memaksa muatannya naik ke kapal yang sudah kelebihan penumpang itu. Menurut informasi yang diperoleh Batam Pos, beberapa pemain perusahaan jasa ekspedisi pengiriman yang menggunakan kapal Pelni kerap membawa barang-barang dalam kapasitas yang besar. Tak hanya barang elektronik, makanan, produksi, sparepart tapi juga diduga ada ballpress yang nyata-nyatanya telah dilarang. Bahkan diduga ada sejumlah barang yang tak sesuai dengan manifest alias barang ”d-gol” alias barang selundupan.
Beginilah karut marut angkutan pelayaran di Indonesia. Ditambah lagi dengan bobroknya layanan angkutan udara dan darat. Lengkaplah sudah alat-alat pencabut nyawa yang siap mencabut nyawa siapa saja yang menggunakannya. Apakah Anda sudah bosan hidup? Kalau jawabannya ya, gunakan saja salah satu fasilitas angkutan umum di Indonesia.
Baca beritanya di sini dan di sana.





ckckckckc jadi geleng-geleng kepala..
kok ga belajar dari musibah pasopati sih??
ntar klo dah kejadian baru nahkoda disalahkan.
trus korbannya ga dapat ganti rugi apa2..
payah emang fasilitas negara..
salam
Rafki: Juga tidak belajar dari kasus Tampomas II. Ribuan nyawa melayang percuma.
made ekas last blog post..Anggrek kita Dirampok!!
Pantesan kemarin rekan saya mau naik kepal tersebut jadi terhambat …
Saya kira pantes saja penumpang khawatir, sebab saat ini ombaknya cukup besar Pak … Cuma koq dihadapkan dengan Densus 88 ya? He he he … ini kasus kedua setelah sebelumnya berhadapan dengan guru-guru di Sumatera Utara belum lama ini.
Rafki: Bahkan khabarnya kapal itu sudah miring karena beratnya muatan keramik, Pak. Ditambah dengan kelebihan muatan penumpang.
Harjos last blog post..Harga laptop di bawah Rp 5 Jutaan
yach namanya juga memanfaatkan ruang yang ada, selama masih bisa masuk yach di muat aja, klo kagak sampe khan ada ansuransi, kasih santunan abis perkara
Rafki: Dan yang penting laporan keuangan Pelni tahun depan melaporkan keuntungan.
nyawa kok dipermainkan, perusahaan jasa sekarang kek nya bukan sekedar jual jasa, tapi profit oriented.
begitu juga yayasan, abu-abu… biar gak kena pajak tapi orientasinya laba.
Rafki: Itu mending kalau perusahaan abu-abu Pak. Tapi ini jelas-jelas perusahaan milik pemerintah, masih juga meletakkan nyawa penumpang di ujung tanduk.
Wempis last blog post..Lowongan di PT Musi Banyuasin Indah - Sumsel
serem yah, kali aja pas sayah nyebrang ke batam naek kapal malah disandera n dibawa ke hongkong.. kekeke *nghayal mah*
Rafki: Enak dong, khan bisa shoping di Hongkong.
jadi data mana yg bener nih om? btw kok segitunya ya… emang kadang maksud hati baek… tapi apa dikata…dianggap jelek ya om…. hiks…hiks..
Rafki: Itulah hukum. Kadang-kadang begitu buta untuk membedakan mana yang salah dan mana yang benar.
masenchipzs last blog post..Blog jadi media politik.. menurut bro and sis gimana nih?
saya baru tau ni pak , yang terbaik aja lah pak
Rafki: Yang terbaik tentunya perlindungan penuh dari pemerintah kepada rakyatnya untuk keselamatan angkutan darat, udara, dan laut. Semoga hal ini bisa dijadikan pelajaran oleh pemerintah.
saids last blog post..Belajar lagi , belajar lagi dan terus belajar
maksud baik tapi tindakan kurang baik….tp kl ga digituin ya ga ada yang sadar juga
Rafki: Benar sekali. Harusnya hal-hal seperti ini sering-sering dilakukan biar mata pemerintah terbuka lebar melihat begitu bobroknya tindakkan aparat mereka di lapangan.
bagaimanapun juga ku dukung 10 orang itu,
juga ku sematkan gelar sebagai pahlawan.
pahlawan tanpa tanda jasa,
karena mungkin malah meringkuk di ruang tahanan.
ini persis seperti gambaran Indonesia raya saat ini.
para pedjoeang sejatinya malah kalah dengan sekelompok oportunis yang terorganisir untuk melemahkan bangsa ini.
btw,
memang kenyataanya orang-orang PELNI tak punya hati.
pernah beberapa kali naik kapal Kelud.
nah menjelang sampe di priok biasanya kita akan di tawari tiket bus “eksekutif” katanya. tapi ternyata setelah kita beli tiket sampe di darat busnya nggak jelas. boro-boro dapet bus eksekutif, dapet bus ekonomi-pun harus berdiri. padahal tiket yang ku beli adalah tiket eksekutif.
begitulah cara orang PELNI memperlakukan pelangganya.
akhirnya belajar dari kejadian ini. setiap mau mudik ku siapken segala macem tiket yang di butuhken untuk perjalanan PP-nya.
Nah dari kejadian ini seandainya kita maki-makipun tidak akan menyelesaikan masalah. Adakah di antara sedulur semua punya solusi?
Rafki:Terima kasih sudah berbagi pengalaman Pak.
bangsa yang tidak pernah mau belajar dari sejarah dan pengalaman. Mungkin sudah suratan, rakyatnya hanya bisa ngomel(seperti saya), yang diomeli juga gak peernah tanggap, jadinya ya ngomel sendiri…
Rafki: Ngomel yang tak didengarkan memang menyebalkan Mbak Iis.
Iis sugiantis last blog post..Dialog Warisan Sawah Temin!
pada akhirnya saya hanya bisa mengatakan: inilah indonesia. tanah yg kucinta. kesemrawutan melanda dimana-mana. hingga nyawa seolah tak lagi berharga.
kalau sudah seperti di atas, yg salah siapa pak? pelni, tukang hitung data, atau … (wah mumet deh)
Rafki: Saya pun pusing tujuh keliling melihat data yang simpang siur begitu Pak. Harus orang-orang seperti ini dicopot saja dari jabatannya. Masak ngitung kapasitas kapal saja nggak becus.
Zulmasris last blog post..Daun-daun Tebu Kembali Menderai
Mungkin seperti itulah kecelakaan kapal yang telah terjadi, data korban dimanipulasi agar menyelamatkan boroknya pemerintah.
Rafki: Mungkin saja, dan bahkan sangat mungkin. Mengingat budaya pejabat kita yang mau mengorbankan apapun untuk menyelamatkan kursi jabatannya.
waa saya juga baru tahu ini. penyandera ini punya tujuan yg mulia tapi bagi hukum positif tetap dikategorikan melanggar hukum.
yg paling saya sesalkan adanya data penumpang yang simpang siur. semoga tindakan para penyadera itu bisa menjadi sedikit shock terapi bagi pelni.
btw, gimana caranya add gambar thumbnail ke postingan pak rifki? image yg saya add hanya bisa kelihatan saat full artikel, tapi saat masih berupa ringkasan, image ga muncul
Rafki:Itulah yang juga sangat membingungkan saya, Pak. Kenapa kok orang-orang diinstansi yang sama memiliki data berbeda tentang kapal yang sama.
Mengenai Thumbnail, tergantung pada themesnya Pak. Biasanya untuk memunculkan image di ringkasan url image dimasukkan di Custom Fields. Nah, inilah yang membedakan antara tiap themes. Ada themes yang keynya memakai kata ‘image’, ada juga yang memakai key ‘Thumbnail’ seperti yang saya pakai sekarang. Untuk Valuenya rata-rata sama, yaitu alamat url dari lokasi image.
Custom Field kalau di wordpress terletak di bagian bawah dari halaman kita menuliskan (write) posting. Coba aja scroll ke bawah nanti akan kelihatan kolom isian ‘Custom Field’ tsb. Demikian semoga membantu.
devaris last blog post..New Hope on New Bali Governor
transportasi laut makin menambah panjang daftar persoalan yang dihadapi dunia transportasi di negeri kita, pak rafky. saya tak tahu persis dari mana harus memulainya. dari ranah suprastrukturnya atau infrastrukturnya. yang seringkali jadi masalah besar dari problem itu adalah masalah kultur yang sulit berubah. sistem bagus tapi kalau budaya para pelaksananya masih nggak mau berubah juga, sampai kapan pun akan sulit mewujudkan transportasi yang sehat…
Rafki: Saya berfikir dari dulu dimulai dari mental manusianya Pak. Untuk itu diperlukan kerja keras dan hambatan yang maha hebat. Tapi kita harus memulai, tidak boleh tidak.
sawali tuhusetyas last blog post..Memberhalakan Ijazah
[…] Kepada komunitas blogger Indonesia yang kebetulan berkunjung ke blog ini, saya meminta masukkan dan sumbangan pemikiran untuk mewujudkan hal ini. Terutama indikator-indikator utama yang sebaiknya dijadikan acuan konsep penilaian keberhasilan proyek besar ini. Dan juga kendala-kendala yang sering muncul di lapangan ketika konsep ini diaplikasikan. Tentunya bagi rekan-rekan blogger yang telah terlebih dahulu merasakan cyber city di kota masing-masing, lebih mengetahui akan hal ini. Saran dan sumbang pemikirannya sangat saya nantikan secara pribadi dan tentunya sangat diharapkan oleh komunitas blogger Batam dan juga oleh masyarakat Batam pada umumnya. […]