Abaikan Gempa, 15 Pejabat Dipecat
Tak ada maaf bagi pejabat yang lamban mengatasi gempa bumi yang menghantam wilayah barat daya Tiongkok. Ketegasan kebijakan pemerintah itu sudah terbukti. Media setempat melansir, 15 pejabat dipecat karena dinilai “bermain-main” dengan bencana tersebut. Mereka dianggap melakukan malapraktik. Tiga belas pejabat lain juga mendapat ancaman hukuman karena lalai melaksanakan tugas.
Malapraktik yang mereka lakukan itu, tulis Xinhua, mengakibatkan dampak yang sangat buruk bagi rakyat. Para pejabat tersebut terlambat mengatasi akibat gempa berkekuatan 7,9 skala Richter. Laporan terakhir menyebutkan bahwa korban tewas mencapai 87 ribu orang. Namun, tidak dipaparkan secara detail seberapa buruk malapraktik yang mereka lakukan.
Bulan lalu Tiongkok memang memberlakukan peraturan baru tentang pemberian hukuman terhadap kelalaian dalam pemberian bantuan gempa. Peraturan itu dibuat untuk mengantisipasi adanya penyelewengan bantuan yang diberikan kepada korban. Misalnya, upaya menjual bantuan yang diberikan kepada korban bencana alam yang terjadi 12 Mei lalu tersebut. (Rtr/Xinhua/dia/ami)
Jadi teringat dengan teknik penanganan bencana alam di Indonesia ketika membaca berita ini. Alarm peringatan dini selalu terlambat dibunyikan sehingga banyak jatuh korban. Banyak alasan yang dikemukakan untuk ini. Namun, hanya ada satu tujuan untuk banyak alasan tersebut yaitu mencari kambing hitam untuk menyelamatkan muka dan kursi jabatan.
Belum lagi banyak orang yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Parahnya lagi banyak pejabat yang menganggap bencana alam itu adalah proyek tambahan. Akhirnya rame-rame mengajukan penambahan dana belanja di Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Ujung-ujungnya sunat sana sunat sini. Memangnya negara ini negara proyek?





Berharap pemerintah Indonesia menerapkan hal serupa.
Juliachs last blog post..Masa Kecilku Di Siwalan Barat Semarang (Lanjutan dan akhir)
Semoga di Indonesia dilakukan hal serupa. Dengan adanya kebijakan itu, tidak akan terjadi bantuan yg “salah sasaran”,kebanjiran rejeki bagi orng2 tertentu dan kemungkinan lain yang tiadk diinginkan…
Sekalian aja dipemerintahan dibenahi, sambil memproses multi pelangaran besar(korupsi, kkn, penyalahgunaan wewenang), pelanggaran kecil2 misalnya, datang telat, tidur dikantor (nyata), harus diberi peringatan, Yg ternyata dalam menjalankan tugasnya tidak competent, di pecat aja……
ritas last blog post..Pemenang Turnamen Tennis Trakindo Cup 2008
Pak, saya senang melihat senyum Anda
Maaf komennya tidak nyambung
ILYAS AFSOHs last blog post..Waktu Bloger Ngeblog
Semangkin terbukti, Pak!
Bahkan untuk urusan bencana pun bisa dianggap “anugerah” di sini…
Oh, betapa bangsa yang patut bersyukur untuk setiap keadaan yang didapatinya
Hauhuahuahua
Donny Verdians last blog post..Klepon
kalo di padang selalu dilakukan simulasi bencana secara periodik, sosialisasi daerah evakuasi, pembangunan dan pelebaran jalan evakuasi, penanaman sirine peringatan dini disetiap tower pemancar, dan walikota juga langsung standby di RRI untuk menenangkan warganya sewaktu terjadi bencana.
ini yang wempi lihat & rasakan selama ada gempa dan ancaman tsunami akhir-akhir ini di sumbar. sekarang padang menjadi percontohan tanggap bencana di indonesia.
selain untuk tanggap bencana secara teknis, warga padang juga melakukan dalam bentuk penegakan syariah diantaranya pemberantasan penyakit masyarakat, prostitusi, judi, melaksanakan dzikir akbar, didikan subuh bagi pelajar. dan masih banyak yang lain.
insyaallah akan menghindarkan kaum dari bencana.
Wempis last blog post..Youtube Perdana
syukur kena pecat
seandainya itu di Indonesia
hho, bener pak, di Indo bencana alam alam pun bisa jadi objek untuk korupsi.
Inovs last blog post..Ngetik URL?