Ketika ditanya dengan pertanyaan “Apakah Tujuan Anda Kuliah?, 70% dari mahasiswa saya merasa kebingungan, karena kebanyakkan dari mereka tidak mempunyai tujuan yang spesifik. Sebagian lagi (sekitar 20%) memang mempunyai tujuan, tapi dirumuskan dalam kata-kata negatif. Hanya sekitar 10% saja yang mempunyai tujuan (goal) dalam kata-kata yang positif. Sampel ini menurut saya tidak berbeda jauh dari kehidupan sehari-hari.
Ketika orang mempunyai goal dalam kata-kata negatif - seperti “Saya tidak mau miskin dan tidak mau gagal” - apa yang terjadi? Orang tersebut malah jatuh miskin dan seringkali gagal. Dalam beberapa seminar motivasi mungkin Anda pernah mendengar cerita bahwa ketika si motivator menyuruh semua peserta seminar menutup mata dan dilarang membayangkan gajah, apa yang terjadi? Ternyata semua peserta seminar itu membayangkan gajah dalam benaknya.
Kalau Anda tidak percaya silahkan tutup mata Anda dan jangan membayangkan gajah. Maka dijamin gambar gajah akan muncul di benak Anda. Sebab inilah rahasia dari cara kerja otak manusia.
Karena itu, goal harus dirumuskan dalam kata-kata positif. Dan lebih bagus lagi dalam bentuk kata-kata “sudah” dan tambahkan positif secara emosi. Contoh: “Dengan gembira dan senang hati saya (tulis nama Anda) sudah mencapai target utama dalam hidup saya yaitu (tulis target anda). Anda akan terkejut ketika keadaan tiba-tiba berubah berpihak kepada Anda untuk membantu Anda mendapatkan tujuan tersebut.
Apakah Anda sudah memiliki tujuan yang spesifik dalam hidup Anda?









Recent Comments